Bagi pembaca setia karya Esti Kinasih, Jingga untuk Sandyakala Part 2 menjadi novel yang paling dinantikan sekaligus menjadi penutup dari perjalanan panjang seri Jingga dan Senja.
Setelah bertahun-tahun mengikuti kisah Ari, Tari, Ata, dan tokoh-tokoh lainnya, akhirnya pembaca diajak menyaksikan bagaimana seluruh konflik yang telah dibangun sejak novel pertama menemukan penyelesaiannya.
Novel setebal 584 halaman yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini menghadirkan konflik yang lebih kompleks dibandingkan buku-buku sebelumnya. Jika pada awal seri fokus utama berada pada kisah romansa remaja Ari dan Tari, di buku terakhir ini cerita berkembang menjadi konflik keluarga, persahabatan, dendam, hingga pencarian jati diri yang saling berkaitan.
Sinopsis Novel
Konflik terbesar masih berpusat pada hubungan Ari dan Ata, saudara kembar yang terus dihantui masa lalu. Kesalahpahaman, luka batin, dan dendam yang telah lama dipendam membuat hubungan keduanya semakin sulit diperbaiki. Ata semakin membenci Ari, sementara Ari terus berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik sikap sang saudara.
Situasi semakin rumit ketika Angga masih menyimpan dendam kepada Ari. Kedekatannya dengan Ata membuat konflik semakin memanas. Di sisi lain, Tari justru menjadi bahan gosip karena dikabarkan menjalin hubungan dengan Angga. Isu tersebut menambah jarak antara Ari dan Tari yang sejak awal hubungan mereka memang penuh lika-liku.
Di tengah berbagai persoalan itu, Esti Kinasih menghadirkan tokoh baru yang cukup unik, yaitu Buscaglia. Sosok misterius ini berkomunikasi dengan Ari melalui pesan teks dan memberikan berbagai petunjuk penting mengenai konflik yang sedang terjadi. Menariknya, hingga sebagian besar cerita berlangsung, identitas Buscaglia benar-benar menjadi teka-teki.
Ari bersama kedua sahabatnya terus mencoba menebak siapa sebenarnya orang di balik nama tersebut, apakah laki-laki atau perempuan, sekaligus mencari tahu keberpihakannya.
Keberadaan Buscaglia membuat alur cerita terasa seperti memadukan romansa dengan unsur misteri. Pembaca diajak ikut menyusun potongan-potongan petunjuk sambil menebak arah penyelesaian konflik. Inilah yang membuat novel ini tetap terasa sebagai page-turner meskipun memiliki jumlah halaman yang cukup tebal.
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu perkembangan karakter yang paling mencuri perhatian adalah perubahan pada sosok Tari. Pada buku sebelumnya, tidak sedikit pembaca merasa Tari kurang memiliki peran penting dalam penyelesaian konflik.
Namun, di Jingga untuk Sandyakala Part 2, Tari justru tampil jauh lebih matang. Ia menjadi sosok yang berusaha menyatukan berbagai pihak yang bertikai, bahkan rela mengorbankan tenaga, pikiran, dan perasaannya demi membantu orang-orang yang ia sayangi. Perkembangan karakter ini menjadi salah satu kekuatan utama novel.
Meski demikian, novel ini juga menuai sejumlah catatan dari pembaca. Salah satunya berkaitan dengan rentang waktu penerbitan seri yang cukup panjang. Novel Jingga dan Senja pertama terbit ketika komunikasi masih didominasi SMS. Sementara pada dua buku Jingga untuk Sandyakala, para tokohnya mulai menggunakan WhatsApp, Instagram, hingga ojek daring sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Perubahan tersebut memang mengikuti perkembangan zaman, tetapi bagi sebagian pembaca terasa sedikit janggal karena alur waktu cerita seolah tidak berjalan sejauh perkembangan teknologi yang ditampilkan. Selain itu, gaya penulisan percakapan melalui aplikasi pesan instan masih menggunakan singkatan-singkatan khas era SMS, seperti "skul" atau bentuk penyingkatan lain yang kini sudah jarang digunakan oleh remaja masa kini. Detail kecil ini membuat sebagian pembaca merasa dialog digital para tokoh kurang mencerminkan generasi sekarang.
Jika sejak awal pembaca mengikuti kisah cinta Ari dan Tari, pada buku terakhir perhatian justru lebih banyak tertuju pada konflik keluarga Ari dan Ata. Romansa Ari-Tari memang tetap hadir, tetapi porsinya jauh lebih sedikit dibandingkan dinamika keluarga yang menjadi pusat cerita. Bagi sebagian pembaca, hal ini membuat kisah cinta yang menjadi daya tarik utama seri terasa sedikit tersisih.
Rekomendasi Pembaca
Meskipun demikian, penyelesaian cerita mampu memberikan kepuasan emosional. Konflik keluarga Ari dan Ata akhirnya menemukan titik terang, hubungan Ari dan Tari memperoleh akhir yang manis, sementara Angga juga mendapatkan jalan hidupnya sendiri.
Berbagai persoalan yang sejak buku pertama menggantung akhirnya dijawab dengan cukup rapi sehingga memberikan rasa lega bagi pembaca yang telah mengikuti seri ini selama bertahun-tahun.
Secara keseluruhan, Jingga untuk Sandyakala Part 2 menjadi penutup yang layak bagi perjalanan panjang seri Jingga dan Senja. Novel ini menawarkan perpaduan drama keluarga, persahabatan, romansa, dan misteri dalam satu cerita yang emosional.
Meskipun terdapat beberapa penyesuaian yang terasa kurang mulus akibat jarak waktu penerbitan, kekuatan karakter dan penyelesaian konflik membuat novel ini tetap menjadi bacaan yang memuaskan.
Bagi penggemar Esti Kinasih, menikmati kisah Ari dan Tari melalui novelnya tetap menjadi pengalaman yang jauh lebih utuh dibandingkan adaptasi layar, karena setiap emosi, konflik, dan perkembangan karakter tersampaikan dengan lebih mendalam.
Identitas Buku
- Judul: Jingga untuk Sandyakala Part 2
- Penulis: Esti Kinasih
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Tanggal Terbit: 9 Januari 2024
- Tebal: 584 halaman
- ISBN: 9786020671802
- Kategori: Novel, Teenlit
Baca Juga
-
Membaca Papua Lewat Memoria Passionis: Catatan Luka dari Timur Nusantara
-
Viral Dulu Baru Ditolong? Negara Tak Boleh Bekerja Berdasarkan Algoritma
-
Love on the Brain: Bertemu Cinta di Balik Laboratorium NASA
-
Cup Plastik di Meja Anda: Boleh Ditinggal atau Harus Dibuang Sendiri?
-
Membongkar Fenomena Anti-Intelektual di Media Sosial: Apa yang Salah dengan Kita?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Memahami Gejolak Konflik Kerusuhan Film Tanah Runtuh dari Kacamata Anak
-
Review Welcome to the Jungle: Kekacauan di Hutan yang Penuh Lelucon Absurd!
-
Drama Once Upon a Small Town, Ketika Dokter Hewan Kota Harus Pindah ke Desa
-
Membaca Papua Lewat Memoria Passionis: Catatan Luka dari Timur Nusantara
-
Novel Kereta 4.50 dari Paddington: Trik Pembunuhan di Luar Nalar
Terkini
-
Masuki Babak Baru, Serial The Monster of Florence Season 2 Resmi Digarap
-
Anti Ribet! 5 Moisturizer Stick yang Bikin Wajah Lembap Seharian
-
Record of Ragnarok Season 4 Resmi Diumumkan, Janjikan Duel Pedang Intens
-
Djed Spence Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026: Muslim Pertama Timnas Inggris
-
Ambil Peran Ganda, Yoon Ji Sung Bintangi Musikal Portrait of a Boy