Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Minions & Monsters (IMDb)
Ryan Farizzal

Minions & Monsters merupakan entri terbaru dalam franchise animasi populer Illumination yang berfokus pada karakter Minion yang ikonik. Disutradarai oleh Pierre Coffin, film ini tayang perdana di Festival Film Animasi Internasional Annecy pada 21 Juni 2026 dan dirilis secara luas di bioskop Amerika Serikat pada 1 Juli 2026.

Khusus di Indonesia, film ini mulai tayang di bioskop-bioskop seperti Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis mulai 30 Juni 2026. Dengan durasi sekitar 90 menit dan rating PG, film ini menghadirkan petualangan penuh warna yang menggabungkan humor slapstick khas Minion dengan elemen monster movie klasik Hollywood era 1920-an.

Petualangan Baru James, Ed, dan Henry di Hollywood

Salah satu adegan di film Minions & Monsters (IMDb)

Cerita berlatar di Hollywood tahun 1920-an, mengikuti sekelompok Minion dari suku yang berbeda dengan yang melayani Gru. Karakter utama meliputi James yang memiliki jiwa seni dan ambisi sinematik, Henry, serta Ed. Berbeda dengan Minion biasa yang hanya mencari tuan jahat untuk dilayani, trio ini menemukan passion mereka di dunia perfilman.

Setelah secara tidak sengaja menjadi bintang film bisu yang sukses besar, ketenaran mereka runtuh ketika era film bersuara tiba karena kesulitan beradaptasi dengan dialog dalam bahasa Minionese. Kehilangan segalanya, mereka kemudian berupaya menciptakan film monster epik sendiri dengan bantuan Goomi, makhluk hijau kecil yang ternyata memiliki kekuatan magis. Upaya ini justru melepaskan berbagai monster ke dunia, memaksa Minion untuk bersatu menyelamatkan planet dari kekacauan yang mereka ciptakan.

Narasi film ini dibingkai sebagai cerita yang diceritakan dalam sebuah museum sejarah film di Hollywood modern, di mana patung Minion menjadi pusat perhatian turis. Pendekatan ini memberikan nuansa meta yang cerdas, menghubungkan petualangan historis dengan warisan franchise Despicable Me. Tema utama mencakup persahabatan, kreativitas, dan konsekuensi dari ambisi yang tidak terkendali, disampaikan melalui kekacauan khas Minion. Meskipun plotnya relatif sederhana dan ringan secara emosional, film ini berhasil menjaga ritme yang cepat dengan referensi sinematik yang menyenangkan, termasuk homage ke era film bisu dan monster klasik.

Review Film Minions & Monsters

Salah satu adegan di film Minions & Monsters (IMDb)

Dari segi visual, Minions & Monsters memukau dengan animasi cerah dan detail yang kaya. Desain monster-monster yang diciptakan, seperti Goomi yang mirip Flubber bertemu mini-Cthulhu serta makhluk bertentakel multi-mata bernama Irene, sangat imajinatif. Adegan-adegan aksi di studio film dan benteng es yang membeku penuh dengan warna kontras yang khas Illumination, membuatnya cocok untuk penonton segala usia. Soundtrack yang enerjik dan efek suara slapstick semakin memperkuat daya tarik hiburannya.

Salah satu kekuatan utama film ini adalah humornya yang nonstop. Adegan paling lucu sering muncul dari kegagalan Minion dalam mencoba menjadi sutradara dan kru film. Salah satu momen puncak adalah ketika James dan kawan-kawan mencoba mengarahkan adegan monster pertama dengan Goomi, yang berujung pada kekacauan total di set: kamera meledak, properti beterbangan, dan Minion saling bertabrakan dalam gaya slapstick klasik.

Adegan ini diperkaya dengan referensi visual ke produksi film Hollywood awal, termasuk kesalahan teknis yang absurd seperti film yang terbakar atau aktor monster yang tidak bisa dikendalikan. Kurasa penonton dewasa akan menghargai lelucon meta tentang industri film, sementara anak-anak akan tertawa lepas melihat aksi fisik Minion yang kacau balau.

Untuk adegan yang paling kuingat setelah nonton film ini adalah klimaks di mana monster-monster yang dilepaskan merajalela di kota Hollywood. Trio Minion, bersama Goomi, harus menggunakan kreativitas dan persahabatan mereka untuk mengembalikan segalanya. Momen emosional di antara kekacauan ini, di mana James menyadari bahwa film terbaik adalah yang dibuat bersama teman, menyentuh hati tanpa terasa memaksa.

Visual monster raksasa yang menyerbu gedung-gedung klasik, dikombinasikan dengan aksi Minion yang heroik meski konyol, meninggalkan kesan mendalam. Adegan penutup di museum modern juga memberikan rasa nostalgia yang manis, mengingatkanku akan perjalanan panjang karakter-karakter ini.

Jadi kesimpulannya, Minions & Monsters berhasil memperluas universe Minion dengan cara yang segar dan menghibur. Meski tidak sekuat beberapa entri sebelumnya dalam hal kedalaman cerita, film ini unggul dalam hiburan murni, visual memukau, dan humor yang universal. Cocok untuk keluarga yang mencari tontonan ringan tapi penuh tawa di akhir pekan. Rekomendasi kuat bagi penggemar animasi dan franchise ini. Jangan lewatkan pengalaman menonton di bioskop untuk merasakan kekacauan yang penuh warna ini secara maksimal ya, Sobat Yoursay! Rating pribadi: 8.9/10.