Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Ketok Mejik (IMDb)
Ryan Farizzal

Film drama komedi Ketok Mejik resmi tayang serentak di jaringan bioskop seluruh Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Karya debut sutradara Yogi S. Calam ini diproduksi oleh HAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films. Durasi film sekitar 111 hingga 114 menit dengan klasifikasi usia R13+. Film ini menggabungkan unsur drama keluarga, komedi situasional, dan elemen fantasi supranatural melalui kehadiran palu sakti peninggalan leluhur.

Keajaiban Supranatural Pembawa Harapan Baru

Salah satu adegan di film Ketok Mejik (IMDb)

Sinopsis film berpusat pada Ben (Ananta Rispo), seorang pria yang hidupnya kerap diliputi kesialan dan lilitan utang. Ia menerima warisan bengkel bernama Ketok Mejik dari sang kakek. Warisan tersebut justru membawa beban besar karena bengkel itu juga terlilit utang. Ben harus mempertahankan usaha keluarga di tengah tekanan ekonomi sekaligus ancaman dari Bos Toyib (Agus Kuncoro), pengusaha serakah yang ingin menguasai bengkel demi kepentingan bisnisnya. Situasi semakin berat karena Ben terus dihantui mimpi tentang azab kubur akibat utang yang belum lunas.

Dalam perjuangannya, Ben dibantu tiga karyawan setia yang memiliki karakter absurd: Made (Tarra Budiman) yang ambisius, Saged (Dodit Mulyanto) yang ceplas-ceplos, dan Unung (Arief Didu) yang polos. Mereka mengandalkan sebuah palu sakti peninggalan leluhur untuk menyelamatkan bengkel sekaligus nasib mereka. Pemeran pendukung lain meliputi Ersya Aurelia, Arafah Rianti, Erick Estrada, Lolox, Sadana Agung, dan sejumlah aktor serta komika lintas generasi.

Ulasan Film Ketok Mejik

Salah satu adegan di film Ketok Mejik (IMDb)

Ketok Mejik berhasil menghadirkan cerita yang dekat dengan realitas masyarakat urban Indonesia, khususnya tema perjuangan mempertahankan warisan keluarga di tengah kesulitan ekonomi. Ananta Rispo menunjukkan sisi akting yang lebih dalam dibandingkan peran komedi yang biasa dilakoninya. Ia mampu menampilkan kerentanan Ben yang terbebani tanggung jawab sekaligus ketakutan spiritual akibat utang. Chemistry antara Rispo, Tarra Budiman, Dodit Mulyanto, dan Arief Didu menjadi kekuatan utama film. Interaksi mereka menghasilkan momen-momen yang menghibur tanpa kehilangan kedalaman emosional.

Sutradara Yogi S. Calam berhasil menyeimbangkan nada komedi dan drama. Humor yang muncul bersifat situasional dan berakar pada perbedaan karakter para tokoh, bukan sekadar lelucon verbal. Elemen fantasi melalui palu sakti memberikan sentuhan unik tanpa menggeser fokus pada hubungan antarmanusia dan nilai-nilai keluarga. Pesan mengenai pengorbanan, persahabatan, serta pentingnya membersihkan hati di tengah kesulitan hidup tersampaikan dengan cara yang ringan namun bermakna.

Adegan paling emosional yang menonjol adalah rangkaian momen ketika Ben dihantui mimpi tentang azab kubur akibat utang yang belum dilunasi. Adegan tersebut menggambarkan ketakutan spiritual dan rasa bersalah yang mendalam. Saat Ben berhadapan dengan bayangan beban warisan dan ancaman kehilangan bengkel, ekspresi Rispo mampu menyampaikan konflik batin yang kuat. Perkelahian argumen dengan anggota keluarga dan karyawan setia—yang malah menegaskan kesetiaan mereka di saat kritis—makin memperkuat intensitas emosionalnya. Adegan-adegan ini berhasil menyentuh tanpa terkesan berlebihan, menjadikannya titik balik yang menggerakkan alur cerita.

Adegan paling kocak muncul dari interaksi absurd ketiga karyawan Ben. Karakter Made yang ambisius, Saged yang ceplas-ceplos, dan Unung yang polos kerap menciptakan situasi kacau di dalam bengkel. Salah satu momen yang paling mengundang tawa melibatkan upaya mereka menggunakan palu sakti dengan cara yang tak terduga, disertai dialog spontan dan gestur fisik yang khas para komika. Chemistry antara Dodit Mulyanto dan Arief Didu khususnya menghasilkan lelucon situasional yang segar. Adegan-adegan tersebut berhasil mengimbangi ketegangan drama tanpa merusak suasana keseluruhan.

Secara keseluruhan, Ketok Mejik menawarkan hiburan yang relevan dan hangat. Film ini tidak hanya mengandalkan popularitas para pemain komedi, tetapi juga mencoba menyampaikan pesan tentang perjuangan hidup, warisan, dan kebersamaan. Kekuatan utama terletak pada penampilan para pemeran utama serta keseimbangan antara tawa dan air mata. Beberapa bagian mungkin terasa familiar bagi penonton film komedi Indonesia, namun sentuhan fantasi dan fokus pada tema keluarga memberikan nilai tambah.

Bagi penonton yang mencari film ringan dengan pesan yang menyentuh, Ketok Mejik layak dipertimbangkan. Film ini tayang di jaringan Cinema 21, XXI, Cinepolis, CGV, Platinum Cineplex, NSC, Kota Cinema, dan bioskop lainnya mulai 13 Agustus 2026. Dengan durasi yang tidak terlalu panjang dan alur yang mudah diikuti, film ini cocok dinikmati bersama keluarga atau teman.

Ketok Mejik membuktikan bahwa cerita sederhana tentang bengkel kecil dan orang-orang biasa dapat menjadi ruang untuk membahas persoalan besar kehidupan. Melalui tawa dan emosi yang seimbang, film ini mengajakku merefleksikan makna tanggung jawab, persahabatan, serta harapan di tengah kesulitan. Rating pribadi: 8/10.