Novel Benny Ramírez and the Nearly Departed karya José Pablo Iriarte menghadirkan kisah fantasi keluarga yang hangat, lucu, sekaligus menyentuh hati.
Meski premisnya melibatkan hantu, novel ini sama sekali bukan cerita horor.
Sebaliknya, pembaca diajak mengikuti perjalanan seorang anak laki-laki yang belajar memahami keluarga, menerima dirinya sendiri, dan menemukan arti kesuksesan yang sebenarnya.
Cerita dimulai ketika Benny Ramírez dan keluarganya pindah ke rumah besar peninggalan mendiang kakeknya di Miami.
Kepindahan ini ternyata membawa kejutan besar. Benny menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat hantu sang kakek, Ignacio Ramírez, seorang musisi legendaris yang belum bisa melanjutkan perjalanan ke alam baka karena masih dihantui penyesalan masa lalu.
Di sisi lain, Benny menghadapi masalah yang tidak kalah rumit. Ia terdaftar di sekolah seni pertunjukan bersama kedua saudaranya yang berbakat, sementara dirinya merasa tidak memiliki kemampuan istimewa apa pun.
Rasa minder itu membuat Benny sulit menemukan tempatnya di sekolah maupun dalam keluarganya.
Melihat kesempatan tersebut, sang kakek menawarkan kerja sama. Ia akan mengajari Benny bermain terompet dan menjadi bintang sekolah, sementara Benny membantu kakeknya menyelesaikan urusan yang belum tuntas agar bisa beristirahat dengan tenang.
Sayangnya, rencana itu tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Berbagai kejadian kocak, memalukan, sekaligus mengharukan terus bermunculan sepanjang cerita.
Salah satu kekuatan terbesar novel ini adalah hubungan antarkarakter yang terasa sangat alami. Keluarga Ramírez tidak digambarkan sebagai keluarga yang sempurna.
Mereka saling menyayangi, tetapi juga sering salah paham, terlalu sibuk dengan urusan masing-masing, atau kesulitan mengungkapkan perasaan.
Justru ketidaksempurnaan inilah yang membuat mereka terasa nyata dan mudah disukai.
Karakter Benny sendiri berkembang dengan sangat baik. Pada awal cerita ia adalah anak yang pemalu dan selalu merasa kalah dibandingkan saudara-saudaranya.
Namun perlahan ia belajar bahwa setiap orang memiliki kelebihan dengan cara yang berbeda. Pesan mengenai pencarian jati diri disampaikan tanpa terasa menggurui sehingga cocok dinikmati pembaca usia sekolah maupun orang dewasa.
Tokoh Ignacio Ramírez juga menjadi daya tarik utama. Ia bukan sekadar hantu yang lucu, tetapi sosok kakek yang karismatik, keras kepala, penuh penyesalan, dan masih berusaha memperbaiki kesalahan hidupnya.
Interaksi antara Benny dan Abuelo menghadirkan banyak adegan yang mengundang tawa sekaligus menghangatkan hati.
Selain keluarga, musik menjadi elemen penting dalam novel ini. Terompet bukan hanya alat musik, tetapi juga simbol hubungan lintas generasi dan cara Benny membangun kepercayaan dirinya.
Pembaca tidak harus memahami musik untuk menikmati kisah ini karena penulis menjelaskan semuanya dengan sederhana dan menyenangkan.
Hal lain yang patut diapresiasi adalah karakter-karakter pendukungnya. Bahkan tokoh yang hanya muncul sebentar tetap memiliki latar belakang, motivasi, dan konflik pribadi sehingga dunia cerita terasa hidup.
Kehadiran nenek Benny yang memiliki truk makanan, misalnya, memberikan warna tersendiri sekaligus menunjukkan bahwa setiap anggota keluarga memiliki perjuangan masing-masing.
Dari sisi gaya penulisan, José Pablo Iriarte menggunakan bahasa yang ringan, mengalir, dan dipenuhi humor yang cocok untuk pembaca middle grade. Tempo cerita juga stabil sehingga mudah diikuti dari awal hingga akhir.
Meski demikian, akhir cerita mungkin terasa terlalu rapi bagi sebagian pembaca dewasa. Hampir semua konflik terselesaikan dengan cara yang sangat manis sehingga sedikit mengurangi kesan realistis.
Namun untuk target pembaca anak dan remaja, penutup seperti ini justru memberikan harapan dan kepuasan emosional.
Secara keseluruhan, Benny Ramírez and the Nearly Departed adalah novel yang berhasil memadukan fantasi, humor, musik, dan drama keluarga dalam satu kisah yang hangat.
Novel ini mengingatkan bahwa menjadi hebat tidak selalu berarti menjadi yang paling berbakat. Terkadang keberanian menerima diri sendiri dan menghargai orang-orang terdekat merupakan pencapaian terbesar dalam hidup.
Baca Juga
-
Novel Safe Harbor: Perjuangan Imigran Muda dalam Balutan Puisi Indah
-
Review Novel Octopus Moon: Kisah Menyentuh tentang Depresi pada Anak
-
Growing Home, Novel Middle Grade yang Dicintai Banyak Orang Dewasa
-
Ulasan "Limited Time", Novel Korea dengan Kisah Remaja yang Menyentuh
-
Novel "Trex": Ketika Implan Otak Menjadi Awal Sebuah Konspirasi
Artikel Terkait
Ulasan
-
The Red Palace: Fiksi Sejarah Joseon Abad ke-18 yang Penuh Intrik Kerajaan
-
Review Agent Kim Reactivated: Ketika Orang Baik Dipaksa Menjadi Buas
-
Ulasan Novel Confessions: Dendam Seorang Guru yang Berubah Menjadi Teror
-
Ulasan Hyper Knife: Membongkar Obsesi dan Sisi Gelap Dunia Kedokteran
-
Dihukum Tanpa Tahu Kesalahan: Sisi Gelap Birokrasi dalam Mahakarya Franz Kafka
Terkini
-
Top Skor Piala Dunia dari Tahun ke Tahun, Just Fontaine Masih Pegang Rekor
-
Film Kung Fu Soccer Garapan Stephen Chow Sukses Puncaki Box Office China
-
5 Moisturizer Vitamin C untuk Kulit Kusam, Ampuh Samarkan Noda Hitam!
-
Bukan Main! Jun Ji Hyun Sabet 'Extraordinary Star Asia Award' di NYAFF ke-25
-
Tayang 2027, Anime Futuristis RE:BEL ROBOTICA Rilis Teaser dan Visual Baru