Jujur, baca buku ini berasa lagi nonton drakor zaman Joseon. Satu hal yang aku suka dari novel historikal Korea adalah isinya yang sebisa mungkin dipertahankan tidak menyimpang jauh dari catatan sejarah. Hal ini membuktikan bahwa literasi dan dokumentasi Korea tertata rapi, sampai bisa dilacak hingga detik ini.
Identitas Buku
- Judul Buku : The Red Palace (Istana Merah)
- Penulis : June Hur
- Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
- Jumlah Halaman : 368 Halaman
Sinopsis 'The Red Palace'
Joseon (Korea), 1758. Anak haram pada masa itu hanya punya sedikit pilihan hidup. Namun, berkat kerja keras dan tekun belajar, Hyeon, gadis berusia delapan belas tahun, berhasil menjadi perawat di istana. Dengan selalu patuh dan giat bekerja, ia berharap sang ayah akhirnya mau mengakui dirinya.
Namun, Hyeon tiba-tiba terjerumus ke dalam politik istana yang kelam dan berbahaya saat dalam waktu semalam, empat wanita tewas terbunuh. Tersangkanya teman dekat dan gurunya sendiri. Maka dengan tekad bulat untuk membuktikan sang guru tidak bersalah, Hyeon diam-diam melakukan penyelidikan.
Ia lalu bertemu Eojin, inspektur polisi muda yang juga memburu si pembunuh. Ketika bukti-bukti mulai mengarah pada sang Putra Mahkota, Hyeon dan Eojin harus bekerja sama membongkar berbagai rahasia mematikan di istana.
Ulasan 'The Red Palace'
The Red Palace akan mengajak kita ke sebuah kisah mendebarkan tentang Hyeon, seorang Uinyeo, perawat perempuan, yang terjerumus dalam penyelidikan penuh intrik politik di istana kerajaan Joseon tahun 1758. Empat mayat ditemukan tewas, tersangka utamanya adalah guru perempuan kesayangan Hyeon.
Bersama Eojin, inspektur polisi muda, Hyeon berusaha mengungkap kebenaran di balik kabut pekat yang melingkupi kehidupan istana kerajaan. Benarkah Putra Mahkota Jangheon yang menjadi dalang dibalik peristiwa tragis dan berdarah ini? Apalagi kabarnya Putra Mahkota memiliki gangguan kejiwaan yang kompleks.
Karakter Hyeon di buku ini berhasil menarik perhatianku. Dia yang hanya seorang gadis perawat, merasa kedudukannya rendah karena tidak diakui anak oleh ayahnya yang memiliki kedudukan cukup penting di istana. Perkembangan karakter Hyeon sangat terasa tapi tidak terburu-buru.
Interaksinya dengan Eojin bikin pembaca mesem-mesem, lumayan mengendurkan urat yang tegang sepanjang menebak-nebak siapa pelaku kebrutalan yang sesungguhnya. Aku juga suka karakter Eojin! Pemuda jenius, tampan, sekaligus berwibawa benar-benar paket komplet! Bayangkan kharismanya saat beraksi!
Aku juga suka plot twistnya, nggak ketebak! Ada masa lalu mengharukan juga yang menjadi tonggak alias pemicu kenapa tragedi berdarah ini bisa terjadi. Semua alur dan kepingan cerita disusun rapi, menghadirkan kisah mendebarkan sekaligus menghanyutkan.
Sangat cocok dibaca buat kamu yang suka drama bertema saeguk atau kerajaan!
Baca Juga
-
Naoko: Luka Kehilangan Orang Tersayang Dibalut Misteri Tak Masuk Akal
-
Intip Bacaan RM BTS, Ada Fiksi Klasik sampai Self Improvement!
-
Anti Kusam dan Keriput: 5 Facial Wash Melembapkan untuk Usia 40-an
-
7 Buku yang Dibaca Juhoon Cortis, Seleranya Mencakup Semua Genre!
-
Kita Semua Punya 'Topeng' yang Berbeda, Buku Ini Ajak untuk Menerimanya
Artikel Terkait
-
Novel Safe Harbor: Perjuangan Imigran Muda dalam Balutan Puisi Indah
-
5 Buku Klasik dengan Plot Paling 'Sakit' yang Pernah Ditulis, Berani Baca?
-
Tegar atau Pengecut? Mengapa Pilihan Cinta Sunset Bersama Rosie Bikin Emosi
-
Membaca Catatan Harian Seorang Mafia Pajak: Antara Kebenaran yang Pahit dan Fiksi yang Terasa Nyata
-
Review Novel Octopus Moon: Kisah Menyentuh tentang Depresi pada Anak
Ulasan
-
Review Agent Kim Reactivated: Ketika Orang Baik Dipaksa Menjadi Buas
-
Ulasan Novel Confessions: Dendam Seorang Guru yang Berubah Menjadi Teror
-
Ulasan Hyper Knife: Membongkar Obsesi dan Sisi Gelap Dunia Kedokteran
-
Dihukum Tanpa Tahu Kesalahan: Sisi Gelap Birokrasi dalam Mahakarya Franz Kafka
-
All She Was Worth: Misteri Pembunuhan yang Berawal dari Jeratan Utang
Terkini
-
Kenapa Kita Nggak Bisa Beraktivitas Tanpa Suara Latar YouTube atau Podcast?
-
5 Trik Mudah Beradaptasi Kembali untuk Fokus Belajar Setelah Liburan
-
Me Time di Tempat Umum: Saat Gen Z Refleks Menyibukkan Diri saat Sendirian
-
Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
-
Seni Berpikir Tenang: Apa yang Diajarkan Papan Catur di Tengah Dunia yang Sibuk