Hayuning Ratri Hapsari | Dini Sukmaningtyas
Drama Korea Kick Kick Kick Kick (Viki)
Dini Sukmaningtyas

Apa jadinya jika seorang aktor yang kehilangan popularitas dan seorang produser yang kariernya hancur memutuskan untuk membangun perusahaan bersama? Jawabannya adalah kekacauan. Itulah premis utama yang ditawarkan drama Korea Kick Kick Kick Kick.

Dibintangi Ji Jin Hee dan Lee Kyoo Hyung, drama ini menceritakan dua tokoh yang pernah sukses, tetapi kini harus berhadapan dengan kegagalan dan masa lalu masing-masing.

Bersama para karyawan dengan ambisi serta masalahnya sendiri, mereka mencoba menjalankan perusahaan produksi konten yang jauh dari kata normal.

Kick Kick Kick Kick kemudian berkembang menjadi komedi tentang orang-orang yang ingin kembali berhasil, tetapi terus-menerus dihadapkan pada situasi yang di luar nalar.

Lantas, mampukah komedi absurd ini mengubah kisah kegagalan menjadi tontonan yang menghibur? Simak ulasan lengkapnya.

Ketika Kekacauan Menjadi Sumber Kelucuan

Drama ini bercerita tentang Ji Jin Hee, seorang aktor yang pernah populer, dan Jo Young Sik, seorang mantan produser acara variety yang kariernya berakhir setelah sebuah skandal.

Keduanya kemudian mendirikan perusahaan produksi konten bernama KickKickKickKick Company. Mereka adalah dua orang yang pernah sukses, lalu jatuh, dan kini mencoba bangkit kembali.

Saya bisa memahami jika sebagian penonton merasa kesulitan menikmati Kick Kick Kick Kick pada awalnya. Dua episode pertamanya memang terasa cukup membingungkan.

Drama ini seperti belum sepenuhnya menemukan ritme komedinya. Situasi yang ditampilkan terasa berlebihan, karakter-karakternya belum langsung terasa dekat, dan kisah absurd-nya belum tentu mengundang tawa.

Namun, menurut saya, Kick Kick Kick Kick adalah jenis drama yang membutuhkan sedikit kesabaran. Setelah karakter-karakternya mulai terbentuk dan dinamika di perusahaan mulai berkembang, komedinya terasa jauh lebih natural.

Ada sesuatu yang menyenangkan dari menonton karakter-karakter yang terus berusaha menyelesaikan masalah, tetapi malah menciptakan masalah baru.

Kisah tentang Orang-Orang yang Pernah Berada di Puncak

Di balik formatnya sebagai office comedy, Kick Kick Kick Kick sebenarnya memiliki premis yang cukup menarik tentang kegagalan.

Ji Jin Hee dan Jo Young Sik bukanlah dua karakter yang sedang membangun karier dari nol. Mereka pernah memiliki nama, popularitas, dan posisi yang membuat orang lain mengenal mereka. Namun, masa kejayaan itu telah berakhir.

Menurut saya, inilah salah satu aspek paling menarik dari drama ini. Banyak cerita tentang kesuksesan berfokus pada seseorang yang memulai dari bawah dan perlahan mencapai puncak.

Namun, Kick Kick Kick Kick justru memulai ceritanya dari titik yang berbeda. Tokoh-tokohnya sudah pernah berada di puncak. Mereka tahu bagaimana rasanya berhasil, dan mungkin justru karena itu, mereka juga tahu betapa menyakitkannya ketika semua itu hilang.

Kegagalan dalam kehidupan nyata memang sering kali tidak dramatis. Tidak selalu ada adegan besar ketika seseorang menyadari bahwa hidupnya telah berubah.

Terkadang, seseorang hanya bangun setiap hari dan mencoba melakukan sesuatu lagi, meskipun tidak tahu apakah usahanya akan berhasil.

Absurditas sebagai Cara untuk Bertahan

Karakter-karakter dalam Kick Kick Kick Kick juga membuat drama ini terasa lebih dari sekadar komedi. Ada Baek Ji Won yang bekerja sebagai terapis bagi para karyawan, serta Lee Min Jae, sosok pekerja keras yang begitu bertekad untuk meraih kesuksesan.

Mereka semua memiliki latar belakang, masalah, dan ambisi masing-masing. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar tampil sebagai sosok sempurna.

Perusahaan KickKickKickKick perlahan berubah menjadi semacam ruang bagi orang-orang yang sedang mencari arah.

Mereka datang untuk bekerja, mencari kesuksesan, atau sekadar bertahan hidup, tetapi pada akhirnya justru menemukan hubungan dengan orang-orang lain yang sama-sama berantakan.

Menurut saya, aspek found family dalam drama ini juga menjadi salah satu kekuatannya. Di tengah segala kekacauan, hubungan antar karakter perlahan menjadi semakin hangat.

Mungkin itu pula yang menjelaskan mengapa drama ini tetap bisa menemukan penonton meskipun tidak memperoleh rating domestik yang tinggi.

Kick Kick Kick Kick mungkin bukan tontonan yang langsung disukai semua orang. Namun, bagi penonton yang berhasil melewati episode-episode awal, drama ini menawarkan sesuatu yang cukup menyenangkan, yaitu kesempatan untuk menertawakan kegagalan bersama-sama.