Hayuning Ratri Hapsari | aisyah khurin
Drama The Fiery Priest (mydramalist.com)
aisyah khurin

Pada tahun 2019, penyiaran televisi di Korea Selatan mengalami transformasi struktural yang signifikan melalui penayangan "The Fiery Priest". Drama ini menetapkan standar baru dalam lanskap industri hiburan domestik melalui perpaduan genre komedi, aksi, dan drama kriminal yang intens.

Ditulis oleh penulis naskah terkemuka Park Jae-beom dan disutradarai oleh Lee Myung-woo bersama Park Bo-ram, drama sepanjang 20 episode ini tumbuh menjadi fenomena budaya sekaligus miniseri dengan perolehan rating tertinggi di saluran penyiaran publik pada tahun 2019, yang mengantarkan pemeran utamanya, Kim Nam-gil, meraih penghargaan tertinggi Daesang di SBS Drama Awards. 

Sinopsis Drama The Fiery Priest

Dikisahkan Kim Hae-il (Kim Nam-gil) adalah seorang mantan agen rahasia Badan Intelijen Nasional (NIS) yang memutuskan untuk mengundurkan diri setelah mengalami insiden tragis dalam sebuah misi militer yang merenggut nyawa anak-anak tidak berdosa. Dihantui oleh rasa bersalah dan gangguan kecemasan pascatrauma, Hae-il menemukan ketenangan spiritual di bawah bimbingan Pastor Lee Young-jun (Jung Dong-hwan), seorang pastor senior Katolik yang bijaksana dan sangat dihormati di Distrik Gudam.

Namun, emosi Hae-il yang eksplosif dan ketidakmampuannya dalam menoleransi ketidakadilan kerap memicu pertikaian fisik dengan para penjahat lokal, sehingga ia dipindahkan ke Gereja Gudam guna menenangkan jiwanya. 

Tragedi besar melanda ketika Pastor Lee Young-jun ditemukan tewas mengenaskan di dasar jurang. Kepolisian Distrik Gudam bersama pihak kejaksaan dengan cepat menutup penyelidikan dan merekayasa narasi bahwa Pastor Lee melakukan bunuh diri akibat frustrasi atas tuduhan penggelapan dana gereja serta pelecehan seksual terhadap jemaatnya.

Mengetahui kesucian moral sang mentor, Kim Hae-il menolak mentah-mentah hasil penyelidikan tersebut dan bertekad membongkar kebenaran di balik kematian Pastor Lee. Penyelidikan independen yang dilakukannya mengungkap fakta bahwa Pastor Lee dibunuh karena menolak menyerahkan aset tanah gereja kepada "Kartel Gudam", sebuah konsorsium kejahatan terorganisir yang terdiri atas pejabat pemerintah daerah, kepala polisi, pengusaha korup berlatar belakang gangster Hwang Cheol-bum (Ko Jun), dan jaksa ambisius Park Kyung-sun (Lee Hanee). 

Dalam usahanya menghancurkan kekuasaan kartel tersebut, Hae-il dipaksa bekerja sama dengan Goo Dae-young (Kim Sung-kyun), seorang detektif penakut yang sengaja ditugaskan oleh atasannya yang korup untuk menghambat penyelidikan.

Namun, seiring berjalannya waktu, dedikasi tanpa kompromi dari Hae-il berhasil mengetuk nurani Dae-young, yang sebenarnya menyimpan luka emosional atas tewasnya partner kerjanya di masa lalu. Bersama dengan detektif pemula yang idealis, Seo Seung-ah (Keum Sae-rok), serta Park Kyung-sun yang akhirnya mengalami pembaharuan moral dan berbalik melawan sistem yang membesarkannya, kelompok ini menggalang kekuatan masyarakat sipil Gudam untuk meruntuhkan kekuasaan oligarki korup hingga ke akar-akarnya.

Kelebihan

Keunggulan paling mencolok dari "The Fiery Priest" terletak pada keahlian Penulis Park Jae-beom dalam merancang arsitektur karakter yang sangat kaya dan terintegrasi secara fungsional. Alih-alih bertumpu secara eksklusif pada pahlawan tunggal, narasi drama ini merangkul konsep kekuatan kolektif di mana setiap karakter pendukung memiliki peran instrumental dalam memecahkan kebuntuan alur cerita. 

Selain itu, sinergi antara adegan aksi fisik berskala tinggi dan komedi absurd disajikan dengan kepiawaian teknis yang memukau. Koreografi pertarungan yang melibatkan Kim Nam-gil mengeksekusi keahlian beladiri jarak dekat secara presisi tanpa menghilangkan kedalaman emosional tokoh yang dilanda amarah dan kesedihan. 

Kekurangan

Di samping berbagai keunggulannya, drama ini tidak luput dari sejumlah keterbatasan struktural yang memengaruhi konsistensi kualitas penceritaan. Masalah mendasar dapat diidentifikasi pada ritme naratif di sepertiga awal penayangan, di mana alur cerita mengalami stagnasi relatif sebelum mencapai titik balik pada episode ke-10. 

Kelemahan lain terlihat pada penanganan sub-plot yang melibatkan masa lalu Kim Hae-il di Badan Intelijen Nasional (NIS). Pengenalan kembali karakter antagonis dari faksi militer dan intelijen pada paruh akhir cerita terasa seperti pendorong ketegangan buatan (artificially induced tension) yang kurang menyatu secara halus dengan konflik utama kartel lokal Gudam. 

Kesimpulan

Secara keseluruhan, "The Fiery Priest" (2019) berhasil dalam industri televisi Korea Selatan yang mampu mendobrak batasan-batasan konvensional genre komedi-aksi. Melalui integrasi yang mahir antara satir politik yang tajam, penulisan karakter ansambel yang mendalam, serta pengarahan aksi yang impresif, drama ini menyajikan narasi yang tidak hanya menghibur pada permukaan, melainkan juga menyentuh akar permasalahan ketimpangan sosial dan korupsi birokrasi. Pada akhirnya, "The Fiery Priest" wajib masuk kedalam list drama tontonan akhir pekanmu.