Usia 50-an sering dianggap sebagai fase ketika seseorang sudah berada di puncak karier dan hidup mapan. Namun, bagaimana jika pada usia tersebut justru harus kehilangan pekerjaan dan memulai dari awal lagi? Pertanyaan inilah yang menjadi premis utama drama Korea The Dream Life of Mr. Kim.
Drama ini mengikuti Kim Nak Su (diperankan Ryu Seung Ryong), seorang karyawan senior yang telah mengabdikan 25 tahun hidupnya kepada perusahaan. Ia sudah memiliki jabatan dan kehidupan yang mapan, tetapi semua pencapaian itu tidak membuatnya terbebas dari risiko kehilangan posisi.
Lewat perjalanan Kim Nak Su, drama berjumlah 12 episode ini menghadirkan potret kehidupan pekerja di usia 50-an dengan cara yang cukup realistis. Simak ulasan lengkapnya.
Realita Pekerja Senior Jadi Daya Tarik Cerita
Salah satu daya tarik The Dream Life of Mr. Kim terletak pada cara drama ini membawa isu pekerja senior ke dalam cerita tanpa membuatnya terasa seperti tontonan yang terlalu berat.
Konflik Kim Nak Su tidak hanya digunakan sebagai jalan untuk membuat karakter utama jatuh, tetapi menjadi pintu masuk untuk melihat bagaimana dunia kerja memperlakukan seseorang yang sudah puluhan tahun mengabdi.
Cerita terasa cukup realistis karena masalah yang dihadapi Kim Nak Su tidak hanya kehilangan pekerjaan. Ia juga harus berhadapan dengan perubahan status, tekanan keluarga, dan struggle untuk menentukan langkah berikutnya. Bagi saya, bagian ini membuat dramanya terasa dekat dengan kehidupan orang dewasa yang mungkin pernah mengalami hal serupa.
Meski demikian, The Dream Life of Mr. Kim tidak terus-menerus membawa suasana muram. Drama ini menyelipkan humor di tengah situasi yang sulit sehingga ceritanya tetap ringan untuk diikuti. Perpaduan drama dan komedi tersebut juga membuat karakter Kim Nak Su terasa dekat dengan penonton.
Ryu Seung Ryong Berhasil Hidupkan Karakter Kim Nak Su
Kalau membicarakan kualitas The Dream Life of Mr. Kim, rasanya sulit melewatkan penampilan Ryu Seung Ryong sebagai Kim Nak Su. Ia berhasil membawa karakter pria paruh baya yang awalnya terlihat percaya diri dengan kehidupan dan pencapaiannya, tetapi perlahan menunjukkan sisi rapuh setelah semuanya mulai berantakan.
Menurut saya, kekuatan akting Ryu Seung Ryong terlihat dari perubahan emosi yang tidak dibuat berlebihan. Ada adegan ketika Kim Nak Su bisa terlihat menyebalkan karena terlalu mementingkan pekerjaan atau statusnya. Namun, di adegan lain, ia bisa terlihat menyedihkan ketika harus menerima kenyataan hidup yang pahit.
Perubahan tersebut membuat penonton lebih mudah memahami Kim Nak Su, meskipun tidak selalu setuju dengan pilihan atau sikapnya. Karakternya punya kekurangan, ego, dan rasa gengsi yang cukup kuat, dan karena itulah perjalanan hidupnya terasa lebih manusiawi.
Alur Sederhana yang Tetap Punya Makna
Dari sisi cerita, The Dream Life of Mr. Kim sebenarnya menggunakan formula yang cukup mainstream. Jadi, jangan berharap menemukan alur yang benar-benar mengejutkan di setiap episode.
Namun, cerita yang sederhana membuat fokusnya bisa diarahkan pada perkembangan Kim Nak Su dan persoalan yang dihadapinya. Alurnya juga terasa cukup padat dan tidak terlalu banyak memasukkan cerita yang tidak penting.
Meski begitu, beberapa bagian tetap terasa kurang meyakinkan. Ada konflik yang terasa seperti sengaja dibuat semakin buruk agar kejatuhan Kim Nak Su terlihat lebih dramatis. Beberapa perkembangan cerita juga cukup mudah ditebak karena mengikuti pola drama kehidupan pada umumnya.
Meski memiliki beberapa kekurangan, menurut saya The Dream Life of Mr. Kim tetap layak ditonton, terutama bagi penonton yang menyukai drama slice of life dengan cerita yang dekat dengan kehidupan orang dewasa.
Baca Juga
-
Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?
-
Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia
Artikel Terkait
-
Ulasan The Husband: Saat Retaknya Pernikahan Berujung Kriminal
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam
-
Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar
-
Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?
Ulasan
-
Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah
-
Loki Season 1: Petualangan Multiverse yang Mengubah Karakter Sang Dewa Penipu
-
Ulasan The Husband: Saat Retaknya Pernikahan Berujung Kriminal
-
Membedah Tragisme Dosa Victor dalam Novel Frankenstein karya Mary Shelley
-
Pergeseran Tragedi dalam Novel Mary Shelley dan Film Frankenstein (2025)
Terkini
-
POV Mahasiswa: Menjadi Agent of Change dari Bli Nyoman Desa Sejahtera Astra
-
Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun
-
5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah
-
Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah
-
Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan