Hayuning Ratri Hapsari | aisyah khurin
Drama Beyond Evil (mydramalist.com)
aisyah khurin

Di tengah gempuran serial bergenre thriller prosedural yang kerap terjebak dalam formula pengungkapan kejahatan konvensional, "Beyond Evil" (2021) hadir sebagai drama yang merefleksikan kematangan estetika dan kedalaman tematik televisi Asia.

Disutradarai oleh Sim Na-yeon dan ditulis oleh Kim Soo-jin, drama 16 episode produksi JTBC ini berhasil mendominasi panggung kebudayaan internasional dan meraih pengakuan tertinggi di ajang 57th Baeksang Arts Awards 2021 dengan memboyong penghargaan Kategori Drama Terbaik, Skenario Terbaik, dan Aktor Terbaik untuk Shin Ha-kyun. 

Sinopsis Drama Beyond Evil

Bermula dari sebuah tragedi berdarah yang mengguncang Kota Manyang, Kabupaten Munju, dua dekade sebelum garis waktu utama dimulai. Pada tahun 2001, Lee Yu-yeon (Moon Joo Yeon), saudara kembar dari Lee Dong-shik (Shin Ha Kyun), menghilang secara misterius tanpa meninggalkan jejak selain sepuluh potongan jari tangannya yang tersusun rapi di halaman depan rumah mereka.

Pada malam yang sama, seorang wanita lokal pemilik kafe ditemukan tewas mengenaskan dengan pola pemotongan jari yang serupa. Peristiwa memilukan ini menghancurkan keluarga Dong-shik secara total, ayahnya meninggal dunia akibat depresi berat dan hipotermia saat menantikan kepulangan putrinya di tengah cuaca dingin, sementara ibunya mengalami gangguan jiwa berat akibat trauma yang berkepanjangan.

Lee Dong-shik muda sempat ditangkap dan dituduh sebagai pelaku pembunuhan utama, sebuah stigma sosial destruktif yang terus melekat pada dirinya hingga 20 tahun kemudian, meskipun ia akhirnya dibebaskan karena ketiadaan bukti material yang mengikat. 

Dua puluh tahun kemudian, pada tahun 2021, Lee Dong-shik bekerja sebagai sersan polisi di Pos Polisi Subsektor Manyang. Kehidupannya yang diwarnai tingkah laku eksentrik, impulsif, dan cenderung "gila" mendadak berubah ketika Han Joo-won (Yeo Jin-goo), seorang detektif muda elitis dari Kepolisian Metropolitan Seoul, dipindahkan ke Manyang untuk menjadi atasan sekaligus mitranya.

Joo-won merupakan putra tunggal dari Han Ki-hwan (Cho Jin-ho), pejabat tinggi kepolisian yang berpeluang besar menjadi Kepala Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan. Kedatangan Joo-won ke Manyang bukanlah penugasan biasa, melainkan bagian dari investigasi rahasianya sendiri untuk membuktikan bahwa Dong-shik adalah pembunuh berantai yang bertanggung jawab atas hilangnya Lee Yu-yeon dan beberapa wanita lainnya. 

Kelebihan

Keunggulan dari "Beyond Evil" terletak pada kepiawaian Kim Soo-jin dalam menyusun skenario yang terbebas dari formula klise fiksi kriminal standar. Pada umumnya, drama misteri pembunuhan berantai menyimpan kartu as identitas pelaku hingga episode terakhir. Namun, "Beyond Evil" mengambil keputusan naratif yang berani dengan membalikkan struktur konvensional tersebut.

Penampilan Shin Ha-kyun sebagai Lee Dong-shik merupakan sebuah pencapaian akting yang luar biasa dalam sejarah televisi Korea Selatan. Shin berhasil mengeksekusi spektrum emosi yang sangat rumit, dari senyuman sinis yang mengerikan, menyeringai, hingga tatapan mata hampa yang mencerminkan duka menahun. 

Di sisi lain, Yeo Jin-goo memberikan penampilan yang matang dan seimbang sebagai Han Joo-won. Karakter Joo-won yang awalnya dingin, kaku, dan memegang teguh aturan hukum secara absolut mengalami perkembangan karakter yang sangat solid seiring berjalannya cerita.

Selain itu, berbeda dari serial kriminal pada umumnya yang sering kali mengeksploitasi penderitaan korban demi kepuasan sensasionalisme kejahatan, "Beyond Evil" menunjukkan rasa hormat dan empati yang mendalam terhadap para korban serta keluarga yang ditinggalkan. Drama ini secara cermat menggambarkan penantian tak berujung, penderitaan mental, dan stigma sosial yang dialami oleh keluarga korban hilang.

Kekurangan

Meskipun kualitas naskahnya sangat dipuji, namun gaya penceritaan slow-burn pada empat hingga lima episode pertama dapat menjadi hambatan aksesibilitas bagi sebagian penonton. Pengenalan karakter yang lambat, banyaknya dialog berbalas yang sarat subteks, serta manipulasi informasi yang membingungkan sengaja dirancang untuk memicu keraguan. 

Beberapa tokoh antagonis yang digambarkan memiliki kekuasaan politik mutlak dan kekayaan melimpah terkadang mengambil tindakan kejahatan secara langsung dan kotor, alih-alih mengoperasikannya melalui tangan ketiga atau eksekutor bayaran. Keterlibatan langsung figur berkuasa tinggi dalam tindakan kriminal berisiko tinggi ini sedikit menurunkan kadar realisme rasional yang telah dibangun dengan sangat kuat pada paruh pertama cerita. 

Bagi penonton yang mengharapkan adanya kembangan cerita romantis sebagai penyegar suasana di tengah drama kriminal yang berat, "Beyond Evil" secara tegas tidak menyediakannya. Meskipun terdapat dinamika emosional dan ikatan trauma yang kuat antara Lee Dong-shik dan Yoo Jae-yi, hubungan tersebut tetap dijaga pada ranah empati antarkorban tanpa berkembang menjadi hubungan romantis konvensional. 

Kesimpulan

"Beyond Evil" (2021) berdiri sebagai salah satu mahakarya terbaik dalam genre misteri thriller psikologis televisi Korea Selatan. Melalui kombinasi naskah yang terstruktur rapi dari Kim Soo-jin, penyutradaraan atmosferik Sim Na-yeon, serta pencapaian akting fenomenal dari Shin Ha-kyun dan Yeo Jin-goo, serial ini berhasil melampaui batasan hiburan prosedural standar. 

Pada akhirnya, kejayaan "Beyond Evil" terletak pada pesannya yang filosofis namun membumi mengenai integritas moral kemanusiaan. Dalam upaya mengejar keadilan di tengah kegelapan dan kejahatan yang melingkupi sistem, manusia sering kali diuji untuk tidak meniru metodologi destruktif dari monster yang dilawannya.

Dengan mengedepankan nilai empati terhadap korban serta penghormatan terhadap supremasi hukum, "Beyond Evil" tidak hanya menyajikan tontonan yang menegangkan dan mengasah kecerdasan pikiran, tetapi juga memberikan perenungan mendalam mengenai cara manusia menjaga kepulan cahaya kebaikan di tengah pekatnya kegelapan dunia.