Bagaimana kalau seorang anak SMA yang baru saja kena skorsing tiba-tiba menemukan surat misterius berisi tawaran untuk mengusut sebuah kasus? Kalau James Bond punya gadget canggih, koneksi internasional, dan kemampuan bertarung, Kosim punya keberanian, rasa percaya diri, serta satu modal yang tidak kalah penting. Yaitu nekat dulu, mikir belakangan.
Itulah awal kekacauan dalam James Bond Adeknya! karya Rudiyant. Novel komedi remaja ini menghadirkan kisah Abdul Kosim, siswa kelas 2-B SMA Srengseng yang dengan percaya diri mengaku sebagai adiknya James Bond. Diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama pada 2008, novel setebal 272 halaman ini bahkan menjadi Pemenang II Lomba Cerita Konyol Remaja 2008.
Isi Buku
Sejak halaman awal, pembaca sudah diajak mengenal karakter Kosim yang superpede, nekat, dan punya kemampuan luar biasa untuk meyakini bahwa dirinya selalu benar. Masalahnya, keberanian Kosim sering kali tidak sebanding dengan kemampuan berpikirnya.
Salah satu contohnya adalah ketika ia membuang daftar nilai matematika milik gurunya ke sungai. Alasannya sebenarnya cukup sederhana: Kosim takut ibunya mengetahui nilai matematikanya yang mengenaskan. Nilai tiga saja sudah dianggap pencapaian. Kalau sedang apes, angka nol juga bukan sesuatu yang asing.
Kosim kemudian membungkus tindakannya sebagai aksi heroik. Menurut versinya, ia sedang membela teman-temannya yang sama-sama lemah dalam matematika. Jadi, daripada dianggap murid bermasalah, ia lebih suka melihat dirinya sebagai pahlawan yang berani melawan ketidakadilan.
Sayangnya, pihak sekolah punya sudut pandang berbeda.
Kosim dipanggil ke ruang guru dan akhirnya mendapatkan hukuman skorsing selama satu minggu. Bukannya menjadi kesempatan untuk merenung, masa skorsing tersebut justru menjadi pintu menuju petualangan yang jauh lebih absurd.
Dalam perjalanan pulang, Kosim menemukan selembar surat. Isinya adalah tawaran untuk mengusut sebuah kasus. Bagi orang normal, mungkin surat misterius seperti itu perlu diperiksa dulu kebenarannya. Bagi Kosim, surat tersebut langsung dianggap sebagai “surat dari langit”.
Maka lahirlah karier baru: detektif. Masalah berikutnya adalah partner. Kosim ditemani Kipoy, sosok yang digambarkan sama konyolnya. Kalau Kosim terlalu percaya diri dan sok tahu, Kipoy justru punya cara berpikir yang tidak kalah bikin geleng-geleng kepala. Kombinasi keduanya bisa dibilang seperti memasangkan dua orang yang seharusnya tidak pernah diberi tugas serius.
Kasus yang mereka hadapi bukan perkara receh. Ada mafia, geng motor, penculikan, penyusupan, sampai transaksi mencurigakan. Semua elemen yang biasanya ada dalam cerita detektif serius justru dipelintir menjadi komedi. Adegan yang seharusnya menegangkan berubah menjadi kekacauan karena tingkah dua detektif abal-abal tersebut.
Belum selesai dengan kasus, muncul pula urusan asmara. Persaingan cinlok ikut masuk ke dalam cerita dan membuat situasi semakin tidak karuan. Kosim dan Kipoy bukan cuma harus memecahkan misteri, tetapi juga berhadapan dengan drama khas anak muda.
Kelebihan dan Kekurangan
Yang menarik, humor dalam James Bond Adeknya! banyak muncul dari cara Kosim melihat dirinya sendiri. Ia benar-benar percaya dirinya pemberani. Bahkan tindakan membuang daftar nilai dianggap sebagai pencapaian luar biasa yang mungkin belum akan terkalahkan selama bertahun-tahun.
Padahal dari perspektif pembaca, justru di situlah letak kelucuannya. Kosim punya kemampuan luar biasa untuk membuat kesalahan terdengar seperti prestasi.
Gaya bahasa yang digunakan Rudiyant juga terasa dekat dengan bahasa percakapan remaja. Narasinya spontan, santai, dan penuh celetukan. Pembaca seperti sedang mendengarkan seorang teman yang terlalu percaya diri menceritakan pengalaman paling absurd dalam hidupnya.
Di balik kekonyolannya, novel ini juga menyentil persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan pelajar: tekanan nilai, ketakutan menghadapi orang tua, hubungan dengan guru, dan keinginan untuk dianggap hebat oleh lingkungan sekitar.
Kosim mungkin tidak punya nilai matematika yang membanggakan. Ia bahkan sampai nekat membuang daftar nilai karena takut menghadapi ibunya. Namun, dari kekacauan itulah ia menemukan pengalaman baru, meski caranya benar-benar tidak masuk akal.
James Bond Adeknya! adalah parodi ringan tentang bagaimana dua anak muda yang sok jago justru bisa membuat perkara sederhana menjadi luar biasa rumit.
Ketika keberanian Kosim bertemu dengan kepolosan Kipoy, hasilnya cuma satu: misi berantakan, pembaca tertawa, dan dua “detektif” itu entah bagaimana selalu berhasil menyeret diri mereka sendiri ke masalah berikutnya.
Identitas Buku
- Judul: James Bond Adeknya
- Penulis: Rudiyant
- Editor: Irwan Nurwanto
- Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 2008
- Tebal: 272 halaman
- ISBN: 978-602-7906-03-7
Baca Juga
-
Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera
-
Bukit Premium Pasuruan: Negeri di Atas Awan Dekat Bromo yang Bikin Betah
-
Memantik Ide yang Mati Suri di Buku Boom! 8 Dinamit Kreativitas
-
Meminang Pujaan Hati dengan Kesiapan yang Mantap di Buku Aku, Kau dan KUA
-
Bad Hair Day Bikin Hidup Ikut Berantakan: Petualangan Andita di Hair-Quake!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Wajah Kemanusiaan di Tengah Kesenjangan Kelas dalam Film 'Parasite'
-
2,578.0 km: Saat Semesta Mengalahkan Itinerary Manusia Lewat Cinta Baru
-
Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus
-
Review BukuMelihat Diri Sendiri: Belajar Bercermin Sebelum Sibuk Menilai Orang Lain
-
Review Film Mutiny: Sinema Aksi Cepat Tanpa Basa-Basi yang Penuh Adrenalin!
Terkini
-
Bebas Kusam! Ini 5 Body Serum Efek Tone Up untuk Tampilan Kulit Cerah
-
Tone Deaf Bukan Sekadar Label: Politik Punya Andil Besar dalam Hidup Kita
-
Paradoks SDA Indonesia: Ketika Kekayaan Negeri Sendiri Menjadi Barang Mewah
-
Bye Bekas Jerawat! 4 Night Cream Arbutin Wajah Auto Glowing di Pagi Hari
-
Ongkos Sebuah Kegagalan: Mengapa Orang Dewasa Sulit Mencoba Hal Baru?