Bicara tentang senja, selama ini banyak orang yang mengidentikkannya dengan pemandangan indah di sore hari yang bisa kita nikmati bersama segelas kopi sembari mendengarkan lagu indie atau cerita tentang hari-hari yang berlalu. Kadang menyaksikan langit berwarna jingga kemerahan itu membuat hati terasa sedikit ringan. Apalagi setelah melewati pagi yang terasa menyiksa, siang yang penuh problematika, dan tidur malam yang tak tenang. Ketika hidup terasa begitu berat, terkadang kita bahkan bertanya-tanya apa atau siapa yang membuat kita masih bertahan sampai hari ini.
Pertanyaan tersebut mungkin akan terjawab melalui lagu Bersenja Gurau karya Raim Laode yang liriknya akan kita ulik bersama. Dalam lagu ini, Raim tidak memaknai senja seperti banyak orang. Definisi yang ia berikan tentang senja sebenarnya sederhana, tetapi entah kenapa, terasa relate dengan kehidupan kita.
"Banyak yang salah mengira. Senja bukan tentang kopi, lagu indie, dan cerita. Ku kasi tahu kepadamu: senja adalah hadiah pejalan kaki menjemput magribnya."
Begitulah Raim membuka lagunya kali ini. Makna senja di sini jauh lebih mendalam dari sekadar kopi, lagu indie, dan cerita. Lirik pembuka dari Bersenja Gurau seolah menjelaskan bahwa senja bisa menjadi simbol hadiah setelah perjalanan yang melelahkan. Ini sekaligus terasa seperti pesan untuk pendengar jika di dalam kehidupan yang begitu berat untuk dilalui tetaplah ada momen-momen indah yang layak untuk kita nikmati.
"Selalu ada pelangi pada setiap mendungnya. Setiap derita, ku kan ada slalu untukmu. Temani setiap derita, jadi pelukan ternyaman untukmu."
Ini bagian favorit saya. Satu bait lirik yang sederhana, tapi sangat indah dan penuh makna. Di dalamnya, seolah tersirat sebuah harapan. Bahwa mendung tidak selamanya berarti hujan. Begitu pula kesedihan yang tidak akan selamanya menetap di hidup kita. Mungkin hujan akan turun, tetapi itu bukan akhir dari cerita. Sebab setelah mendung, selalu ada kemungkinan pelangi kembali hadir.
Setelah menggambarkan makna senja sebagai hadiah dan memberikan harapan kebahagiaan yang selalu bisa hadir, lagu Bersenja Gurau seolah ingin menyampaikan bahwa keberadaan seseorang di sisi kita saat kesusahan bisa menjadi alasan untuk terus bertahan dan tak lagi merasa sendirian. Tentu, bukan sembarang orang, melainkan seseorang yang bisa membuat kita jujur dalam menyampaikan perasaan serta menjadi diri sendiri. Ia menjadi seseorang yang membuat perjalanan berat terasa sedikit lebih ringan.
"Jika sempit hidup ini, tidur selalu tak tenang, pagi selalu menyiksa. Semua akan baik saja."
Kalau sebelumnya tadi adalah bagian yang paling indah, lirik ini jadi yang paling relate dari keseluruhan lagu. Ketika seseorang sedang berada di fase terendah hidupnya, setiap hari dilalui dengan penuh sesak. Saat malam, ia kesulitan beristirahat dengan tenang, lalu saat pagi tiba, tubuh pun terasa begitu berat untuk bangkit dari tempat tidur. Menjalani hidup seolah seperti beban. Bahkan, ada kalanya menjalani satu hari lagi terasa seperti sesuatu yang sangat berat.
Meskipun demikian, ia masih ingin menemui pagi demi pagi di hari yang lain. Ada setitik harapan yang masih tersimpan dalam hati. Ia memang lelah, hidupnya memang berat, tetapi ia sama sekali tidak menyerah. Karena itu, kalimat selanjutnya "semua akan baik-baik saja" seolah menjadi afirmasi yang membantunya melalui semua proses itu.
Sesulit apapun hidup yang harus ia jalani sekarang, ia tidak harus melewati semuanya seorang diri. Ia masih memiliki seseorang yang berada di sisinya. Selain itu, ia juga masih punya Tuhan yang tak akan pernah meninggalkannya. Keyakinan itu tertanam dan menguatkan setiap langkah yang ia tapaki. Ia selalu mengingat janji Tuhan yang digambarkan Raim dalam lirik lagu ini: "Sebab Tuhan tlah berjanji: setelah sempit ada kemudahan. Kita milik-Nya. Semua telah tertulis dan akan kembali pada-Nya"
Sebuah janji yang termaktub dalam QS. Al-Insyirah ayat 5-6. Sebuah ayat yang seolah bukan sekadar menjadi janji-Nya saja, tetapi sekaligus jadi pengingat bagi kita bahwa roda kehidupan terus berputar. Tidak ada kesulitan yang abadi, begitu pula dengan kemudahan atau pun kebahagiaan.
Sebelum mengulang bagian reff, Raim menutup bait ini dengan kalimat: "Kita semua milik-Nya. Semua telah tertulis dan akan kembali pada-Nya." Kalimat sederhana yang menyiratkan makna bahwa dalam hidup ini memang ada hal-hal yang berada di luar kendali. Sebisa mungkin, kita berusaha menerimanya. Namun, sekeras apapun upaya yang kita lakukan untuk semua hal di hidup ini, kita tetap perlu berserah kepada-Nya.
Secara keseluruhan, Bersenja Gurau bukan hanya lagu yang mengingatkan kita bahwa hari esok mungkin akan lebih baik. Lebih dari itu, setiap liriknya menjadi pengingat bahwa kita tidak harus menghadapi masa sulit seorang diri. Mungkin ada seseorang yang menemani perjalanan kita, meski hanya melalui doa-doa yang ia panjatkan. Dan di atas semuanya, kita masih memiliki Tuhan sebagai tempat bersandar sekaligus tempat kembali.
Baca Juga
-
Harganya Bikin Mikir Dua Kali, Kenapa Kafe Estetik Tetap Banyak Diminati?
-
Bukan Kesepian, Solo Date Bisa Menjadi Cara Seseorang Menikmati Jeda Bersama Diri Sendiri
-
6 Rekomendasi Drakor dengan Tokoh Utama yang Menyimpan Rahasia
-
Scrolling saat Istirahat, Bisakah Menjadi Bentuk Jeda yang Kita Butuhkan?
-
Four Hands, Two Sonatas: Ketika Sahabat Menjadi Rival dalam Meraih Mimpi
Artikel Terkait
-
Nyawa Baru di Balik 'Risalah Hati' Yura yang Bikin Pendengar Ikut Galau
-
Rilis 2 Lagu Baru, Krishna Sakti Bawa Pesan Bangkit dan Perdamaian
-
Changmin TVXQ Abadikan Perjuangan Hidup Lewat Album Terbaru, All Of My Life
-
Ketika Jatuh Cinta Berubah Jadi Dilema: Menyelami Kepedihan 'I LIKE U' Karya NIKI
-
Lebih Dewasa! NCT Wish Ungkap Pertumbuhan Musikalitas di Album Baru, I SPY
Ulasan
-
Review Film Idiots: Cerita Seru Dua Pria Mengawal Remaja Penuh Masalah!
-
Mengenal Perjalanan Ibnu Sina, Sang Ilmuwan Bidang Kedokteran dan Filsafat
-
Di Balik Tragedi Attack on Titan: Mengurai Dilema Kebebasan Eren Yeager
-
Review Love Story: Saat Nama Kennedy Terlalu Besar bagi Sebuah Cinta
-
Dialog Indonesia dan Masa Depan: Antara Modernisasi vs Kemanusiaan
Terkini
-
Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti
-
Bye Jerawat! 4 Toner Succinic Acid Solusi Bersihkan Pori-Pori secara Lembut
-
Beraroma seperti Dessert Lezat! 5 Parfum Gourmand Murah di Bawah Rp100 Ribu
-
Mengintip Dapur Redaksi Suara.com: Saat Anak-Anak SD VIS School Belajar Jadi Jurnalis Cilik!
-
Sering Terlupakan, 3 Serealia Lokal Ini Bisa Jadi Pengganti Gandum