Lintang Siltya Utami | Tarassa Q.
Deadpool & Wolverine (IMDb)
Tarassa Q.

Deadpool & Wolverine merupakan film superhero Marvel yang dirilis pada 2024 dan menjadi bagian ke-34 dari Marvel Cinematic Universe (MCU). Film ini melanjutkan kisah dari Deadpool (2016) dan Deadpool 2 (2018), sekaligus mempertemukan dua karakter ikonik Marvel dalam satu petualangan lintas semesta.

Shawn Levy bertindak sebagai sutradara, sementara skenarionya dikerjakan oleh Rhett Reese, Paul Wernick, Zeb Wells, Ryan Reynolds, dan Shawn Levy. Ryan Reynolds kembali menjadi Wade Wilson alias Deadpool, sedangkan Hugh Jackman menghidupkan kembali Wolverine. Film ini juga menghadirkan sejumlah karakter dari dunia X-Men dan Marvel, termasuk Colossus, Vanessa, X-23, Blind Al, Dopinder, Negasonic Teenage Warhead, Cassandra Nova, dan Elektra.

Kehidupan Wade Berubah karena Ancaman TVA

Deadpool & Wolverine (IMDb)

Setelah meninggalkan kehidupan sebagai Deadpool, Wade Wilson mencoba menjalani hari-hari yang lebih sederhana dengan bekerja sebagai penjual mobil. Namun, ketenangan tersebut tidak berlangsung lama. Ia tiba-tiba berurusan dengan Time Variance Authority (TVA), organisasi yang mengawasi berbagai garis waktu.

Seorang petinggi TVA bernama Mr. Paradox memberi tahu Wade bahwa realitas tempat tinggalnya sedang berada dalam bahaya. Penyebabnya berkaitan dengan Logan, sosok yang memiliki peran penting sebagai anchor being bagi semestanya. Kematian Logan membuat realitas tersebut perlahan kehilangan kestabilannya.

Alih-alih menerima kenyataan itu, Wade mencari cara untuk menyelamatkan dunianya. Ia kemudian berusaha menemukan Wolverine dari realitas lain. Masalahnya, Wolverine yang ditemuinya bukanlah sosok yang mudah diajak bekerja sama. Dari sinilah perjalanan penuh kekacauan mereka dimulai.

Wade akhirnya mengambil tindakan nekat dengan menggunakan perangkat perjalanan waktu untuk menjelajahi berbagai realitas. Bersama Wolverine, ia justru terseret ke The Void, tempat yang menjadi semacam pembuangan bagi berbagai hal yang tidak lagi dibutuhkan oleh sistem multiverse.

Di tempat tersebut, mereka berhadapan dengan Cassandra Nova, mutan dengan kemampuan telepati luar biasa dan ambisi besar untuk menguasai keadaan. Ancaman tersebut membuat Deadpool dan Wolverine tidak punya pilihan selain mencari bantuan.

Mereka kemudian bertemu dengan kelompok karakter dari berbagai latar belakang, termasuk Elektra dan X-23. Pertemuan tersebut menjadi salah satu bagian menarik film karena memperlihatkan sejumlah karakter lama dalam suasana baru. Alih-alih hanya mengandalkan kemampuan masing-masing, mereka harus mengesampingkan ego dan bekerja sebagai sebuah tim.

Konflik akhirnya berkembang menjadi ancaman terhadap keberadaan semesta Wade. Deadpool dan Wolverine harus menghadapi berbagai persoalan sekaligus, termasuk rencana Mr. Paradox dan kekuatan Cassandra Nova. Pertarungan mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik. Cassandra memiliki kekuatan mental yang membuat pertarungan menjadi jauh lebih berbahaya. Deadpool dan Wolverine pun harus menemukan cara untuk mengalahkan musuh tanpa kehilangan tujuan utama mereka.

Pada akhirnya, keduanya berhasil menghentikan ancaman yang mengancam realitas Wade. Kekacauan yang muncul akibat pertemuan berbagai garis waktu perlahan dapat diperbaiki. Hubungan Deadpool dan Wolverine yang awalnya dipenuhi pertengkaran justru menjadi kunci keberhasilan mereka.

Adegan Pembuka yang Langsung Membekas

Deadpool & Wolverine (IMDb)

Bagi saya, salah satu bagian paling berkesan dari Deadpool & Wolverine muncul sejak awal film. Deadpool tampil menari dengan gerakan energik bergaya pop and lock sambil menghadapi agen-agen TVA. Adegan tersebut terasa semakin ikonik karena diiringi lagu “Bye Bye Bye” milik NSYNC.

Perpaduan koreografi, aksi brutal, humor khas Deadpool, dan lagu yang sangat dikenal membuat pembuka film terasa sulit dilupakan. Adegan tersebut juga seperti memberikan gambaran bahwa film ini memang tidak berniat menjadi film superhero yang terlalu serius. Deadpool sendiri merupakan karakter Marvel favorit saya karena kepribadiannya terasa berbeda dibandingkan kebanyakan pahlawan super lainnya. Ia bisa bertingkah konyol, berbicara seenaknya, memecahkan suasana serius dengan lelucon, tetapi tetap memiliki sisi emosional yang kuat.

Sayangnya, saya justru menonton Deadpool & Wolverine lebih dahulu sebelum mengikuti serial Loki. Akibatnya, ketika TVA dan konsep garis waktu mulai diperkenalkan, saya belum benar-benar memahami keterkaitannya dengan cerita dalam serial tersebut. Setelah menonton Loki, barulah beberapa konsep dalam film ini terasa lebih mudah dipahami.

Di balik aksi dan komedinya, film ini sebenarnya membawa pesan tentang berdamai dengan masa lalu. Wolverine diperlihatkan sebagai seseorang yang masih dibayangi kegagalan dan keputusan buruk yang pernah dibuatnya. Namun, film ini menegaskan bahwa masa lalu tidak harus menjadi penentu kehidupan seseorang selamanya.

Hubungan Deadpool dan Wolverine juga menunjukkan pentingnya kerja sama. Keduanya memiliki karakter yang bertolak belakang, tetapi perbedaan tersebut justru membuat mereka saling melengkapi. Sementara itu, perjalanan Wade memperlihatkan bahwa seseorang bisa menemukan kembali arti hidup ketika mulai memikirkan orang-orang yang benar-benar berarti baginya. Kepedulian terhadap orang lain membuat Wade tidak lagi sekadar bertindak demi dirinya sendiri.

Pada akhirnya, Deadpool & Wolverine bukan hanya tontonan tentang perkelahian antarsemesta. Film ini juga menjadi cerita mengenai penebusan, penerimaan diri, persahabatan, dan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Dengan humor khas Deadpool, aksi Wolverine, serta permainan konsep multiverse yang liar, film ini berhasil menghadirkan hiburan yang menghibur sekaligus menyentuh. Penilaian pribadi dari saya 8/10 untuk film ini.