Insiden yang mengecewakan kembali terjadi pada Fabio Quartararo di sesi sprint race MotoGP Aragon 2026 kemarin (29/08/26), dia harus gagal finis akibat motor M1-nya yang mengeluarkan asap tebal.
Pada putaran keenam, Fabio tiba-tiba melaju pelan dan menepi dari barisan, knalpot motornya mengeluarkan asap yang menandakan ada masalah teknis.
Hal ini pun memaksa Fabio mengakhiri balapan lebih awal, setelah sebelumnya start dari posisi 17. Menurut pengakuannya, motornya terasa bergetar lebih hebat dan warna pada dasbornya berubah-ubah sebelum asap tebal itu mengepul.
“Motor saya mulai bergetar lebih hebat, atau lebih tepatnya, ada pohon Natal di dasbor, warnanya merah, kuning, ungu, hijau, merah, kuning, ungu,” ujar Fabio Quartararo, dilansir dari laman MotoGP News.
Tanda-tanda ini membuat pembalap asal Prancis tersebut tahu bahwa motornya akan segera meledak. Namun, dia tetap tidak mengetahui secara pasti apa penyebab kerusakan pada mesin yang dia gunakan.
“Saya tidak tahu apa penyebabnya, tetapi menurut saya mudah untuk mengetahui bahwa ada sesuatu yang rusak. Sejak awal, saya kehilangan kecepatan; saya merasakan sesuatu yang aneh, dan kemudian di lintasan lurus saya bisa merasakan performa mesin mulai menurun, jadi saya tahu bahwa cepat atau lambat mesin itu akan meledak," tambahnya.
Yamaha, sebagai tim yang termasuk dalam kelompok konsesi D, diperbolehkan menggunakan 10 mesin dalam satu musim, dua lebih banyak dibandingkan tim lain yang berada di kelompok konsesi A, B, atau C.
Untuk mesin yang digunakan Fabio kemarin, dia mengaku tidak mengetahui itu mesin yang ke berapa dan hanya merasa bahwa tidak banyak yang tersisa untuk beberapa seri di penghujunh musim ini.
“Sejujurnya, saya tidak tahu berapa banyak mesin yang kami miliki, tetapi saya rasa kami tidak memiliki banyak yang tersisa," katanya.
Hal-hal semacam ini telah berkali-kali dialami Fabio dalam beberapa musim terakhir dan itu membuatnya merasa frustrasi, peralihan ke mesin V4 yang sepenuhnya baru pada tahun 2026 ini nyatanya hanya membuat merek tersebut semakin tertinggal dari para pesaingnya.
Setelah memberi kesempatan untuk Yamaha dengan menandatangani kontrak selama dua tahun pada tahun 2024 lalu, sepertinya Fabio kini sudah benar-benar kehabisan kesabaran.
Terbukti dia langsung mencari tim baru dan membuat kesepakatan, Honda menjadi tim yang dia pilih untuk berlabuh di tahun 2027 mendatang.
Kendati demikian, Fabio tetap berterima kasih pada Yamaha tentang apa yang telah mereka lalui selama hampir 7 tahun bersama.
Fabio Quartararo adalah satu-satunya pembalap Yamaha yang berhasil membawa meraih gelar juara dunia dalam satu dekade terakhir, setelah sebelumnya Jorge Lorenzo pada tahun 2015.
Jadi, bagaimanapun Fabio dan Yamaha adalah keluarga, hanya saja performa yang tak kompetitif ini membuat juara dunia 2021 tersebut ingin menemukan jalan yang baru.
“Dalam hal ini, terutama untuk motornya. Saya menghabiskan seluruh karier saya di MotoGP bersama Yamaha. Tentu saja, saya sangat senang dan berterima kasih kepada Yamaha," ujarnya.
Insiden di Aragon ini kembali menjadi pengingat bahwa perjalanan Fabio Quartararo bersama Yamaha belum sepenuhnya selesai.
Meski sudah memastikan diri hengkang ke Honda pada 2027, Fabio masih memiliki sisa musim yang harus dijalani bersama Yamaha dan tentu ingin menutup babak tersebut dengan hasil sebaik mungkin.
Kini, harapannya bukan hanya Yamaha mampu menemukan penyebab kerusakan mesin yang membuatnya gagal finis di sprint race GP Aragon, tapi juga memberikan motor yang lebih kompetitif agar di akhir musim nanti Fabio bisa menampilkan yang terbaik sebelum meninggalkan tim yang telah membesarkan namanya.
Baca Juga
-
Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez
-
Aragon Menanti Marc Marquez: Mampukah Sang Raja Kembali Berjaya?
-
Tidak Semua Bentuk Tubuh Cocok dengan Celana Cutbray, Mitos atau Fakta?
-
Dua Tahun Meredup Bersama KTM, Enea Bastianini Bakal Bangkit di Trackhouse?
-
Dari Lasagna Kimpul hingga Cheesecake Ubi: Modernisasi Pangan Lokal Agar Tak Sekadar Alternatif
Artikel Terkait
-
Jadwal MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Kejar Hattrick, Aprilia Mengintai!
-
Muak! Fabio Quartararo Tak Nikmati Balapan di Musim Terakhir Bersama Yamaha
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
-
Nyesek! Fabio Quartararo Ternyata Bukan Pilihan Utama Honda untuk Direkrut
Hobi
-
Sebelum Remaster Rilis, Toy Story 3 Akan Dihapus dari Xbox
-
Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez
-
Aragon Menanti Marc Marquez: Mampukah Sang Raja Kembali Berjaya?
-
Kangkangi Thailand di Final ASEAN Cup 2026, Kesuksesan Vietnam Buktikan Bobroknya Liga Indonesia
-
Tuntas Sudah 26 Tahun Menanti! Jonatan Christie Resmi Kuasai Peringkat 1 Dunia BWF
Terkini
-
Perempuan dan Beauty Fatigue: Saat Tren Kecantikan Mulai Terasa Melelahkan
-
Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?
-
Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026
-
Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z
-
Masjid Al-Alawi Banjarmlati, Sokoguru Penjaga Jejak Arsitektur Jawa Kediri