Game open world di perangkat mobile bukan lagi sesuatu yang terdengar mustahil. Perkembangan teknologi smartphone membuat pengalaman bermain dengan dunia luas, kendaraan, karakter yang dapat dikustomisasi, hingga permainan multiplayer semakin mudah ditemukan. Salah satu judul yang mencoba menawarkan pengalaman tersebut adalah Gangstar Mirage City: Online.
Dikembangkan dan diterbitkan oleh Level Infinite dengan lisensi resmi Gameloft, game ini membawa pemain ke Mirage City, sebuah kota terbuka yang dipenuhi aktivitas, misi, kendaraan, persaingan antarkelompok, serta berbagai aktivitas multiplayer. Game ini sendiri mendapatkan perhatian karena menawarkan pengalaman yang mengingatkan pada game open world kriminal populer di konsol dan PC.
Lalu, apakah Gangstar Mirage City benar-benar mampu memberikan pengalaman open world yang memuaskan di perangkat mobile?
Jawabannya: cukup menarik, tetapi masih membutuhkan banyak penyempurnaan.
Hal pertama yang langsung mencuri perhatian adalah visual. Mirage City terlihat cukup detail untuk ukuran game mobile. Lingkungan kota, kendaraan, karakter, dan berbagai elemen dunia dibuat dengan pendekatan visual yang relatif realistis. Tidak mengherankan jika banyak pemain memberikan respons positif terhadap tampilan grafisnya. Beberapa ulasan pemain bahkan menyebut visual sebagai salah satu keunggulan terbesar game ini.
Namun, grafis bagus tentu bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah game.
Kekuatan berikutnya terletak pada konsep dunia terbukanya. Pemain tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan satu aktivitas secara terus-menerus. Ada misi cerita, kendaraan yang dapat dikoleksi, aktivitas bersama kru, balapan, hingga mode PvP kasual. Kehadiran berbagai aktivitas tersebut membuat Mirage City terasa seperti sebuah dunia yang terus bergerak.
Bagian cerita juga cukup menjanjikan. Misi yang beragam membuat pemain memiliki alasan untuk terus kembali ke permainan. Berdasarkan sejumlah ulasan pemain, cerita dan variasi misi menjadi salah satu aspek yang dianggap menarik. Ini penting karena game open world akan cepat terasa kosong apabila dunia yang luas hanya dipenuhi tempat untuk berjalan-jalan tanpa aktivitas berarti.
Menariknya lagi, aspek multiplayer menjadi bagian penting dari identitas game ini. Pemain dapat membentuk atau bergabung dengan crew dan menjalankan aktivitas bersama. Konsep tersebut membuat pengalaman bermain terasa lebih sosial dibandingkan game open world yang sepenuhnya berfokus pada pengalaman pemain tunggal.
Meski begitu, multiplayer juga menjadi pedang bermata dua. Beberapa pemain menilai sejumlah aktivitas terasa terlalu bergantung pada kerja sama dengan pemain lain. Bagi mereka yang lebih nyaman bermain sendiri, kondisi ini bisa membuat pengalaman menjadi kurang menyenangkan. Artinya, pengembang perlu mencari keseimbangan agar pemain solo maupun pemain yang menyukai multiplayer sama-sama mendapatkan pengalaman yang memuaskan.
Masalah lain datang dari aspek teknis. Beberapa pemain mengeluhkan kontrol, animasi, kendaraan, dan optimalisasi. Ada pula komentar mengenai tampilan yang terkadang kurang tajam serta antarmuka yang dapat mengganggu visibilitas. Keluhan seperti ini memang wajar muncul pada game open world yang membawa dunia cukup besar ke perangkat mobile, tetapi tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pengembang.
Menurut saya, hal tersebut justru menjadi tantangan terbesar Gangstar Mirage City. Game ini terlihat memiliki ambisi besar, tetapi ambisi tersebut harus diimbangi dengan optimalisasi yang matang. Dunia yang luas dan grafis menarik akan terasa percuma jika kontrol atau performanya membuat pemain kesulitan menikmati permainan.
Di sisi lain, game ini masih mempunyai peluang berkembang. Pembaruan terbaru menunjukkan bahwa pengembang terus menambahkan fitur, termasuk sistem Notoriety untuk aktivitas PvP, kustomisasi karakter, emote, hingga Director Mode. Artinya, Mirage City bukan proyek yang berhenti setelah dirilis, melainkan masih terus dikembangkan.
Bagi saya, Gangstar Mirage City adalah game yang menarik justru karena potensinya. Ia belum menjadi game open world mobile yang sempurna, tetapi fondasinya sudah cukup kuat. Visual menjadi daya tarik utama, dunia terbuka memberikan kebebasan, sementara sistem multiplayer menawarkan pengalaman berbeda bagi pemain yang ingin bermain bersama teman.
Sayangnya, masalah kontrol, animasi, optimalisasi, dan ketergantungan terhadap multiplayer pada aktivitas tertentu membuat pengalaman tersebut belum sepenuhnya maksimal.
Pada akhirnya, Gangstar Mirage City terasa seperti sebuah awal dari sesuatu yang lebih besar. Game ini tidak harus langsung sempurna untuk menarik perhatian. Yang terpenting adalah bagaimana pengembang mendengarkan masukan pemain dan terus memperbaiki pengalaman bermain.
Rating personal: 4.5/5
Gangstar Mirage City punya kota yang menarik untuk dijelajahi dan fondasi gameplay yang menjanjikan. Jika berbagai masalah teknisnya berhasil diperbaiki, game ini berpotensi menjadi salah satu pengalaman open world mobile yang semakin solid ke depannya.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan
Terkini
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan
-
Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu