Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster serial Crew Girl (IMDb)
Ryan Farizzal

Crew Girl merupakan serial drama remaja Kanada bergenre sports drama dan coming-of-age yang tayang perdana di Netflix pada 10 September 2026. Seluruh delapan episode dirilis secara bersamaan dan tersedia untuk streaming di wilayah Indonesia sejak tanggal tersebut.

Serial ini dapat ditonton kapan saja melalui platform Netflix di Indonesia, termasuk melalui langganan standar maupun paket dengan iklan. Hingga pertengahan September 2026, serial ini sempat menempati posisi tinggi dalam daftar serial teratas di Indonesia.

Pembuktian Diri Atlet Dayung di Tengah Ketimpangan

Salah satu adegan di serial Crew Girl (IMDb)

Serial ini mengikuti perjalanan Teagan Tao (diperankan oleh Miku Martineau), seorang atlet dayung tunggal (single sculls) berbakat berusia 16 tahun. Kehidupannya berubah drastis setelah ayahnya terlibat skandal penipuan finansial yang besar. Teagan dan ibunya, Ella (Jessica Paré), terpaksa meninggalkan kehidupan nyaman di Los Angeles dan pindah ke kota kecil di pantai timur Amerika Serikat, tempat ibu Teagan dibesarkan.

Di sekolah prestisius Easton Prep yang baru saja menjadi co-ed, Teagan tidak menemukan tim dayung putri. Satu-satunya cara untuk tetap berhubungan dengan olahraga yang dicintainya adalah menjadi coxswain (juru mudi) bagi tim dayung putra varsity yang kacau dan penuh konflik internal.

Premis ini menggabungkan elemen rivalitas olahraga, adaptasi sosial, dinamika keluarga, dan segitiga cinta yang khas serial remaja Netflix. Teagan harus menghadapi penolakan awal dari anggota tim yang didominasi anak-anak dari keluarga kaya, termasuk kapten arrogant Josh Regis (Samuel Braun) dan Cam Dillinger (Kyle Clark), atlet berbakat dari latar belakang lebih sederhana. Hubungan Teagan dengan kedua tokoh tersebut berkembang menjadi ketegangan romantis yang rumit, sementara ia juga berjuang membangun kembali hubungan dengan ibunya dan menghadapi konsekuensi skandal ayahnya.

Review Serial Crew Girl

Salah satu adegan di serial Crew Girl (IMDb)

Dari sisi produksi, Crew Girl menampilkan sinematografi yang memukau, terutama pada adegan dayung di perairan yang ditangkap dengan drone dan kamera yang dinamis. Pelatihan intensif yang dijalani para pemeran, termasuk sesi dengan atlet profesional, memberikan kredibilitas pada gerakan dan ritme dayung. Pemeranan Miku Martineau sebagai Teagan cukup meyakinkan dalam menggambarkan ketangguhan sekaligus kerentanan seorang remaja yang kehilangan stabilitas hidup.

Samuel Braun dan Kyle Clark berhasil menampilkan kontras karakter yang jelas: Josh sebagai figur privileged yang penuh tekanan keluarga, dan Cam sebagai underdog yang bekerja keras. Jessica Paré memberikan nuansa emosional yang stabil sebagai ibu yang berusaha melindungi putrinya sambil menata ulang hidup mereka.

Namun, serial ini tidak lepas dari kritikku ya, Sobat Yoursay. Dialognya terkadang terasa kaku dan tema yang diangkat cenderung repetitif, dengan pola konflik remaja yang sudah familiar. Realisme dunia dayung kompetitif tingkat sekolah juga sering dikorbankan demi drama personal. Meskipun demikian, buat kamu yang menyukai serial seperti The Summer I Turned Pretty atau drama olahraga remaja lainnya, Crew Girl menawarkan hiburan ringan dengan pace yang cukup cepat dan konflik yang relatif mudah diikuti dalam satu kali tonton.

Salah satu adegan paling dramatis terjadi menjelang dan pada bagian akhir musim. Pengungkapan kondisi kesehatan serius Josh (hypertrophic cardiomyopathy) yang ia rahasiakan, disertai keputusan sulit terkait posisinya di perahu, menciptakan ketegangan emosional yang tinggi. Momen ketika ayah Teagan muncul kembali secara tiba-tiba, membawa penawaran yang rumit, lalu ditangkap oleh pihak berwenang di depan putrinya, menambah lapisan konflik keluarga yang intens.

Adegan lomba terakhir di Haverford Cup, di mana tim harus menghadapi berbagai tantangan internal sekaligus tekanan eksternal, menjadi puncak ketegangan olahraga yang kuat. Keputusan Coach Hayden yang berisiko dan konsekuensinya juga mempertegas tema integritas versus ambisi.

Adegan yang paling berkesan buatku adalah proses integrasi Teagan sebagai coxswain yang berhasil menyatukan tim yang sebelumnya terpecah-belah. Momen-momen di mana ia memberikan instruksi dengan tegas, membangun kepercayaan, dan menyaksikan sinkronisasi dayung yang semakin baik memberikan kepuasan emosional yang tulus.

Sentuhan romantis di boathouse pada bagian penutup, diiringi pengumuman pembentukan tim dayung putri, meninggalkan kesan terbuka yang mengundang spekulasi. Kombinasi antara pencapaian olahraga, perkembangan karakter, dan ketegangan interpersonal tersebut membuat serial ini terasa lebih berbobot daripada sekadar drama remaja biasa.

Secara keseluruhan, Crew Girl berhasil menyajikan kisah tentang ketahanan, kepemimpinan, dan pencarian identitas di tengah tekanan sosial serta keluarga. Meskipun tidak sepenuhnya orisinal, serial ini menawarkan visual yang menarik, chemistry pemeran yang memadai, dan tema olahraga yang relatif jarang digarap di ruang YA drama.

Dengan total delapan episode berdurasi sekitar 40–45 menit masing-masing, serial ini cocok untuk ditonton dalam beberapa sesi atau sekali duduk. Status musim kedua belum diumumkan secara resmi, namun akhir musim pertama menyisakan cukup banyak benang merah yang berpotensi dilanjutkan. Buat kamu yang mencari hiburan ringan namun tetap emosional di Netflix, Crew Girl layak dipertimbangkan. Rating pribadi: 7.8/10.