Lintang Siltya Utami | Agustian Pamungkas
Film Korea terbaru, Hope. (IMDb)
Agustian Pamungkas

Hope merupakan film Korea bergenre sci-fi thriller yang ditulis dan disutradarai Na Hong-jin. Film ini tayang di bioskop Indonesia sejak 9 September 2026. Film berdurasi 156 menit ini dibintangi Hwang Jung-min sebagai Beom-seok, Zo In-sung sebagai Seong-gi, dan Hoyeon sebagai Seong-ae. Ada pula aktor Hollywood seperti Michael Fassbender, Alicia Vikander, dan Taylor Russell yang ikut bergabung dalam jajaran pemain.

Cerita Hope mengambil latar di Hopo Port, sebuah desa pesisir terpencil yang berada dekat zona demiliterisasi Korea. Kehidupan warga berubah setelah muncul penemuan misterius di sekitar desa. Awalnya mereka mengira ada harimau yang berkeliaran, tetapi ancaman yang sebenarnya jauh lebih aneh karena berkaitan dengan makhluk asing yang belum pernah mereka temui sebelumnya.

Kejadian bermula ketika Beom-seok, kepala pos kepolisian setempat, menerima laporan mengenai seekor sapi yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah jalan pedesaan. Warga menduga hewan tersebut diserang harimau sehingga beberapa orang mulai bersiap mencari keberadaan binatang tersebut. Beom-seok ikut turun tangan untuk menyelidiki kejadian itu bersama Seong-ae, polisi yang bertugas di daerah tersebut.

Di sisi lain, Seong-gi bersama sejumlah pemuda desa memilih masuk ke kawasan pegunungan untuk mencari sumber ancaman. Mereka awalnya masih menganggap apa yang terjadi sebagai masalah yang bisa diatasi dengan cara biasa. Namun, situasi berubah ketika mereka mulai berhadapan dengan sesuatu yang bentuk dan kemampuannya berada di luar pemahaman mereka.

Beom-seok juga akhirnya mengalami sendiri betapa berbahayanya makhluk tersebut. Warga yang awalnya hanya ingin mencari tahu apa yang terjadi kemudian dipaksa menghadapi situasi yang semakin kacau. Mereka mulai membentuk kelompok pertahanan dan berusaha menggunakan berbagai cara untuk melindungi desa dari serangan makhluk asing yang terus mengancam.

Seiring kejadian berlangsung, rasa takut dan kepanikan mulai memengaruhi keputusan para warga. Beom-seok, Seong-gi, dan Seong-ae harus menghadapi ancaman tersebut sambil berusaha memahami apa sebenarnya makhluk yang mereka hadapi. Hubungan antarwarga juga ikut diuji karena setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi bahaya yang datang.

Ketika ancaman semakin sulit dikendalikan, Hopo Port berubah menjadi medan pertarungan antara manusia dan makhluk asing. Warga yang sebelumnya menjalani kehidupan biasa kini harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah serangan yang tidak mereka pahami. Hope kemudian membawa kisah tersebut semakin jauh dengan memperlihatkan bagaimana manusia bereaksi ketika berhadapan dengan sesuatu yang berada di luar kendali mereka.

Ulasan Film Hope

Film Hope (2026) garapan sutradara Na Hong-jin ini ceritanya keren banget. Dalam satu jam pertama, atmosfernya kerasa kayak film thriller kriminal pedesaan Korea yang pekat, suram, dan penuh kabut. Tensi ketegangan langsung naik sejak penemuan bangkai hewan yang tercabik-cabik di jalanan. Jujur, aku sempat dibuat merinding pas melihat rombongan pemburu lokal mulai masuk ke dalam hutan yang gelap gulita untuk melacak pelakunya.

Tapi kejutan aslinya baru kelihatan di pertengahan cerita saat genrenya mendadak berubah jadi fiksi ilmiah. Begitu monster raksasa misterius itu menampakkan diri, fokus filmnya bergeser total ke arah teror invasi alien berskala besar. Kehadiran pesawat ruang angkasa raksasa ditambah kemunculan mendadak aktor Hollywood seperti Michael Fassbender dan Alicia Vikander benar-benar jadi plot twist yang di luar dugaan. Perubahan dari konflik lokal menjadi ancaman global ini untungnya didukung oleh visual CGI yang rapi.

Meskipun akting Hwang Jung-min dan Zo In-sung sebagai pemeran utama tampil sangat natural, film ini menyisakan catatan yang bikin geregetan. Keputusan sutradara memotong alur cerita demi menyiapkan sekuel (Hope 2) membuat paruh akhir filmnya terasa agak buru-buru. Pas lagi seru-serunya konflik memuncak, filmnya malah langsung habis begitu saja. Akhir cerita yang menggantung ini membuat perasaanku campur aduk antara kagum dan penasaran setengah mati.

Secara keseluruhan, gabungan antara ketakutan yang dirasakan para karakter dengan kemegahan fiksi ilmiah ala Barat bikin film ini punya identitas yang unik.