Ted Lasso Season 1, yang dirilis pada 14 Agustus 2020 di Apple TV+, merupakan serial komedi olahraga yang berhasil menggabungkan humor ringan, optimisme yang tulus, dan kedalaman emosional dengan cara yang mengesankan. Serial ini dibintangi oleh Jason Sudeikis sebagai Ted Lasso, seorang pelatih sepak bola Amerika yang tidak berpengalaman dalam sepak bola Inggris, namun diangkat menjadi manajer AFC Richmond, sebuah klub Premier League yang sedang mengalami masa sulit. Premis yang sederhana ini berkembang menjadi kisah yang hangat tentang pertumbuhan pribadi, persahabatan, dan makna kesuksesan sejati.
Kisah Optimisme Ted Menaklukkan Richmond
Cerita dimulai ketika Rebecca Welton (Hannah Waddingham), pemilik baru klub yang baru saja bercerai, mempekerjakan Ted dengan niat tersembunyi untuk menghancurkan tim sebagai balas dendam terhadap mantan suaminya. Ted tiba di Inggris bersama asistennya, Coach Beard (Brendan Hunt), membawa semangat tanpa batas, kebiasaan membuat biskuit, dan keyakinan bahwa setiap orang dapat menjadi versi terbaik dari dirinya. Ia menghadapi penolakan dari para pemain, termasuk kapten yang keras kepala Roy Kent (Brett Goldstein) dan bintang egois Jamie Tartt (Phil Dunster), serta dari media dan penggemar yang skeptis.
Sepanjang sepuluh episode, serial ini secara bertahap memperkenalkan karakter-karakter pendukung yang kaya dimensi. Keeley Jones (Juno Temple) memberikan energi ceria dan kejujuran emosional. Nathan Shelley (Nick Mohammed) berkembang dari staf gudang yang pemalu menjadi sosok yang lebih percaya diri.
Higgins (Jeremy Swift) menampilkan kesetiaan yang lembut. Sementara itu, Ted sendiri menghadapi tantangan pribadi, termasuk jarak dengan keluarganya di Amerika. Penulisan naskah yang cerdas memungkinkan humor situasional berdampingan dengan momen introspeksi, tanpa terasa dipaksakan.
Review Serial Ted Lasso Season 1
Tema utama Season 1 mencakup optimisme sebagai kekuatan, pentingnya kerentanan, dan redefinisi maskulinitas. Ted mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses. Serial ini juga mengkritik budaya kemenangan semata dan menekankan bahwa keberhasilan sejati terletak pada perkembangan karakter individu. Aktor-aktornya memberikan penampilan yang konsisten dan meyakinkan. Sudeikis berhasil membuat Ted terasa autentik dan tidak berlebihan, sementara Waddingham dan Goldstein memberikan nuansa emosional yang mendalam pada karakter mereka.
Secara keseluruhan, serial ini menawarkan hiburan yang menyegarkan di tengah suasana yang sering kali sinis, sekaligus menyampaikan pesan-pesan yang relevan tentang kesehatan mental dan hubungan antarmanusia.
Ted Lasso Season 1 tersedia untuk ditonton secara streaming di Apple TV+ di wilayah Indonesia. Serial ini dapat diakses melalui aplikasi Apple TV pada perangkat iOS, macOS, smart TV, atau melalui situs tv.apple.com. Seluruh episode Season 1 dapat ditonton kapan saja setelah berlangganan, karena serial ini merupakan konten eksklusif Apple TV+ yang telah dirilis sepenuhnya sejak 2020 dan tetap tersedia hingga saat ini.
Salah satu adegan paling emosional terjadi pada Episode 7 dengan judul episode Make Rebecca Great Again. Di tengah perayaan kemenangan di sebuah bar karaoke, Ted tiba-tiba mengalami serangan panik. Ia meninggalkan ruangan dan duduk di luar, kesulitan mengatur napas. Rebecca menyusulnya, duduk di sampingnya, dan dengan tenang membimbingnya untuk bernapas.
Momen ini menandai pergeseran penting dalam hubungan mereka, dari sikap formal menjadi dukungan tulus. Adegan tersebut terasa sangat manusiawi karena menggambarkan kerentanan yang jarang ditampilkan secara terbuka pada karakter laki-laki dalam media populer, sekaligus menunjukkan kekuatan empati sederhana.
Kalau adegan paling dramatis terdapat pada episode penutup yang judulnya The Hope That Kills You. AFC Richmond bertanding dalam pertandingan yang menentukan nasib mereka di Premier League. Ketegangan meningkat seiring jalannya pertandingan, dengan keputusan-keputusan penting di lapangan dan emosi yang memuncak di bangku cadangan serta di tribun. Hasil akhir membawa konsekuensi besar bagi seluruh klub. Adegan ini menggabungkan ketegangan olahraga dengan refleksi karakter tentang makna harapan yang membunuh, menciptakan klimaks yang intens dan membekas.
Ted Lasso Season 1 berhasil menyajikan kisah yang menghibur sekaligus bermakna. Dengan penokohan yang kuat, dialog yang cerdas, dan keseimbangan antara tawa serta kehangatan, serial ini layak ditonton sebagai pengalaman yang menyegarkan dan menginspirasi. Rating pribadi: 7.9/10.
Baca Juga
-
Daniel and the Fiery Furnace: Rahasia Iman dan Api Pembuangan di Babilonia!
-
Review Film Resurrection: Sajikan Keindahan Sinematik dalam Balutan Misteri
-
Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!
-
Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!
-
Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review A Sun: Pilih Kasih dan Ekspektasi Orang Tua yang Menorehkan Luka
-
Hadiah Natal dengan Pengorbanan Manis Nan Ironis dalam The Gift of the Magi
-
We Free the Stars: Perjalanan Terakhir Mengembalikan Sihir ke Arawiya
-
Sang Pemenang Berdiri Sendirian: Ketika Kesuksesan Berujung pada Kehampaan
-
Novel Cake Shop: Aksi Stalk Crush Berujung Temukan Pelanggan dan Cinta Baru
Terkini
-
Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita
-
The Last Interview Tayang November, Wawancara Kerja Jadi Penuh Ketegangan
-
Swag Abis! Allday Project Unjuk Sisi Autentik di Lagu Baru, Do It Like This
-
Usung Tema Eksorsisme, Manga Phantom Busters Dapat Adaptasi Anime pada 2027
-
Hapus Makeup Waterproof! 4 Cleansing Balm Tube Mini Anti-Ribet Buat Liburan