Bagaimana kalau tiba-tiba ada seseorang yang muncul dalam hidupmu dan selalu mengacaukan semua rencana yang sudah kamu susun?
Bukan teman. Bukan musuh. Bahkan, orang itu seolah tidak bisa benar-benar dipisahkan dari dirimu sendiri. Inilah salah satu hal menarik yang ditawarkan Bad and Crazy, drama Korea yang tayang pada 2021 hingga awal 2022 dan dibintangi Lee Dong-wook, Wi Ha-jun, serta Han Ji-eun.
Drama ini memadukan aksi, kriminal, thriller, dan unsur psikologis melalui kisah seorang polisi yang perlahan dipaksa berhadapan dengan sisi dirinya yang selama ini ia abaikan. Tokoh utamanya adalah Ryu Soo-yeol (Lee Dong-wook), seorang polisi yang sebenarnya kompeten, tetapi memiliki prinsip yang cukup fleksibel.
Ia sangat berorientasi pada hasil dan karier. Kalau harus sedikit menjilat atasan, menutup mata terhadap masalah, atau memilih jalan yang paling aman demi mendapatkan promosi, Soo-yeol tidak terlalu mempermasalahkannya.
Bagi Soo-yeol, hidup bukan soal menjadi orang paling benar. Yang penting adalah bertahan. Dan bukankah pemikiran seperti itu sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan kita?
Tidak semua orang melakukan sesuatu karena benar-benar menyukainya. Kadang kita memilih pekerjaan karena gaji. Mempertahankan hubungan karena sudah terlalu lama bersama. Diam ketika melihat sesuatu yang salah karena takut terkena masalah.
Kita tahu sesuatu itu tidak sepenuhnya benar, tetapi tetap melakukannya karena berpikir, “Memangnya aku bisa apa?”
Soo-yeol hidup dengan prinsip seperti itu. Sampai kemudian muncul K (Wi Ha-jun).
K adalah kebalikan dari Soo-yeol. Kalau Soo-yeol selalu menghitung untung rugi sebelum bertindak, K justru seperti manusia yang sama sekali tidak memiliki rem. Ia brutal, impulsif, dan sangat terobsesi dengan keadilan. Kehadirannya membuat kehidupan Soo-yeol berubah menjadi kekacauan.
Namun semakin lama kita mengikuti ceritanya, semakin terasa bahwa hubungan keduanya bukan sekadar hubungan antara seorang polisi dengan sosok misterius yang tiba-tiba muncul. Ada sesuatu yang jauh lebih personal. K seperti representasi dari sisi Soo-yeol yang selama ini ia tekan.
Ada “bad” dalam diri Soo-yeol yang terbiasa mengambil jalan paling mudah demi kepentingannya sendiri. Tetapi ada pula “crazy” dalam diri K yang begitu keras memperjuangkan apa yang ia anggap benar. Dua sisi tersebut terus bertabrakan. Dan justru dari pertentangan itulah perkembangan karakter Soo-yeol dimulai.
Menariknya, drama ini tidak langsung menjadikan Soo-yeol sebagai sosok pahlawan yang tiba-tiba berubah menjadi sempurna. Perubahannya berlangsung berantakan. Ia masih melakukan kesalahan. Masih takut kehilangan posisi. Masih memikirkan kepentingannya sendiri.
Tetapi perlahan, ia mulai mempertanyakan keputusan-keputusan yang sebelumnya terasa biasa saja. Kita mungkin tidak korup atau melakukan kejahatan seperti yang ada di drama. Namun bentuk komprominya bisa jauh lebih sederhana.
Pernahkah kita berpura-pura setuju supaya tidak dijauhi?
Pernahkah kita diam karena takut dianggap sok tahu?
Pernahkah kita membiarkan seseorang diperlakukan tidak adil karena tidak ingin ikut terseret masalah?
Bad and Crazy menarik karena konflik kriminalnya akhirnya membawa kita kepada persoalan yang lebih personal, seberapa banyak bagian dari diri sendiri yang rela kita korbankan agar kehidupan terasa lebih mudah?
K menjadi sumber energi terbesar dalam banyak adegan. Gaya bertarungnya agresif, liar, dan sering kali terasa seperti ledakan emosi yang tidak bisa dikendalikan. Wi Ha-jun berhasil membuat karakter ini terasa karismatik sekaligus berbahaya.
Sementara Lee Dong-wook memberikan sisi yang berbeda melalui Soo-yeol. Ia harus memainkan karakter yang memiliki banyak lapisan seperti ambisius, licik, cemas, egois, tetapi perlahan menunjukkan sisi manusiawinya. Keduanya memiliki dinamika yang membuat drama ini terasa hidup.
K hadir bukan hanya untuk membuat hidupnya berantakan. Ia seperti memaksa Soo-yeol melihat kembali bagian dirinya yang sudah lama ia tinggalkan. Karena terkadang, untuk kembali menjadi diri sendiri, kita memang harus berhadapan dengan sisi diri yang paling tidak ingin kita akui.
Bad and Crazy mungkin bukan drama yang paling ringan untuk ditonton. Aksinya brutal, konfliknya cukup kompleks, dan unsur psikologisnya membuat cerita tidak sekadar menjadi drama polisi biasa.
Mungkin menjadi orang baik justru berarti kita masih memiliki keberanian untuk menyadari ketika kita mulai berjalan terlalu jauh dari prinsip yang kita percaya. Kadang kita memang membutuhkan “K” dalam hidup. Bukan seseorang yang datang membawa masalah, tentu saja, tetapi sesuatu yang membuat kita berhenti, bercermin, dan bertanya:
“Sebenarnya, aku ingin menjadi orang seperti apa?”
Baca Juga
-
Mengupas Karakter Kim Seon-ho di 'The Childe': Tersenyum Lebar tapi Bikin Merinding!
-
The Impossible Heir: Ketika Ambisi Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri
-
Review Melo Movie: Ketika Arah Hidup Terasa Membingungkan untuk Semua Orang
-
TXT Umumkan Comeback November dengan Mini Album Baru, "PERFECT STORM"
-
Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!
Artikel Terkait
-
A Love Other Than Yours: Takdir Cinta Penuh Rahasia di Antara Dua Pilihan
-
Tazza: The Song of Beelzebub: Intrik Yakuza, Pengkhianatan, dan Plot Twist Bikin Nahan Napas
-
Plot Twist Mengejutkan di 'The Handmaiden', Ketika Cinta Sesama Jenis Jadi Simbol Perlawanan
-
Mengupas Karakter Kim Seon-ho di 'The Childe': Tersenyum Lebar tapi Bikin Merinding!
-
Ulasan Psychopath Diary: Ketika Psikopat Palsu Bertemu Pembunuh Asli
Ulasan
-
A Love Other Than Yours: Takdir Cinta Penuh Rahasia di Antara Dua Pilihan
-
Review The Weight: Saat Misi Membawa Emas Jadi Taruhan Nyawa
-
Review Hanuman Ansh: Sebuah Sajian Biopic Spiritual India yang Menyentuh
-
Review Last Seen: Misi Menegangkan Ayah Mencari Putrinya yang Hilang!
-
Tazza: The Song of Beelzebub: Intrik Yakuza, Pengkhianatan, dan Plot Twist Bikin Nahan Napas
Terkini
-
Pendidikan di Era ChatGPT: Apakah Budaya Menghafal Masih Relevan?
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Mengupas Kekuatan Ombudsman Law: Senjata Ampuh Bongkar Fasilitas Mewah Lapas Cibinong!
-
Ketika Nasihat Mindfulness Bertemu Realitas yang Tidak Setara
-
Di Balik Emas Leo/Daniel: Sampai Kapan Bulu Tangkis Menggendong Klasemen?