Hayuning Ratri Hapsari | Ukhro Wiyah
Kill It (IMDb)
Ukhro Wiyah

Bagi anak-anak tanpa orang tua yang tinggal di panti asuhan, kata "adopsi" menjadi suatu hal yang mungkin sangat mereka nantikan. Bayangan kehidupan menyenangkan memiliki orang tua yang menyayangi dirinya, diajak bepergian atau liburan keluarga, bisa makan enak setiap hari, semua itu jadi angan-angan yang sangat membahagiakan.

Namun, drama Kill It mengubah kata "adopsi" itu menjadi istilah yang menakutkan untuk didengar. Sebab di drama ini, diadopsi berarti anak itu akan diambil organ tubuhnya untuk menyelamatkan orang lain sebelum akhirnya "dimusnahkan" setelah dianggap tidak berguna. Sangat kejam dan tidak manusiawi, seolah anak-anak malang itu lahir hanya untuk dikorbankan.

Sebelum membahas hal itu lebih jauh, drama Kill It ini merupakan series 12 episode yang bercerita tentang Kim Soo-hyun (Jang Ki-young), seorang dokter hewan yang diam-diam menjalani kehidupan sebagai pembunuh bayaran. Di balik kehidupannya yang tenang, Soo-hyun menyimpan masa lalu kelam. Ia pernah tinggal di Panti Asuhan Hansol sebelum akhirnya dibesarkan oleh seorang pembunuh bayaran. Berbagai kejadian traumatis membuatnya kehilangan sebagian ingatan tentang masa kecilnya. Ia hanya mengingat bahwa dirinya, seperti anak-anak bernomor lainnya, pernah menjadi target untuk dibunuh sebelum akhirnya ia berhasil kabur dan diselamatkan Pavel.

Demi menjawab pertanyaannya tentang hal tersebut, Soo-hyun kemudian menerima misi untuk membunuh sejumlah orang berkuasa yang ternyata memiliki kaitan dengan Panti Asuhan Hansol. Proses pencarian jawaban ini kemudian mempertemukan dia dengan Do Hyun-jin (Nana), seorang detektif yang tengah menyelidiki pembunuhan berantai yang dilakukan Soo-hyun. Keduanya ternyata memiliki ikatan kuat di masa lalu sebagai sahabat kecil yang tinggal di panti yang sama sebelum kehilangan kontak. Seperti halnya pembunuhan yang dilakukan Soo-hyun, penyelidikan Hyun-jin juga membawanya ke kejadian tragis di Panti Asuhan Hansol tempat mereka berdua dulu tinggal.

Selain Hyun-jin, Soo-hyun juga memiliki hubungan dengan Kang Seul-gi (Roh Jong-eui), gadis pewaris kaya pemilik gedung tempat Soo-hyun tinggal dan membuka rumah sakit hewan. Rupanya gadis itu merupakan cucu dari salah satu korban Pavel dan Soo-hyun di masa lalu sekaligus saksi pembunuhan yang kemudian diselamatkan dan dilindungi oleh Kim Soo-hyun.

Masa kecil Soo-hyun dan Hyun berkaitan erat dengan peristiwa tragis di panti asuhan yang berakar dari keserakahan orang-orang dewasa yang sempat saya singgung di awal. Anak-anak bernomor, termasuk Soo-hyun dengan nomor 88, sengaja diciptakan melalui proses inseminasi buatan untuk kemudian dijual organnya kepada para sponsor lalu dibunuh setelah dianggap tidak berguna. Namun, di detik-detik akhir sebelum "pemusnahan" anak bernomor dilakukan, Soo-hyun berhasil melarikan diri dan menjadi satu-satunya anak bernomor yang selamat.

Dari premisnya saja, kita tahu bahwa Kill It punya cerita yang berat dan menguras emosi, bahkan terdengar ekstrem. Namun, memang dari premis itulah awal mula semua konflik yang terjadi di drama ini. Kemudian selain mengajak penonton melihat perjalanan Soo-hyun mencari jawaban dan penyelidikan kasus pembunuhan oleh Hyun-jin, di drama ini kita juga diperlihatkan bagaimana masa lalu kelam membentuk kehidupan mereka berdua hingga dewasa.

Tak seperti Soo-hyun yang dibesarkan oleh pembunuh bayaran, nasib Hyun-jin bisa dikatakan sedikit lebih beruntung. Ia diadopsi untuk menggantikan anak orang kaya yang meninggal dunia karena sakit lalu disekolahkan di akademi kepolisian. Karena itulah, jalan hidup mereka berdua ketika dewasa juga jauh berbeda.

Karakter Kim Soo-hyun di drama ini bisa dikatakan cukup dilematis. Sebagai penonton, saya pun sulit mengatakan secara pasti dia orang baik atau bukan. Pembunuhan yang dia lakukan tentu tidak dapat dibenarkan. Namun, setelah mengetahui cerita dan alasan di balik tindakannya, kita seolah dibuat memahami mengapa dia melakukan hal itu. Selain itu, ia juga punya sisi lain yang cukup menarik. Meskipun hidup sebagai pembunuh bayaran selama bertahun-tahun, Soo-hyun sebenarnya juga merupakan sosok penyayang hewan dan pelindung bagi orang terdekatnya. Bahkan, saat mengetahui hal yang menimpa dirinya dulu kini masih memakan banyak korban, Soo-hyun juga memilih mengorbankan diri demi menyelamatkan anak-anak itu sebelum bernasib seperti dirinya dan anak-anak bernomor yang bersamanya kala itu.

Akan tetapi, seperti peribahasa "karena setitik nila, rusak susu sebelanga", sebanyak apapun kebaikan yang ia lakukan, Soo-hyun tetaplah seorang pembunuh yang harus menerima hukuman. Karena itulah, hubungan dirinya dengan Hyun-jin yang memimpin penyelidikan menjadi jauh lebih emosional. Kisah mereka yang berakhir tragis di episode terakhir pun benar-benar menyentuh hati penonton. Belum lagi Kang Seul-gi yang selama hidupnya banyak bergantung ke Soo-hyun, juga harus menerima kenyataan bahwa seseorang yang sangat ia andalkan kini sudah tiada.

Kill It memang menyajikan kisah perjalanan pembunuh bayaran yang berusaha mengungkap masa lalunya. Namun, lebih dari itu melalui drama ini, kita juga ditunjukkan bahwa seseorang bisa menjadi korban dari keadaan, tetapi bukan berarti semua tindakan yang dilakukan setelahnya dapat dibenarkan. Masa lalu Soo-hyun memang membentuk dirinya, tetapi pilihan yang ia ambil tetap membawa konsekuensi bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Kill It mungkin bukan drama yang sempurna. Sampai akhir cerita, ada beberapa bagian yang menurut saya masih menyisakan tanda tanya. Namun, bagi pecinta genre thriller-misteri yang dibalut dengan adegan aksi cukup intens, Kill It menjadi salah satu pilihan drama yang layak untuk ditonton.