Sekar Anindyah Lamase | Azilla Intan
Novel Murder at Shijinso (gramedia)
Azilla Intan

"Kejahatan sempurna terjadi bukan saat kejahatan itu berhasil memaksa polisi untuk menyerah, melainkan saat si pelaku berhasil melakukan kejahatan yang tidak tampak sebagai kejahatan." (Murder at Shijinso, halaman 194).

Apa yang kamu lakukan ketika tiba-tiba terjebak dalam sebuah vila terpencil yang telah dikepung oleh ratusan kawanan zombie, lalu di dalam vila tersebut juga telah terjadi pembunuhan berantai dengan kondisi mayat anggota yang mengenaskan?

Murder at Shijinso merupakan sebuah novel misteri klasik yang memadukan konsep misteri pembunuhan di ruangan tertutup (closed-cycle mystery) dan bioteror yang mengakibatkan banyak manusia menjadi zombie. Novel yang memiliki jumlah 400-an halaman ini merupakan karya debut dari penulis Imamura Masahiro di tahun 2017 dan telah menyabet empat penghargaan utama bergengsi di Jepang setelah novel ini diterbitkan, di antaranya ada peringkat pertama Kono Mystery ga Sugoi tahun 2018, Weekly Bunshun Mystery Best 10 tahun 2017/2018, Honkaku Mystery Best 10 tahun 2018, dan Honkaku Mystery Award ke-18 Kategori Fiksi.

Murder at Shijinso adalah sebuah novel misteri yang lebih mengedepankan teka-teki misteri dalam proses pemecahan kasusnya, di mana para pembaca juga diajak untuk ikut dalam menebak dan menganalisis bersama tentang bagaimana metode pembunuhan yang dilakukan di ruang tertutup, kenapa melakukan pembunuhan itu, dan siapa yang melakukannya. Ada banyak sekali petunjuk-petunjuk kecil yang disuguhkan dalam novel, dan hal ini membutuhkan ketelitian yang jeli untuk bisa mengungkapkan kasus tersebut.

Dari novel Murder at Shijinso, para pembaca jadi menyadari bahwa bahaya terbesar sering kali datang dari manusia. Tidak bisa dipungkiri bahwa bioteror ini dilakukan oleh manusia yang mengakibatkan kekacauan dan merugikan orang lain, belum lagi rasa dendam dan kebencian yang dimiliki oleh manusia dapat mendorongnya melakukan sebuah pembunuhan berantai dengan cara yang kejam.

Selain itu, logika dan berpikir dengan kepala dingin di tengah situasi krisis adalah kunci utama untuk bisa bertahan hidup di ruang tertutup ganda ini. Sang tokoh utama berhasil bertahan bukan karena kekuatan fisik yang luar biasa, melainkan karena kemampuannya yang tetap bisa berpikir dengan rasional, logis, dan peka terhadap detail kecil di tengah situasi yang kacau.

Sinopsis Novel Murder at Shijinso

Kisah dimulai ketika dua orang mahasiswa, Akechi Kyosuke dan Hamura Yuzuru yang dikenal sebagai Holmes dan Watson Universitas Shinko melakukan sebuah negosiasi aneh dengan Kenzaki Hiruko, seorang mahasiswi yang dikenal sebagai seorang detektif perempuan hebat karena telah menyelesaikan banyak kasus. Sebelumnya, Akechi telah mendengar sebuah surat ancaman misterius yang datang dari Klub Peneliti Film yang ingin mengadakan acara menginap di sebuah vila milik alumni klub tersebut.

Akechi yang merasa curiga bahwa ada misteri di baliknya berusaha untuk ikut serta dalam acara menginap tersebut, namun selalu ditolak oleh ketua klub tersebut. Dalam negosiasi aneh yang dilakukan oleh Kenzaki Hiruko, Akechi dan Hamura dapat ikut serta acara menginap tersebut bersamanya asalkan mereka tidak mempertanyakan alasan mengapa gadis itu mengajak mereka secara tiba-tiba.

Karena adanya surat misterius itu, anggota klub yang ingin ikut acara itu berkurang dan banyak yang mengundurkan diri. Akhirnya, acara tersebut dapat dimasuki oleh orang-orang dari klub lain, termasuk Akechi, Hamura, dan Kenzaki. Namun, belum ada satu hari menginap di sana, para mahasiswa dan alumni yang datang ke acara menginap tersebut dikejutkan oleh kedatangan zombie yang tiba-tiba menyerbu mereka ketika sedang melakukan kegiatan uji nyali di luar ruangan.

Beberapa anggota yang ikut tidak bisa diselamatkan dan sudah menjadi zombie di luar sana, dan para anggota yang berhasil selamat pun mulai menyiapkan berbagai upaya perlindungan agar ratusan zombie yang sudah berada di luar vila tidak bisa langsung menyerbu mereka. Semua berjalan lancar hingga keesokan harinya, Shindo sang ketua Klub Peneliti Film ditemukan tewas di dalam kamarnya.

Saat itu kamar Shindo terkunci rapat, kondisi mayatnya sangat mengenaskan dengan tubuh yang tercabik-cabik seperti digigit zombie, dan ada dua surat misterius yang ditemukan di koridor lantai kamar dan di dekat pintu kamar Shindo. Belum sempat memecahkan kasus pembunuhan pertama, telah terjadi pula pembunuhan kedua dengan lokasi penemuan mayat yang berbeda dan lebih parah dibandingkan sebelumnya.

Dalam dua hari, telah terjadi dua pembunuhan yang dilakukan oleh manusia, namun menggunakan metode pembunuhan seperti yang dilakukan oleh zombie, membuat seluruh anggota bertanya-tanya, siapakah pelaku sebenarnya dan bagaimana bisa pembunuhan ini bisa terjadi?

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Murder at Shijinso dinilai unik karena novel ini menggabungkan honkaku misteri (misteri yang berfokus pada teka-teki logika murni) dan survival horor bertema zombie. Dalam novel ini, pembaca juga tidak disuguhkan pertanyaan mengenai siapa pembunuhnya melainkan juga tentang bagaimana cara agar bisa bertahan hidup dari ancaman zombie dan pembunuh yang ada di antara mereka.

Narasi yang sangat mudah dipahami, penjabaran detail mengenai denah dan lokasi kejadian, serta pengenalan para tokoh dalam novel ini dijelaskan dengan detail, sehingga memudahkan para pembaca untuk ikut aktif dalam memecahkan kasus pembunuhan. Selain itu, interaksi alami yang terjadi antara Hamura Yuzuru, Akechi Kyosuke, dan Kenzaki Hiruko dalam novel ini dapat menghidupkan cerita.

Di sisi lain, novel ini memiliki alur yang sedikit lambat di bagian awal cerita karena memperkenalkan para karakternya yang banyak ditambah dengan penjelasan setiap sudut vial terpencil ini. Lalu, karena tokoh yang banyak dan denah bangunan yang tidak biasa, para pembaca akan merasa kesulitan di awal dan sering bolak-balik ke halaman awal untuk melihat denah dan nama para karakter.

Selain itu, asal-usul mengenai karakter wabah dan teror biologi sangat minim dijelaskan, karena novel ini akan berfokus pada kasus pembunuhan yang dilakukan di dalam vila. Penjelasan mengenai dalang dibalik teror tersebut sengaja dibiarkan menggantung untuk dijelaskan lebih dalam di novel selanjutnya.

Jika para pembaca menyukai kisah misteri yang ingin ikut terlibat dan menebak pelaku pembunuhnya dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan, tidak masalah jika cerita tersebut memiliki alur lambat di awal dan banyak tokoh, maka novel ini bisa dijadikan salah satu rekomendasi untuk dibaca.

Namun, jika para pembaca lebih suka dengan cerita misteri dengan plot twist penuh rahasia di bagian akhir, cerita pembunuhan yang lebih mengutamakan konflik psikologis dibandingkan logika teka-teki, dan kurang suka alur lambat, maka novel ini bisa dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.

Identitas Novel

  • Judul: Murder at Shijinso
  • Penulis: Imamura Masahiro
  • Tahun Terbit: 2019 (cetakan pertama) / 2026 (cetakan kedua)
  • Penerbit: Penerbit Haru (edisi terjemahan Indonesia)
  • Tebal: 412 halaman
  • ISBN: 9786235467474
  • Genre: Honkaku Mystery, Survival Horor