Laut yang semestinya menjadi sumber kehidupan perlahan berubah jadi tempat lahirnya kekacauan. Di sebuah kota nelayan kecil Newfoundland, keluarga, rumah, masa lalu, dan monster laut bertemu dalam satu cerita yang sejak awal punya potensi yang sangat menarik. Below kemudian mengambil semua potensi itu sekaligus, dan di situlah masalah terbesarnya muncul.
Below merupakan limited series Netflix yang diproduksi Pacesetter Productions. Jesse McKeown menjadi kreator sekaligus showrunner dan executive producer. Enam episodenya disutradarai Jamie Childs, Helen Shaver, dan Stephen Dunn, dengan naskah dari McKeown bersama Karen Walton, Perry Chafe, dan Natty Zavitz.
Serial ini dibintangi Josh Hartnett sebagai Calvin Penney, Mackenzie Davis sebagai Fonda Howander, Charlie Heaton sebagai Wade Penney, serta Ruby Stokes, Willow Kean, Rohan Campbell, Kaleb Horn, Natasha Henstridge, dan Joshua Close. Keenam episode tayang sekaligus di Netflix pada 8 Oktober 2026.
Dalam serial Below, karakter Calvin Penney adalah nelayan sekaligus ayah yang tinggal di Snook’s Arm, Newfoundland. Hidupnya sudah dibebani trauma kematian sang ayah sejak puluhan tahun lalu, sementara kondisi kelompok nelayan tempat tinggalnya semakin tertekan. Warga bahkan menghadapi pilihan untuk menerima pembelian tanah dan meninggalkan rumah mereka. Calvin memilih bertahan karena tempat itu merupakan bagian dari keluarganya.
Situasi semakin rumit ketika makhluk laut misterius mulai meneror kawasan tersebut. Calvin berusaha menjaga Wade dan anggota keluarganya tetap aman, lalu bekerja sama dengan Fonda Howander, peneliti kelautan yang datang untuk menyelidiki kejadian aneh di sekitar laut.
Penyelidikan mereka membuka rahasia yang berkaitan dengan masa lalu, kondisi lingkungan, serta ancaman kehidupan warga Snook’s Arm. Di tengah semua itu, Calvin harus mempertahankan keluarga sekaligus komunitas yang perlahan kehilangan pijakan.
Terlalu Banyak yang Dibahas
Masalah utama Below berasal dari ambisinya sendiri. Serial ini punya monster laut yang cukup menjanjikan, keluarga Penney dengan luka masing-masing, para nelayan yang terancam kehilangan rumah, persoalan lingkungan, mitologi lokal, sampai perubahan sosial. Masing-masing bahan bisa jadi pemikat penonton. Namun, ketika semuanya masuk sekaligus, fokusnya mulai gampang bergeser.
Hartnett membawa Calvin sebagai pria keras kepala yang sudah terlalu lama hidup bersama rasa bersalah dan kegagalan. Hubungannya dengan Wade memberi sisi emosional yang membuat monster terasa lebih berbahaya karena ancamannya masuk langsung ke ruang keluarga.
Fonda Howander juga penting karena menghadirkan sudut pandang ilmiah. Kehadirannya membantu cerita memahami makhluk dan perubahan di laut, sementara konflik pembelian tanah memberi lapisan sosial. Setiap lapisan seperti meminta ruang sendiri. Begitu misteri laut mulai menarik perhatian, cerita kembali ke persoalan lain. Saat konflik keluarga mulai menguat, mitologi dan lingkungan ikut mengambil porsi konflik.
Akibatnya, beberapa gagasan lebih kayak cabang yang belum sepenuhnya menyatu. Serial ini bahkan memiliki atmosfer Newfoundland yang kuat sehingga komunitasnya terasa hidup. Sayangnya, semakin banyak isu yang dikejar, semakin tipis konflik yang dirasa menarik.
Ritme akhirnya ikut terkena dampaknya. Tenaga cerita berkurang menjelang final, meski atmosfer, karakter, dan perpaduan creature feature dengan komentar sosial tetap jadi daya tarik.
Enam episode ibarat wadah sempit untuk semua ide konflik. Monster laut, drama keluarga, krisis komunitas, lingkungan, dan masa lalu Calvin sebenarnya bisa saling menguatkan, sayangnya serial ini membuatnya saling berebut perhatian.
Kalau boleh jujur, Below paling menarik ketika memilih satu konflik dan membiarkannya berkembang. Saat fokus, monster yang diperlihatkan akan punya makna.
Bila Sobat Yoursay penasaran bisa langsung cek Netflix, ya. Selamat menonton.
Baca Juga
-
Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton
-
Review Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Saat Skala Sekuel Dipaksa Lebih Besar
-
Review Empat Musim Pertiwi: Pulang untuk Melawan Luka dan Stigma
-
Review Minotaur: Perselingkuhan, Kekuasaan, dan Monster dalam Diri Manusia
-
Review Atonement: Saat Perang Usai, Rasa Bersalah Berubah Jadi Medan Tempur
Artikel Terkait
Ulasan
-
Anak Takut Salah dan Terobsesi Sempurna? Buku Ini Punya Jawaban Menenangkannya!
-
Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton
-
Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang
-
7 Dekade Berlalu, Ini 4 Alasan Mengapa Kritik Novel '1984' Makin Relevan Hari Ini
-
Kenanga: Ketika Adat Bali Mengikat Cinta dan Membatasi Kebebasan Perempuan
Terkini
-
Pasangan Sering Mabar? Hati-Hati Terjebak Gaslighting dan Perselingkuhan Emosional
-
Lagi Banyak Pikiran, Kenapa Malah Ingin Menyikat Kamar Mandi?
-
Usai Hadirkan Anime, Firefly Wedding Umumkan Adaptasi Live-Action pada 2027
-
Cuaca Panas Ekstrem? Ini 4 Lip Balm SPF 50 Biar Bibir Nggak Gosong!
-
Hati-Hati Terjebak! Ini 7 Tanda Kemampuan Berpikir Kritismu Sudah Diambil Alih AI