Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Idiots (IMDb)
Ryan Farizzal

Idiots (2026), yang disutradarai, ditulis, dan diproduksi oleh Macon Blair, merupakan komedi kriminal gelap yang menggabungkan humor kasar, kekacauan jalanan, dan kritik sosial yang tajam. Film berdurasi sekitar 100 menit ini awalnya diputar di Festival Film Sundance 2026 dengan judul The Shitheads sebelum diganti menjadi Idiots dan dirilis secara teatrikal di Amerika Serikat pada 28 Agustus 2026.

Blair, yang dikenal lewat karya sebelumnya seperti I Don’t Feel at Home in This World Anymore, kembali menghadirkan gaya yang terinspirasi Coen Brothers: karakter-karakter yang tidak kompeten, situasi yang semakin kacau, serta ledakan kekerasan yang tiba-tiba.

Perjalanan Kacau Dua Pecundang yang Menghibur Hati

Salah satu adegan di film Idiots (IMDb)

Sinopsisnya sederhana namun efektif. Davis Hench (O’Shea Jackson Jr.), seorang pekerja gereja yang baru saja dipecat karena membawa kelompok pemuda menonton film yang tidak pantas, bertemu Mark Southard (Dave Franco), seorang pecandu narkoba yang juga kehilangan pekerjaan. Keduanya direkrut oleh sebuah jasa transportasi untuk mengantar remaja kaya bermasalah bernama Sheridan Kimberley (Mason Thames) ke pusat rehabilitasi.

Apa yang seharusnya menjadi tugas rutin segera berubah menjadi perjalanan penuh kekacauan, melibatkan obat-obatan, ancaman kekerasan, penjahat lokal, dan berbagai kejadian absurd. Sheridan ternyata bukan sekadar remaja bermasalah biasa; ia adalah influencer media sosial dengan pengikut fanatik dan masa lalu yang gelap, termasuk aksi ekstrem yang membuatnya terkenal secara viral.

Review Film Idiots

Salah satu adegan di film Idiots (IMDb)

Penampilan para pemeran menjadi kekuatan utama film ini. Dave Franco berhasil menggambarkan Mark sebagai sosok yang ceroboh, egois, namun tetap memiliki sisi manusiawi yang menyentuh. O’Shea Jackson Jr. memberikan kontras yang sempurna sebagai Davis yang religius dan berusaha menjaga moral di tengah kekacauan.

Mason Thames, yang sebelumnya dikenal dalam peran yang lebih empatik, mencuri perhatian dengan interpretasi Sheridan yang dingin, manipulatif, dan menakutkan. Penampilan pendukung dari Kiernan Shipka sebagai penari, Peter Dinklage sebagai tokoh antagonis yang eksentrik, serta Nicholas Braun dalam peran rapper SoundCloud yang obsesif dengan tema werewolf menambah lapisan kekonyolan yang tak terlupakan. Blair berhasil menjaga keseimbangan antara humor kasar dan ketegangan, meskipun film ini terkadang terlalu berusaha menjadi edgy.

Film ini tampil kasar, lancak, dan terkesan terlalu memaksakan kesan edgy, tetapi tetap sanggup memuaskan penonton yang menyukai komedi berani dengan humor tak terduga. Di situs Metacritic, film ini mengantongi skor 62 yang menunjukkan ulasan cenderung positif. Sesuai statusnya sebagai film independen, perolehan box office-nya tergolong minim, yakni cuma mencapai kisaran 1,2 juta dolar AS di seluruh dunia.

Salah satu adegan paling absurd dalam film ini terjadi di motel di tengah perjalanan. Setelah Sheridan memanipulasi situasi dengan mengaku merasa rentan dan tidak berpengalaman, Mark dengan niat baik memanggil seorang penari. Akan tetapi, efek obat yang disisipkan Sheridan membuat Mark mengalami episode fisik yang sangat mengganggu dan menggelikan secara ekstrem—muntah dan mengalami gangguan pencernaan di depan semua orang yang hadir.

Kejadian ini diikuti oleh serangan tiba-tiba dari Sheridan terhadap penari tersebut. Adegan ini tidak hanya mengejutkan karena kekasaran visualnya, tetapi juga karena bagaimana film ini dengan berani mendorong batas humor gross-out sambil mengungkapkan sifat asli Sheridan yang kejam.

Penampilan Nicholas Braun sebagai rapper yang tiba-tiba bertransformasi menjadi werewolf dengan topeng dan pantomim yang berlebihan juga termasuk momen absurd yang tak terlupakan, mencampurkan kekerasan dengan kekonyolan total.

Di sisi lain, adegan paling menyentuh muncul di bagian akhir ketika kekacauan mencapai puncaknya. Mark, yang sepanjang film digambarkan sebagai sosok yang mementingkan diri sendiri dan tidak bertanggung jawab, secara instingtif melindungi Sheridan dari ancaman balas dendam. Tindakan ini menyebabkan Mark mengalami cedera serius yang mengubah hidupnya.

Momen tersebut tidak hanya menunjukkan pertumbuhan karakter Mark, tetapi juga memberikan lapisan ironi: seorang idiot yang akhirnya menjadi pahlawan lokal, meskipun dengan konsekuensi yang pahit. Interaksi singkat antara Davis dan Mark yang saling mendukung di tengah kekacauan juga memberikan sentuhan emosional yang tulus di antara tawa dan kekasaran.

Mengenai ketersediaan streaming, Idiots dirilis secara digital pada 22 September 2026 dan saat ini tersedia untuk disewa atau dibeli di Amazon Video (termasuk Prime Video) di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Harga dan ketersediaan dapat bervariasi berdasarkan wilayah, namun data terkini menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam daftar negara yang memiliki akses melalui Amazon Video. 

Idiots bukanlah film untuk semua orang. Humornya kasar, penuh bahasa kotor, penggunaan narkoba, dan kekerasan yang tiba-tiba. Namun, bagi penikmat komedi gelap yang menghargai karakter yang cacat dan situasi yang semakin tidak masuk akal, film ini menawarkan pengalaman yang menghibur sekaligus sedikit mengganggu.

Blair berhasil menciptakan karya yang mengingatkan kita bahwa terkadang idiot di sekitar kita justru mengungkapkan kebenaran pahit tentang kelas sosial, konsekuensi, dan kemanusiaan yang rapuh. Dengan penampilan yang solid dan beberapa momen yang sulit dilupakan, Idiots layak ditonton bagi mereka yang mencari alternatif dari komedi arus utama yang lebih aman. Rating pribadi: 7.9/10.