Lintang Siltya Utami | Habibah Husain
Buku Sempurnakan Akhlak dengan Adab (Doc.Pribadi/Habibah)
Habibah Husain

Akhlak yang baik tidak hanya terlihat ketika seseorang beribadah, tetapi juga ketika berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Cara berbicara, menghormati orang lain, menjaga perasaan, hingga kesediaan membantu saat dibutuhkan merupakan bagian perilaku yang mencerminkan akhlak seseorang. Karena itu, mempelajari adab menjadi hal penting agar hubungan dengan Allah dan sesama manusia dapat terjalin dengan baik.

Pentingnya menjaga perilaku tersebut dibahas dalam buku Sempurnakan Akhlak dengan Adab karya Octri Amelia Suryani. Buku yang diterbitkan Pustaka Al-Falah pada 2024 ini memiliki tebal 174 halaman. Melalui buku ini, penulis mengajak pembaca memahami akhlak dan adab Islami sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pembahasannya mencakup berbagai hubungan, mulai dari adab terhadap Allah dan Rasulullah, guru dan ulama, orang tua, suami, istri dan anak, hingga adab terhadap ilmu, kerabat, sahabat, tetangga, dan masyarakat. Cakupan tersebut menunjukkan bahwa adab tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga tercermin dalam cara seseorang memperlakukan orang lain.

Salah satu pembahasan yang menarik ialah adab terhadap tetangga. Dalam kehidupan bermasyarakat, tetangga merupakan orang-orang yang berinteraksi dengan kita dalam berbagai keadaan. Ketika mengalami kesulitan, misalnya, mereka bisa menjadi pihak terdekat yang memberikan pertolongan. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik dengan tetangga bukan sekadar bentuk kesopanan, melainkan juga wujud kepedulian terhadap sesama.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa berbuat baik kepada tetangga dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan, seperti menjenguk ketika sakit, membantu saat mengalami kesulitan, menjaga rahasia, serta tidak mengganggu kenyamanan mereka. Penulis juga mengingatkan agar seseorang bersedia membantu tetangga yang membutuhkan tanpa harus selalu menunggu permintaan. Hal ini memperlihatkan bahwa adab bertetangga tidak cukup diwujudkan melalui sapaan ramah, tetapi juga melalui kepedulian yang nyata.

Hal tersebut diperkuat dengan hadis tentang memuliakan tetangga. Rasulullah mengajarkan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya memuliakan tetangganya. Pesan ini relevan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika tetangga mengalami musibah, kita dapat memberikan bantuan sesuai kemampuan. Sebaliknya, menghindari tindakan yang mengganggu kenyamanan mereka juga merupakan bentuk penghormatan yang tidak boleh diabaikan.

Selain adab bertetangga, buku ini mengulas pentingnya menjaga silaturahmi dengan kerabat dan sahabat. Salah satu contohnya ialah mendoakan kebaikan bagi orang lain tanpa sepengetahuan mereka. Penulis mengangkat kisah Abu Thayyib yang terbiasa mendoakan saudara-saudaranya setiap malam. Contoh tersebut mengingatkan pembaca bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui pemberian materi. Mendoakan orang lain juga merupakan bentuk perhatian yang dapat mempererat hubungan.

Keunggulan buku ini terletak pada cakupan pembahasannya yang luas, disertai contoh perilaku sehari-hari dan rujukan keagamaan. Pengelompokan materi berdasarkan hubungan manusia dengan Allah dan sesama memudahkan pembaca menemukan topik yang ingin dipelajari. Meski setiap tema tidak dibahas secara mendalam, keluasan cakupan tersebut justru membantu pembaca memperoleh gambaran umum tentang adab Islami dalam berbagai aspek kehidupan.

Namun, memahami berbagai nasihat dalam buku ini tidak otomatis membuat seseorang mampu menerapkannya. Hasilnya bergantung pada kesediaan pembaca untuk mengevaluasi perilaku dan membiasakan diri melakukan perubahan. Di sinilah nilai penting buku ini: pengetahuan tentang adab perlu disertai latihan dan kesungguhan agar dapat tercermin dalam tindakan sehari-hari.

Pada akhirnya, akhlak mulia tidak cukup dipahami sebagai pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan. Menghormati orang tua, menghargai guru, menjaga hubungan dengan sahabat, dan membantu tetangga merupakan beberapa bentuk penerapan adab dalam kehidupan. Buku ini mengingatkan bahwa hubungan yang harmonis dapat dimulai dari perilaku sederhana yang dilakukan dengan kesadaran dan ketulusan.

Selamat membaca. Semoga buku ini menjadi pengingat untuk terus memperbaiki akhlak dan membiasakan adab yang baik, sehingga kehadiran kita dapat membawa manfaat bagi orang-orang di sekitar.

Identitas Buku

Judul: Sempurnakan Akhlak dengan Adab
Penulis: Octri Amelia Suryani
Penerbit: Pustaka Al-Falah
Tahun terbit: 2024
Tebal: 174 halaman
Ukuran: 14 × 20 cm