Merantau ke luar negeri sering kali dipandang sebagai jalan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Namun, perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu dipenuhi kemudahan. Ada ketidakpastian, keterbatasan, kegagalan, hingga pilihan sulit yang menguji prinsip hidup seseorang. Pengalaman itulah yang diangkat Fathi Bawazier dalam buku Lost in the USA, sebuah kisah perjalanan seorang anak muda yang berani meninggalkan tanah air demi mengejar pendidikan dan masa depan.
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 4 April 2016, buku setebal 304 halaman ini memadukan kisah petualangan, pengalaman merantau, biografi, dan motivasi. Fathi tidak menggambarkan perjalanan ke luar negeri sebagai kisah sukses yang serba indah. Sebaliknya, ia memperlihatkan sisi getir kehidupan seorang pendatang yang harus berjuang dari bawah, menghadapi persoalan administrasi, mencari pekerjaan, sekaligus mempertahankan keyakinan agama.
Sinopsis Novel
Perjalanan Fathi bermula setelah menyelesaikan pendidikan SMA. Ia bukan siswa dengan prestasi akademik yang menonjol. Bahkan, ia mengaku lulus dengan peringkat paling akhir di kelas. Ketika gagal dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri, ia tidak ingin berhenti mengejar cita-citanya.
Fathi memiliki keyakinan bahwa kesuksesan dapat dibangun melalui pendidikan dan kemampuan yang bernilai di dunia kerja. Jika kesempatan kuliah di perguruan tinggi negeri tidak berhasil diraih, ia ingin mencoba jalan lain: belajar dan bekerja di luar negeri.
Australia menjadi tujuan pertamanya. Namun, dua kali pengajuan visa melancongnya ditolak oleh kedutaan Australia di Jakarta. Penolakan tersebut tidak membuatnya menyerah. Dengan bantuan seorang kenalan, ia mencoba mengurus visa melalui Singapura dan akhirnya berhasil berangkat.
Kehidupan di Australia ternyata jauh dari bayangan. Tanpa dokumen resmi untuk bekerja, ia menghadapi kesulitan mencari penghasilan. Setelah beberapa bulan bekerja, ia harus berhadapan dengan kepolisian akibat laporan seseorang yang memiliki masalah dengannya. Perjalanan itu berakhir dengan pemulangannya ke Indonesia.
Alih-alih mengubur impian, Fathi justru kembali mencoba peruntungan. Kali ini, Amerika Serikat menjadi tujuan berikutnya. Ia berangkat bersama sepupunya menuju Los Angeles tanpa keluarga atau kenalan yang menunggu kedatangan mereka. Dari sinilah petualangan yang menjadi inti Lost in the USA dimulai.
Salah satu bagian paling menarik dari buku ini adalah perjuangan Fathi menghadapi kehidupan sebagai pendatang di Amerika. Mencari pekerjaan bukan perkara mudah, terlebih ketika status dan dokumen yang dimiliki membatasi peluangnya. Ia harus menghadapi ketidakpastian penghasilan, tekanan pekerjaan, serta rasa takut sebagai imigran yang hidup jauh dari keluarga.
Di tengah kesulitan tersebut, ada prinsip yang terus ia pertahankan: mencari rezeki harus melalui jalan halal. Baginya, keberhasilan finansial tidak boleh dibayar dengan mengorbankan keyakinan. Prinsip itu diuji ketika pekerjaan yang susah payah diperolehnya mengharuskan ia melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ia dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan pekerjaan atau mengikuti keyakinannya. Fathi akhirnya menunjukkan bahwa nilai agama bukan sekadar identitas yang dibawa ketika keadaan mudah, melainkan pedoman yang harus tetap dijaga saat menghadapi tekanan.
Tantangan lain muncul dalam menjalankan ibadah. Menunaikan salat lima waktu, salat Jumat, dan berpuasa Ramadan di tengah kesibukan bekerja membutuhkan komitmen tersendiri. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan di negeri asing tidak hanya menguji kemampuan beradaptasi, tetapi juga keteguhan seseorang dalam mempertahankan jati diri.
Kelebihan dan Kekurangan
Selain perjuangan mencari pekerjaan, buku ini juga menyuguhkan nilai persahabatan, solidaritas, dan pengorbanan keluarga. Ada kisah tentang kesediaan meninggalkan pekerjaan mapan demi seorang teman, serta keputusan besar yang menunjukkan bahwa materi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Salah satu bagian emosional dalam perjalanan Fathi adalah ketika ia mampu membiayai kedua orang tuanya berkunjung ke Amerika selama 42 hari. Pengalaman yang dahulu dimulai dengan keberangkatan penuh keterbatasan akhirnya menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga.
Bahkan, menjelang akhir cerita, Fathi mengisahkan keputusan meninggalkan jabatan manajer di perusahaan minyak internasional dengan penghasilan besar demi memenuhi pengabdian kepada ayahnya. Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa pencapaian karier tidak selalu menjadi prioritas tertinggi dalam hidup.
Rekomendasi Pembaca
Lost in the USA menawarkan pelajaran bahwa kegagalan bukan akhir perjalanan. Penolakan visa, keterbatasan pekerjaan, dan pengalaman pahit di negeri orang justru menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Salah satu kutipan yang mencerminkan semangat buku ini adalah, “Never dream about your success but work for it.” Kesuksesan tidak cukup dibayangkan, tetapi harus diperjuangkan melalui tindakan nyata.
Dengan gaya penceritaan yang ringan, Fathi Bawazier menyampaikan pengalaman hidup yang sarat pelajaran tanpa terkesan menggurui. Buku ini cocok bagi pembaca muda yang ingin merantau, mengejar pendidikan, atau membangun karier di luar negeri. Lebih dari sekadar kisah petualangan di Amerika, Lost in the USA mengingatkan bahwa keberanian mengejar mimpi perlu berjalan bersama kerja keras, doa, prinsip hidup, dan tanggung jawab kepada keluarga.
Identitas Buku
- Judul: Lost in the USA
- Penulis: Fathi Bawazier
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Tanggal Terbit: 4 April 2016
- Tebal: 304 halaman
- ISBN: 9786020326870
- Kategori: Pariwisata / Biografi & Motivasi
Baca Juga
-
Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?
-
PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral
-
Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Lingsir Wengi: Tembang Jawa, Mitos, dan Teror di Motel Tua Malioboro
-
The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing
-
Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak
-
Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?
-
Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya
Terkini
-
Sisi Gelap Adulthood: Pergulatan Mental Gen Z Hadapi Ketidakpastian Hidup
-
4 Chemical Sunscreen Tanpa Pewangi Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Sensitif
-
Tecno Spark 50S 5G Resmi Meluncur, Ponsel Terjangkau dengan Fitur FreeLink yang Menarik
-
Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter
-
Anime EAT-MAN The Over Order Dapatkan Manga Spin-off Baru, Rilis November