Kisah eksplorasi ruang angkasa Amerika Serikat sering kali didominasi oleh narasi para astronaut pria kulit putih. Namun, sejarah memiliki pahlawan lain yang terlupakan. "Hidden Figures: The American Dream and the Untold Story of the Black Women Who Helped Win the Space Race" adalah karya non-fiksi luar biasa dari Margot Lee Shetterly yang terbit pada tahun 2016.
Begitu kuatnya narasi ini, buku tersebut langsung diadaptasi menjadi sebuah film Hollywood sukses pada tahun yang sama. Film ini meraih popularitas global dan mendapatkan tiga nominasi Academy Awards (Oscar), termasuk kategori Best Picture.
Sinopsis Singkat: Ketika Genius Dikekang Prasangka
Berlatar belakang era Perang Dingin dan segregasi rasial di Amerika Serikat tahun 1950 hingga 1960-an, Hidden Figures mengupas kehidupan empat perempuan Afrika-Amerika: Dorothy Vaughan, Mary Jackson, Katherine Johnson, dan Christine Darden. Di tengah hukum segregasi yang ketat, mereka bekerja di West Area Computing Unit milik NACA (cikal bakal NASA) sebagai "human computers" atau komputer manusia.
Buku ini menjabarkan bagaimana Katherine menghitung lintasan orbital krusial untuk penerbangan John Glenn, Dorothy yang menguasai bahasa pemrograman FORTRAN secara otodidak demi menyelamatkan timnya dari digitalisasi, Mary yang memperjuangkan haknya di pengadilan untuk menjadi insinyur perempuan kulit hitam pertama di NASA, serta Christine Darden yang menjadi pakar dalam penelitian supersonik. Mereka bekerja di balik layar, menggunakan pensil dan penggaris, demi memastikan astronaut Amerika bisa pergi dan pulang dari luar angkasa dengan selamat.
Kelebihan Buku: Inspirasi Nyata Tanpa Batas
Kelebihan utama dari Hidden Figures terletak pada nilai emosional dan motivasi yang disampaikannya. Karya ini secara nyata mengajarkan perempuan di seluruh dunia untuk tidak pernah menyerah pada keadaan. Stereotip sosial dan bias gender-rasial pada masa Jim Crow sangatlah mencekik; perempuan kulit hitam kala itu bahkan harus menggunakan toilet terpisah. Namun, keempat tokoh ini berhasil mendongkrak dan meruntuhkan batasan tersebut dengan kecerdasan serta determinasi mereka.
Kekurangan Buku: Kompleksitas Data yang Padat
Meskipun menginspirasi, buku aslinya memiliki sedikit kekurangan yang masuk akal bagi pembaca awam. Narasi non-fiksi Shetterly dipenuhi dengan data arsip, latar belakang sejarah politik, serta penjelasan teknis matematika dan kedirgantaraan yang sangat padat. Bagi mereka yang mengharapkan cerita yang mengalir cepat seperti novel drama, transisi antar tokoh dan banyaknya nama karakter pendukung di NASA terkadang terasa melelahkan untuk diikuti dan bisa memecah fokus pembaca.
Selain itu, tantangan lain dalam buku ini adalah bagaimana struktur garis waktunya disusun. Shetterly berusaha memasukkan terlalu banyak biografi tokoh komputasi lain di luar empat karakter utama demi memberikan gambaran sejarah yang utuh.
Akibatnya, fokus narasi sering kali terpecah, dan pembaca mungkin akan merasa kesulitan untuk membangun kedekatan emosional yang konsisten dengan Katherine, Dorothy, Mary, atau Christine secara personal. Beberapa bagian terasa lebih seperti dokumenter akademis yang kaku ketimbang sebuah cerita perjuangan yang intim, sehingga versi filmnya—yang melakukan dramatisasi dan memadatkan konflik—sering kali dirasa jauh lebih menggugah emosi bagi sebagian besar audiens awam.
Kesimpulan
Hidden Figures adalah sebuah monumen penghormatan yang sangat penting bagi sejarah sains dunia. Karya ini berhasil mengangkat para pahlawan yang puluhan tahun disembunyikan oleh prasangka. Pesan moralnya sangat relevan: keberagaman bukan sekadar pemenuhan hak sosial, melainkan motor penggerak inovasi. Buku ini wajib dibaca oleh siapa saja yang membutuhkan dorongan semangat untuk mendobrak keterbatasan diri.
Identitas Buku
Judul: Hidden Figures: The American Dream and the Untold Story of the Black Women Who Helped Win the Space Race
Penulis: Margot Lee Shetterly
Penerbit: William Morrow and Company
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-0062363596
Baca Juga
-
Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction
-
Trauma Nyata Perempuan Korban Perang Dunia I dalam Buku Testament of Youth
-
Review Buku Chernobyl: Saat Politik Mengalahkan Kebenaran
-
Campur Bahasa Gen Z: Bukti Kecerdasan Otak atau Kemunduran Linguistik?
-
Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women
Artikel Terkait
-
Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara
-
Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi
Ulasan
-
Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara
-
Ulasan Film Laut Bercerita: Ketika Suara Demokrasi Dibungkam dengan Paksa!
-
Mengupas Kisah Unik dan Spektakuler di Serial Love, Death & Robots Volume 3
-
Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku
-
Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA
Terkini
-
Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo
-
4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif
-
Cegah Kulit Kering, 4 Masker Hidrogel Korea untuk Wajah Lembap dan Sehat
-
Sir Patrick Stewart, Pemeran Professor X, Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
-
Sinopsis The Good Lawyer, Thriller Hukum Laurent Lafitte Hadir 9 November