Aktor dan aktris yang berperan dalam drama besar ini antara lain Nanon Korapat, Piploy Kanyarat, Khaotung, Kayavine, dan View Benyapa. Serta aktor dan aktris kondang Jeep Wasu, Nok Sinjai, Kob Songsit, Amarin Nitibhon, dan Kara Polasit.
Setelah bertemu dengan lima orang yang mengalami takdir serupa, mereka merundingkan cara untuk kembali ke usia mereka sebenarnya. Teringat dengan mesin fotokopi yang menghasilkan foto yang terlihat lebih muda yang diduga sebagai alasan mereka melewati tragedi aneh ini.
Namun sayangnya jalan mereka terhenti setelah mendengar berita bahwa sang pemiliki fotokopi telah meninggal dunia sebelum memberikan cara untuk mereka agar kembali ke asal.
Sinopsis 55:15 Never Too Late episode 2
Berubah menjadi remaja berumur 15 tahun, Seksan memutar otak untuk mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya. Saat kembali ke rumahnya, ia malah diusir diduga orang asing oleh tetangganya, maka dari itu ia harus pindah rumah agar hidup dengan nyaman dan tidak ada yang tahu identitas dirinya yang sebenarnya.
Tapi ketika sedang mencari rumah, Seksan malah bertemu dengan cinta pertamanya semasa SMA. Meskipun ia dikenal sebagai pemilik mulut yang manis mampu mendapatkan hati setiap siswi di sekolahnya, ia tetap mencintai satu orang gadis bernama Prim.
Membuat suatu masalah di sekolah, orang tua Seksan menghadap ke gurunya. Seksan diskor selama beberapa minggu.
Seksan berasal dari keluarga yang biasa saja, sikap ayahnya yang keras dan selalu membandingnya Seksan dengan kakaknya membuat Seksan merasakan bahwa dirinya anak yang tidak diinginkan keluarga. Malam harinya, Seksan kabur dari rumah.
Setelah keluar dari rumah Seksan bekerja serabutan untuk mencari uang dan membuktikan kepada ayahnya bahwa dirinya bisa hidup tanpa ayahnya. Tapi sayang, ketika San sibuk bekerja dan tidak daat dihubungi, ibunya meninggal dunia tanpa sepengetahuannya.
Sejak saat itu, San mencari pekerjaan tetap. Karena hobinya menirukan gaya bicara orang, ia melamar pekerjaan sebagai pengisi suara yang akan mengisi drama, kartun, hingga iklan.
Sebelum kabur dari rumah, San menitipkan surat untuk Prim. Ia berjanji akan kembali ke hadapan Prim setelah dirinya siap. Tapi bahkann setelah 40 tahun lamanya, San tetap menjadi seorang pecundang dihadapan Prim.
Saat berumur 15 tahun, San tidak sengaja melihat Prim mengantarkan seorang gadis muda yang diduga adalah anaknya ke sekolah. Sejak saat itu San memutuskan untuk kembali bersekolah untuk mendekati gadis muda itu agar dapat informasi tentang Prim.
Selain Seksan, ada pula keempat orang lainnya yang mengalami hal serupa. Nantikan kisah remaja hingga dewasa Paul, Jaya, Amonthep, dan Jarunee yang tidak kalah seru hanya di drama Thailand terbaru ‘55:15 Never Too Late’ tayang setiap Senin dan Selasa di Youtube GMM atau Hotstar+ Disney.
Baca Juga
-
Makin Blak-blakan, Aaliyah Massaid Akui Bucin Ke Thariq Halilintar: Kamu Juara di Hati Aku
-
Mengenal Li Ran, Princess Eropa dari Asia Pertama, Istri dari Pangeran Charles Belgia
-
Fans Fuji Kecewa Konten Eksklusif Tersebar: Jadi Percuma Bayar
-
Nyanyi 'Cundamani' di Hadapan Happy Asmara, Celetukan Niken Salindry Bikin Ngakak Satu Venue
-
ARMY Next Level! Wanita Ini Pamer Rumah Berkonsep BTS, Semua Serba Ungu
Artikel Terkait
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
Shutter Dipuji Mahakarya Horor Asia, Bagaimana Versi Indonesia yang Lagi Tayang di Netflix?
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
Luis Estrela Minta Timnas Futsal Putri Bangkit usai Tumbang dari Thailand
-
Jadwal MotoGP Thailand 2026: Siapa yang akan Bersinar di Seri Pembuka?
Entertainment
-
Tips PDKT Lewat Gelas: Anime Botan Kamiina Siap Bikin Kamu "Mabuk" Cinta di April 2026!
-
Tinggalkan Agensi, Voice Actor Yuki Kaji Luncurkan Proyek AI Soyogi Fractal
-
Sinopsis Ladies on Top, Drama Romcom Jepang Dibintangi Shida Kohaku
-
Lampaui Batas! 5 Bocoran Kekuatan Sung Jin-woo di Solo Leveling Selanjutnya
-
Film Tensura: Tears of the Azure Sea Umumkan Jadwal Tayang Bioskop Global
Terkini
-
Review Novel Satine: Realitas Pahit Menjadi Budak Korporat di Jakarta
-
Jangan Baca Pesan Terakhirku
-
Review Film Marty Supreme: Perjalanan Gelap Seorang Underdog yang Ambisius!
-
Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun
-
Dilema Midnight Sale Jelang Lebaran: Pilih Tidur Nyenyak atau Checkout Seragam Keluarga Estetik?