Tanggal perilisan untuk comeback mini album 'Grey Suite' akhirnya tiba. Suho EXO pun menggelar acara konferensi pers untuk menyambut comeback album terbarunya ini pada tanggal 4 April 2022, tepatnya pukul 14.00 KST. Salah satu member EXO yaitu Kai ikut hadir dalam acara konferensi pers untuk mendukung leader EXO itu, sekaligus bertugas menjadi MC dalam acara tersebut.
Dilansir melalui akun resmi Twitter KpopHerald @Kpop_Herald, Suho pun mengungkapkan detail mengenai mini album keduanya 'Grey Suite'.
Dalam konferensi pers tersebut Suho menceritakan alasan mengapa ia memilih tema 'Waktu' sebagai tema album 'Grey Suite'. Ia pun mengungkapkan bahwa bagaimana caranya menghabiskan waktu adalah sebuah PR baginya, jadi ia mencoba menulis diary, dan kata 'waktu' melekat begitu saja dengannya.
Apa yang ia lakukan selama berada di militer ia sampaikan pada album ini, dan ia berpikir membicarakan soal waktu adalah hal yang tulus. Ia juga menambahkan bahwa selama berada di wajib militer selama dua tahun, ia memiliki banyak waktu luang. Jadi ia memilih tema 'waktu' untuk album terbarunya ini.
Suho juga mengatakan bahwa ia ikut berpartisipasi dalam semua proses pembuatan album 'Grey Suite' dan novel 'Momo' menjadi salah satu inspirasi untuknya. Suho EXO mengungkapkan ia belajar tentang pentingnya waktu dan bagaimana mengaturnya, sekaligus berpikir tentang bagaimana orang-orang juga mengalami hal yang sama.
Selain itu, Suho juga menjelaskan mengenai lagu 'Moment'. Lagu tersebut ia dedikasikan untuk fans. Moment menurut terminal kata Budha berarti waktu yang singkat, artinya masa sulit itu terjadi dalam waktu yang singkat. Jadi berbahagialah dan isilah waktumu dengan cinta setiap saat. Hal tersebut juga menggambarkan perasaan Suho saat berada di hari terakhir konsernya, ia berharap saat-saat tersebut akan terkenang dalam waktu yang lama.
Ketika ditanya soal lagu favoritnya dalam album 'Grey Suite' Suho memilih title track 'Grey Suite' dengan penjabaran klimaks lagu, bagaimana ia akan melepas 'Grey Suite' yang dikenakannya untuk menunjukkan sisi dirinya yang lebih berwarna. Suho juga mengatakan bahwa ia merasa bangga dengan album keduanya ini.
Dibandingkan dengan album pertamanya 'Self Potrait' Suho mengatakan ia menjadi lebih dewasa di album keduanya ini karena ia telah menemukan seleranya, seperti lagu seperti apa yang ia suka, dan lagu yang memiliki banyak kemiripan. Sekarang ia dapat mengekspresikan semua itu karena ia telah mendengarkan banyak musik dalam kurun waktu dua tahun ini.
Suho EXO menambahkan pendapatnya soal perayaan sepuluh tahun debut anniversary EXO, ia justru merasa aneh. Dulu ketika ia rookie, ia merasa sangat kagum dengan penyanyi yang berhasil merayakan debut kesepuluh tahun mereka.
Namun, ketika ia mengalaminya sendiri sekarang, ia justru merasa masih berada pada masa ketika ia mempromosikan lagu 'Call Me Baby'. Ia juga mengatakan bahwa ia berada di sini saat ini karena EXO-L, dan ia pun sangat berterima kasih kepada mereka semua.
Baca Juga
-
BabyMonster Ekspresikan Kebebasan Diri Tanpa Batas di Lagu Terbaru, Choom
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Mulai Rp 1 Juta, Intip Harga Tiket Fan-con Jaehyun NCT 'Mono' di Jakarta
-
It's Me oleh ILLIT: Ingin Jadi Pusat Perhatian dan Paling Disukai Penggemar
-
Siap Aktif Kembali Jadi Idol, Jaehyun NCT Resmi Selesaikan Wajib Militer
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis The Honest Realtor, Film Komedi Dibintangi Tomohisa Yamashita
-
Era Baru Dimulai, Anime The Ghost in the Shell Resmi Umumkan Tayang 7 Juli
-
Dari Gombalan SMA ke Realita Kampus, Dilan ITB 1997 Punya Vibe yang Berbeda
-
Kyoto Animation Garap Film Anime The Credits Roll Into The Sea, Tayang 2027
-
Kisah Dante Berlanjut, Devil May Cry Season 2 Tayang 12 Mei di Netflix
Terkini
-
Lebih Dekat dengan Sang Pencipta dalam Syahdu-nya Seni Merayu Tuhan
-
Jam Tangan Casio AQ-240 Resmi Meluncur: Desain Vintage, Harga Bersahabat
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?
-
Tanah Bangsawan: Rahasia Kelam di Balik Identitas Ganda Seorang Pemuda Eropa