Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
The Credits Roll Into The Sea (X/animetv_jp)
Anggia Khofifah P

Studio anime ternama Kyoto Animation resmi mengumumkan adaptasi film anime dari manga The Credits Roll Into The Sea (atau Umi ga Hashiru Endroll) karya John Tarachine. Bersamaan dengan perilisan teaser trailer perdana, diumumkan pula bahwa film tersebut dijadwalkan tayang pada 2027.

Proyek ini langsung menarik perhatian penggemar anime karena akan digarap oleh Kyoto Animation, studio yang dikenal lewat kualitas visual emosional dan penceritaan menyentuh dalam berbagai karya populer.

Film ini disutradarai oleh Taichi Ishidate yang sebelumnya sukses mengarahkan Violet Evergarden, CITY The Animation, dan Beyond the Boundary. Distribusi film akan ditangani oleh Shochiku.

Manga aslinya pertama kali terbit di majalah Mystery Bonita milik Akita Shoten sejak Oktober 2020 dan dijadwalkan berakhir pada volume kesembilan yang rilis pada 15 Mei 2026.

Hingga pertengahan 2025, serial tersebut telah memiliki lebih dari satu juta kopi beredar dan mendapat banyak pujian dari pembaca maupun kritikus manga di Jepang.

Cerita The Credits Roll Into The Sea menghadirkan premis yang cukup unik dan emosional. Tokoh utamanya adalah Umiko Chino, seorang perempuan berusia 65 tahun yang masih berduka setelah kehilangan suaminya. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Umiko kembali pergi ke bioskop karena teringat masa-masa saat ia dan suaminya sering menonton film bersama.

Di bioskop itulah Umiko bertemu Kai, mahasiswa muda yang belajar perfilman di sekolah seni. Pertemuan mereka berkembang menjadi hubungan yang tidak biasa karena keduanya ternyata lebih tertarik memperhatikan reaksi penonton terhadap sebuah film dibandingkan film itu sendiri.

Kai kemudian menyadari bahwa Umiko memiliki ketertarikan mendalam terhadap dunia perfilman, sesuatu yang bahkan belum disadari sepenuhnya oleh Umiko sendiri.

Pertanyaan sederhana dari Kai mengenai apa yang ingin dilakukan Umiko di sisa hidupnya menjadi titik balik besar dalam cerita. Umiko perlahan mulai menemukan semangat baru dan memutuskan masuk ke sekolah film yang sama dengan Kai.

Di sana, ia harus beradaptasi dengan lingkungan mahasiswa yang jauh lebih muda, memahami cara berpikir generasi baru, serta mencari makna pengalaman hidup melalui seni membuat film.

Kisah ini banyak dipuji karena menghadirkan tema coming-of-age dari sudut pandang yang jarang diangkat, yakni seorang lansia yang memulai kembali hidupnya dan mengejar mimpi baru.

Alih-alih berfokus pada masa muda, manga ini justru menunjukkan bahwa pencarian jati diri dan passion tidak memiliki batas usia.

Pengumuman adaptasi anime ini juga disertai ilustrasi spesial baru dari John Tarachine untuk merayakan proyek film tersebut. Sementara itu, versi bahasa Inggris manganya akan diterbitkan oleh Dark Horse Comics mulai 7 Juli 2026.

Popularitas manga ini memang terus meningkat sejak awal serialisasinya. Pada 2022, The Credits Roll Into The Sea berhasil menempati posisi pertama kategori pembaca perempuan dalam daftar Kono Manga ga Sugoi! atau This Manga Is Amazing!. Setahun berikutnya, manga tersebut kembali masuk daftar yang sama dan berada di posisi keenam.

Selain itu, serial ini juga masuk nominasi Manga Taisho Awards 2022 dan dua kali dinominasikan dalam Tezuka Osamu Cultural Prize pada 2023 serta 2025. Pengakuan tersebut memperlihatkan betapa kuatnya kualitas cerita dan kedalaman emosional yang ditawarkan manga karya John Tarachine ini.

Banyak penggemar kini menaruh harapan besar pada adaptasi filmnya, terutama karena reputasi Kyoto Animation dalam menghidupkan cerita emosional dengan animasi yang detail dan sinematografi indah. Studio tersebut dikenal mampu menyampaikan emosi karakter secara halus namun mendalam, sesuatu yang dianggap sangat cocok dengan nuansa reflektif dan personal dari The Credits Roll Into The Sea.

Dengan kombinasi cerita menyentuh tentang kehilangan, pencarian makna hidup, dan dunia perfilman, film anime ini diprediksi menjadi salah satu karya paling dinanti pada 2027.