Berbicara tentang makhluk mitologi di Jepang, telinga kita mungkin sudah akrab dengan sosok makhluk yang disebut dengan yokai. Nah, pen-online menerangkan bahwa salah satu makhluk mitologi dari keluarga yokai yang ditakuti oleh masyarakat Jepang adalah Gashadokuro.
Makhluk satu ini disebut sebagai hantu jahat yang haus darah. Ia akan membunuh korbannya dengan cara mengoyak tubuh korbannya dengan kerangka tangannya. Kemudian, tubuh korbannya akan digigit sampai putus. Seperti sebenarnya yokai jahat ini? Berikut ini fakta Gashadokuro yang menarik untuk diketahui!
Gashadokuro Dalam Kepercayaan Masyarakat Jepang
Gashadokuro berwujud tengkorak manusia lengkap dengan kerangka tubuhnya. Makhluk mitologi satu ini merupakan salah satu yokai yang ditakuti oleh masyarakat Jepang selama berabad-abad.
Gashadokuro berukuran 15 kali lebih besar dari ukuran manusia. Makhluk mitologi seukuran Titan ini mempunyai kekuatan supranatural, misalnya saja tubuhnya tembus pandang dan sangat kuat. Konon, seorang pendeta agama Shinto saja tidak mampu mengatasi Gashadokuro. Kekuatan besar mereka terbentuk karena rasa marah dan sakit hari yang tersimpan lama. Energi negatif itu mengendap dan membentuk kekuatan yang menjadikan Gashadokuro monster mengerikan yang susah ditaklukkan.
Termasuk Makhluk Nokturnal
Dalam cerita legenda yang diyakini oleh masyarakat Jepang, Gashadokuro dulunya adalah pasukan yang kerangkanya dibangkitkan kembali. Setelahnya mereka muncul dalam bentuk hantu di mana tulang punggungnya bengkok. Tulang-tulang yang menjadi Gashadokuro mati karena kelaparan di medan perang. Mereka menuntut keadilan karena meninggal setelah tidak diberi upacara dengan layak. Roh-roh ini terjebak di dunia dan tidak dapat kembali ke alam baka.
Roh-roh pasukan yang meninggal karena kelaparan itu biasanya berkeliaran pada malam hari dan mendatangi desa-desa setiap tengah malam. Kemunculan mereka ditandai dengan bunyi onomatopoeia yang dalam pelafalan Jepang berbunyi “gachi-gachi.”
Gashadokuro Sebagai Ikon Budaya Jepang
Ada banyak gambaran dan representasi Gashadokuro yang dipercaya di Jepang. Namun, gambaran yang paling populer adalah gambaran dari Kuniyoshi Utagawa yang berjudul Takiyasha The Witch And Skeleton Spectre (1984). Utagawa menggambarkan kisah sang Putri yang memanggil Gashadokuro untuk melindungi istana dari musuh-musuhnya.
Di masa ini, Gashadokuro tetap menjadi karakter populer dan banyak diangkat dalam budaya pop. Makhluk satu ini sering digambarkan sebagai sosok villain yang mengerikan. Penampakan Gashadokuro dapat kita lihat dari manga One Piece (1997), dan Inu x Boku SS (2009). Selain itu, Gashadokuro juga muncul dalam beberapa video games, yakni The Legend Of Zelda: Majora’s Mask dan Dark Souls 3.
Nah, itulah beberapa fakta Gashadokuro. Apakah kamu penasaran dengan penampakannya?
Baca Juga
-
6 Fakta Menarik Perfect Crown yang akan Segera Tayang
-
Frieren: Beyond Journey's End Season 2, Musim yang Lebih Emosional dan Sepi
-
Deretan Anime Yang Tayang Bulan Maret 2026, Wajib Dinantikan!
-
5 Fakta Zom 100: Bucket List of the Dead yang Bikin Penasaran Penggemar
-
4 Rekomendasi Anime untuk Kamu yang Menyukai Cerita Bertema Zombie
Artikel Terkait
-
Sejarah Hari Pendidikan Nasional: Mengenang Jasa Ki Hajar Dewantara
-
Sejarah Perayaan Hari Raya Idul Fitri Umat Muslim Dunia, Perlu Anda Ketahui
-
Yoru No Pikuniku: Perjalanan Malam Siswa Tingkat Akhir SMA yang Sarat Makna
-
Tiga Anggota Ditpolairud Polda Sumsel, Dibawa Kabur "Kapal Hantu" Penyeludupan Benih Lobster
Entertainment
-
Alyssa Daguise Tempuh Prenatal Acupuncture Demi Persalinan Normal
-
Kalahkan AKMU, NCT Wish Raih Trofi Pertama Lagu Ode to Love di Music Bank
-
Sinopsis Sareta Gawa No Fukushuu, Drama Jepang Dibintangi Misaki Ayame
-
Film Flower Petals Rayakan 30 Tahun, Rilis Ulang dalam Versi Remaster 4K
-
4 Drama China yang Bakal Tayang di Bulan Mei, Mana yang Kalian Tunggu?
Terkini
-
4 Serum Retinol dan Hyaluronic Acid untuk Lawan Penuaan tanpa Kulit Iritasi
-
Sekolah Mahal vs Sekolah Biasa: Kita Sebenarnya Tahu Bedanya
-
HONOR Win H9: Laptop Gaming yang Mengurangi Rasa Pusing hingga 58%
-
Cara Dengerin Musik Cermin Cara Mencintai: Si Telinga Detail Pasti Relate
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia