Haechan NCT baru-baru ini melakukan sesi wawancara dan pemotretan bersama majalah @Star1 untuk edisi bulan Juli.
Mengutip dari akunTwitter fanbase NCT @SM_NCT, Haechan menceritakan berbagai hal mulai dari awal debut hingga kariernya sekarang. Ia juga mengungkapkan perbedaan dirinya kini dan awal debut dulu sebagai sebagai seorang idol.
Berikut isi cuplikan wawancara Haechan bersama majalah @Star1.
NCT Dream yang melakukan debut sejak remaja, kini telah tumbuh dewasa. Apakah ada cerita spesial dari para member?
Haechan menjawab, "Akhir-akhir ini member NCT membahas soal mengubah image. Salah satu kekuatan terbesar kami yaitu, image kami berkembang bersama pertumbuhan usia kami. Tentu saja, semua member menunjukkan sisi terbaiknya sejak awal. Namun, karena kami debut sejak remaja, fans berpikir sangat menggemaskan melihat sisi canggung kami."
"Kini kami sudah dewasa. Era di mana kami terlihat muda dan ceroboh sudah berakhir. Aku pikir kami sudah pantas mendapatkan ujaran 'Anak-anak ini sudah tumbuh dewasa' dan 'Mereka sedang menunjukkannya pada kita'. Jadi aku mempersiapkan image yang kuat di setiap penampilan panggung kami," tambahnya.
Ia melanjutkan, "Lebih dari itu, jika membandingkan awal-awal NCT Dream debut dulu dengan sekarang, aku pikir ada sesuatu yang dapat kami lakukan dengan baik setiap waktu. Aku tumbuh secara natural dengan menangkap dan mengatur tahap tersebut dengan baik."
Apa kamu menyadari pertumbuhan seperti apa yang dimiliki NCT Dream?
Haechan menjawab, "Pertama-tama, tiap kemampuan yang dimiliki member adalah sebuah kompetensi. Namun, aku merasa perkembangan atmosfer di antara kami juga hal yang bagus."
"Contohnya, Chenle dan Jisung kini sudah berusia 20 tahun, dan tumbuh dengan menajubkan. Semua member juga terlihat berubah dari remaja menjadi seorang pria dewasa," tambahnya.
Kapan kamu merasa kamu paling tumbuh dewasa dibandingkan dengan awal debut?
"Aku merasa aku belum sepenuhnya dewasa, hatiku masih sama saat aku debut dulu. Namun, sekarang aku mencoba untuk belajar tentang apa yang sebaiknya kulakukan. Dulu, di saat aku masih kecil, aku selalu ingin terlihat keren. Selalu seperti itu, meski sebenarnya tidak cocok untukku aku selalu ingin menunjukkan bahwa aku keren dan karismatik," ungkap Haechan.
"Namun sekarang, aku belajar apa yang bisa aku pelajari di usiaku sekarang ini. Tentu saja, akan sulit rasanya untuk mengatakan aku bisa menggunakan konsep seksi atau powerful seperti para senior yang lain. Tetapi, aku berpikir di usia 23 tahun ini Haechan bisa menunjukkan sisi kerennya," tambahnya.
Sebaliknya, adakah satu hal yang tidak berubah sama sekali sejak sebut?
"Betapa aku mencintai pekerjaan ini, hal ini tidak pernah berubah. Malah, aku semakin menyukainya. Saat awal debut, aku senang saat tampil di TV, dan aku merasa senang bertemu dengan para artis senior yang sebelumya hanya bisa aku lihat di TV," ujar Haechan.
"Aku menyukai hal itu lebih dari konsep pekerjaan itu sendiri. Namun, sekarang aku berpikir bahwa yang aku lakukan saat ini adalah bekerja dengan banyak orang. Aku merasakan banyak tanggung jawab. Itu sebabnya aku merasa dekat dengan apa yang aku lakukan, dan sangat menyukai pekerjaanku," tambah Haechan NCT.
Baca Juga
-
Bawa Genre Beragam, Irene Pamer Vokal di Highlight Medley Album Biggest Fan
-
Yuna ITZY Solo Era: Ketika Visual Kelas Kakap Beradu Nasib sama Lagu Bubblegum yang Nagih Parah
-
Bertajuk Ode to Love, NCT Wish Siap Rilis Full Album Pertama di Bulan April
-
Catch Catch oleh Yena: Intensnya Sikap Tarik Ulur dalam Hubungan Asmara
-
Woodz Usung Sisi Tak Sempurna dan Dualitas Manusia di Lagu Human Extinction
Artikel Terkait
Entertainment
-
Jung Woo dan Krystal Jung Bintangi Film Jjanggu, Tayang 22 April
-
8 Rekomendasi Drama China Berlatar Republik untuk Temani Libur Lebaran
-
Kim Hyang Gi Jalani Kehidupan Ganda di Drama Mendatang, Kapan Rilis?
-
Bawa Genre Beragam, Irene Pamer Vokal di Highlight Medley Album Biggest Fan
-
Petualangan Sanraku Berlanjut! Shangri-La Frontier Season 3 Tayang 2027
Terkini
-
Tutorial Habisin THR Berfaedah: Borong Buku di Gramedia Mumpung Masih Diskon!
-
Mengapa Film Tabula Rasa Masih Relevan Kita Tonton di Bulan Syawal?
-
Jakarta Lengang, Saleh Husin dan Pramono Anung Gowes 60 Km Bakar Lemak Usai Libur Lebaran
-
Memaksimalkan Potensi di Tengah Keterbatasan, Belajar dari Novel Rasa
-
Review The Defects: Ketika Anak Bisa 'Diretur' seperti Barang Rusak