Akhir pekan kedua pasca dirilis pada tanggal 10 Agustus 2022 lalu, film Hunt yang merupakan film action terbaru Lee Jung Jae tersebut panen peminat dan mampu mendapatkan atensi yang besar dari para penikmat film di Korea Selatan. Bagaimana tidak, hanya dalam tempo dua hari saja, film Hunt yang juga merupakan film debut Lee Jung Jae sebagai sutradara di dunia perfilman, berhasil meraup lebih dari lima ratus ribu pasang mata, sekaligus menembuskan jumlah penonton di angka 3 juta. Disadur dari laman Koreanfilm, film Hunt kini mendapatkan total 3.042.157 penonton dari 1.561 layar yang digelar, dan menguasai dunia perbioskopan Korea Selatan dengan revenue share mencapai 48,16%.
Angka 3 juta pasang mata ini mampu dicapai oleh oleh film Hunt di hari ke 11 penayangan, dan tak lepas dari pendapatan jumlah penonton yang naik secara signifikan dalam dua hari terakhir kemarin. Dari laman yang sama, untuk hari Sabtu 20 Agustus 2022, film yang bertemakan tentang spionase ini mampu meraup tambahan penonton hingga mencapai angka 303.774 pasang mata. Sementara di hari Ahad, 21 Agustus 2022, mereka mendapatkan tambahan 277.644 pasang mata. Hal ini tentu merupakan sebuah jumlah yang sangat positif jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Seperti contoh, pada haru Jum’at, 19 Agustus 2022, film Hunt hanya mendapatkan 133.328 penonton harian saja, tak berbeda jauh dengan hari-hari biasa sebelumnya yang kisaran penontonnya ada di angka seratus ribuan saja. Bahkan, dalam data terbaru, penonton harian untuk tanggal 22 Agustus 2022 kemarin pun hanya ada 89.268 penonton. Sangat jauh jika dibandingkan dengan penonton yang membludak di akhir pekan kemari.
Dengan tambahan lebih dari lima ratus ribu penonton, film Hunt kini sukses melampaui angka 3 juta penonton, dan masuk dalam daftar 5 besar film terlaris di Korea Selatan tahun 2022 ini. Film ini bahkan mampu melewati film The Witch: Part 2. The Other One yang sebelumnya digadang-gadang bakal mampu menjadi salah satu film terlaris Korea Selatan tahun ini. Disadur dari laman Hancinema, film yang merupakan sekuel dari film The Witch: Part 1. Subversion tersebut saat ini stagnan di peringkat ke tujuh dalam daftar film terlaris Korea Selatan, dengan mendapatkan penonton sebanyak 2.806.501. Sebuah angka yang sebenarnya cukup besar, namun berada di luar perkiraan karena sebelumnya film ini digadang bakal mampu melampaui film pertamanya yang menembus angka 3 juta penonton.
Wah, semakin tak sabar untuk menantikan film ini masuk ke Indonesia ya!
Baca Juga
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
Artikel Terkait
-
Film Berbahasa Sunda 'Before, Now & Then' Raih Rekor MURI, Intip Sinopsis dan Fakta Menariknya!
-
Rilis 3 Hari Lagi, Tiket Film Mencuri Raden Saleh Sudah Bisa Dibeli Hari Ini
-
Film "Top Gun: Maverick" Catat Rekor Box Office Hollywood
-
5 Rekomendasi Film Indonesia Tayang Bulan Agustus 2022
-
The Merciless: Kisah Pengkhianatan dan Polisi yang Menyamar Jadi Narapidana
Entertainment
-
Tayang 6 Mei, Prime Video Rilis Trailer Terbaru Serial Citadel Season 2
-
Anime Assassin Reinkarnasi Karya Rui Tsukiyo Umumkan Season 2 Tayang 2027
-
Susul Mark dan Ten, Lucas Eks Member NCT Resmi Tinggalkan SM Entertainment
-
Resmi! Pengadilan Terima Permintaan The Boyz Putus Kontrak dengan Agensi
-
Akhirnya! Glasses with a Chance of Delinquent Dapat Adaptasi Anime
Terkini
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Hindia dan Dipha Barus Bicara Soal Generational Trauma di Lagu Baru "Nafas"
-
Avec le Temps: Harmoni Puitis Prancis dan Arab di Jantung Yogyakarta