Presiden Albania secara resmi memberikan kewarganegaraan Albania untuk Dua Lipa pada Minggu (27/11/2022) atas dedikasinya yang membantu mempromosikan Albania semakin terkenal melalui karya musik internasionalnya.
Presiden Albania, Bajram Begaj memberikan kewarganegaraan tersebut menjelang peringatan kemerdekaan 110 tahun Albania dari Kekaisaran Ottoman.
Keputusan yang dibuat Bajram Begaj itu merupakan suatu bentuk kehormatan karena Dua Lipa telah membuat orang Albania terkenal di seluruh dunia. Penyanyi asal Inggris itu diketahui masih memiliki keturunan Albania dari orang tuanya.
Melalui Twitter, Presiden Bajram Begaj mengatakan bahwa ia senang melihat anak dari imigran asal Albania yang mampu berkontribusi menyebarkan kesadaran tentang Albania di dunia luar.
BACA JUGA: Inilah 5 Film Preity Zinta, Aktris yang Paling Dikenang Pencinta Bollywood Tanah Air
“Senang memberikan satu-satunya Dua Lipa tentang keputusan kewarganegaraan Albania. Dia telah membuat kami bangga dengan karier mendunianya dan keterlibatannya dalam tujuan sosial yang penting,” tulis Bajram Begaj di akun media sosialnya pada Minggu (27/11/2022).
Sebelum Dua Lipa mengambil sumpah kewarganegaraannya di balai kota Tirana, ia mengaku ke awak media bahwa dirinya sangat senang dan tidak pernah terbayangkan dalam benaknya untuk menerima hal tersebut.
BACA JUGA: Murka! Pinkan Mambo Bongkar Keburukan Masa Lalu Maia Estianty: Akhirnya Suaminya Diambil Mulan
“Ini adalah kegembiraan yang tak terlukiskan dengan penerimaan, cinta, dan segalanya. Aku juga akan menjadi orang Albania dengan dokumen-dokumen resmi,” ujar penyanyi berusia 27 tahun itu yang dilansir melalui NPR.
Dua Lipa lahir pada tahun 1995 di London, Inggris di mana kedua orang tuanya memiliki latar belakang sebagai imigran asal Kosovo. Itulah sebabnya bahasa pertama yang dikenal Dua Lipa adalah bahasa Albania.
Dua Lipa mulai belajar musik dan bernyanyi sejak usianya lima tahun. Kemampuan bermusiknya tak lepas dari pengaruh sang yang merupakan mantan penyanyi dan gitaris dari sebuah band beraliran rock. Ia lantas memulai untuk mengunggah lagu-lagunya di YouTube ketika baru berusia 14 tahun.
BACA JUGA: 5 Potret Sederhana Uut Permatasari, Pedangdut yang Kini Jadi Istri Polisi
Pada 2016, Dua Lipa dan ayahnya yang bernama Dukangjin Lipa mendirikan Sunny Hill Foundation, sebuah organisasi yang mengumpulkan pendanaan bagi orang-orang yang mengalami kesulitas ekonomi di Albania.
Dalam karier bermusiknya, Dua Lipa juga menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Ia meluncurkan album studio pertamanya pada 2017. Kemudian, ia berhasil memenangkan Grammy Award pertamanya sebagai Artis Pendatang Terbaik pada tahun 2019.
Baca Juga
-
5 Fakta Menarik Nam Ji Hyun, Aktris Berbakat Pemeran K-Drama Good Partner
-
3 Karakter Cowok Green Flag di Drama Korea Welcome To Samdalri, Bikin Meleleh!
-
3 Drakor Baru yang Angkat Tema soal Lika-liku Perceraian, Penuh Pesan Moral
-
4 Pesona Shin Eun Soo di 'Twinkling Watermelon', Bicara Pakai Bahasa Isyarat!
-
4 Film Beragam Genre Dibintangi Dwi Sasono di 2023, Terbaru 'Budi Pekerti'
Artikel Terkait
-
Jennie BLACKPINK Rilis Video Resmi untuk Single Terbarunya, Handlebars
-
Ingat Lagi Cerita Anggun C Sasmi Lepas Status WNI, Kini Ramai Dituduh Pendukung Zionis
-
Albania Tidak Akan Terima Pengungsi Palestina
-
Siap Rilis Album Perdana, Jennie Gandeng Dua Lipa hingga Childish Gambino
-
Jennie BLACKPINK Siap Debut Album Solo Bertajuk Ruby, Gandeng Dua Lipa
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?