Studio Ghibli merupakan studio film animasi terkenal yang berada di Tokyo, Jepang. Studio populer ini telah menciptakan berbagai macam karya iconic yang sampai saat ini masih diperbincangkan oleh para pencintanya di seluruh dunia.
Pertama kali didirikan pada 1985 oleh Hayao Miyazaki dan rekannya Isao Takahata. Mereka mulai menggarap film animasi pertamanya Nausicaa of The Valley of The Wind dan Castle In The Sky. Studio Ghibli menjadi populer dan menciptakan film-film lain dengan kisah yang imajinatif dan emosional.
Salah satu film buatan Studio Ghibli tertua adalah The Grave of Fireflies yang dibuat pada 1988. Dengan mengusung kisah tragedi perang Jepang, film ini sukses bikin penonton sedih dan gagal move-on, lho!
Review Film The Grave of Fireflies
The Grave of Fireflies merupakan film semi-autografi hasil adaptasi dari cerpen karya Akiyuki Nosaka tahun 1967. Selanjutnya, film ini disutradarai dan ditulis oleh Isao Takahata.
Sinopsis Film The Grave of Fireflies
Film The Grave of Fireflies memiliki durasi kurang lebih 1 jam 20 menit. Seperti yang dituliskan sebelumnya, film ini membawa kisah tragedi perang Jepang yang banyak menelan korban jiwa dan penderitaan luar biasa di kala itu.
Berkisahkan tentang kakak beradik bernama Seita dan Setsuko, keduanya harus berusaha bertahan hidup di tengah penderitaan yang diakibatkan perang Jepang yang sedang berlangsung. Setelah ditinggal oleh kedua orang tuanya, Seita dan Setsuko ikut tinggal bersama bibinya.
Walau hidup berkecukupan bersama bibinya, tetapi kakak beradik tersebut tidak hidup bahagia. Dikarenakan memiliki tekad agar bisa hidup bebas tanpa cercaan sang bibi, mereka memutuskan pergi mencari tempat tinggal sendiri dan hidup menggunakan uang seadanya. Seita dan Setsuko hidup tenang, pada awalnya.
BACA JUGA: Juga Bernasib Diceraikan Istri saat Sakit, Begini Kabar Gugun Gondrong Sekarang
Namun, hari demi hari berlalu. Uang yang mereka pegang pun habis membuat mereka harus berusaha lebih ekstra untuk bisa mendapatkan makanan. Ditambah lagi sakitnya sang adik membuat Seita sebagai kakak harus memutar otak agar dapat memberikan makanan yang layak untuk Setsuko.
Walaupun gaya animasinya belum semaju film animasi populer seperti sekarang, tetapi The Grave of Fireflies patut mendapatkan acungan jempol dan wajib banget masuk ke dalam daftar film animasi yang setidaknya harus ditonton sekali seumur hidup.
Alur yang disuguhkan realistis, sangat emosional dan berhasil membuat penonton ikut patah hati memikirkan nasib Seita dan Setsuko. Perasaan hangat, senang, tegang, dan sedih yang mendominasi bersatu dengan sangat harmonis di dalam film tersebut.
Untuk melihat film Studio Ghibli "The Grave of Fireflies" dapat diakses melalui Netflix dan HBO Max. Selamat menonton, sobat Yoursay!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Lee Si Young Umumkan Kehamilan Anak Kedua Tanpa Persetujuan Mantan Suami
-
Lisa BLACKPINK Bintangi Serial Netflix "Hitmakers", Tayang Kapan?
-
Rapper Asal Australia Ancam Tuntutan Hukum pada ALLDAY Project Terkait Trademark
-
5 Drama Korea Sekolah Penuh Aksi yang Mirip Weak Hero Class
-
Isyaratkan Comeback, Momoland Tandatangani Kontrak dengan Agensi Baru
Artikel Terkait
-
Sutradara Jason Kim Angkat Kisah Nyata dalam Film Terbarunya My Heart Puppy
-
3 Rekomendasi Film Studio Ghibli Tersedih yang Menguras Air Mata
-
Diramaikan dengan Beragam Genre, Ini 8 Film Bollywood Tayang di Bulan Maret 2023
-
Film My Heart Puppy Bikin Yoo Yeon Seok Tergerak Adopsi Anjing Terlantar
-
Pakai Kimono, Luna Maya Antre Doa Lancar Jodoh di Tempat Ziarah Jepang
Entertainment
-
Anime Kill Blue Season 2 Resmi Diumumkan, Mangaka Bagikan Komentar Perayaan
-
Sinopsis Issho ni Gohan wo Taberu Dake, Drama Jepang Terbaru Akari Hayami
-
Cepat Move-on, Ariana Grande Diisukan Dekat dengan Mantannya Ricky Alvarez
-
Akihiro Miwa, Pengisi Suara Studio Ghibli Meninggal di Usia 91 Tahun
-
The Last House: Kisah Mencekam Satu Keluarga Terjebak di Rumah Misterius
Terkini
-
Afrika Selatan Gagal, Kanada Lolos 16 Besar Siap Lawan Belanda atau Maroko?
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
-
Debut Sensasional, Cape Verde Jadi Tim Anomali di Ajang Piala Dunia 2026
-
Membaca Doorstoot naar Djokja: Menyelami Hari-Hari Paling Genting Indonesia
-
Syarat Berpenampilan Menarik di Lowongan Kerja, Bentuk Beauty Privilege?