Suasana Pasar Godean, Sleman, Yogyakarta, tampak berbeda pada Kamis (13/8/2026). Para pedagang di samping sibuk melayani pembeli, ia juga ikut memeriahkan lomba menghias pasar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejumlah pedagang tampak mengenakan seragam bernuansa merah putih. Ada pula yang memasang stiker di kedua sisi pipi serta mengenakan ikat kepala merah putih. Aktivitas jual beli berpadu dengan suasana perayaan ketika para pedagang dan pengunjung turut meramaikan acara.
Bukan hanya perlombaan menghias pasar, kegiatan tersebut juga diisi hiburan. Pedagang maupun pengunjung diberi kesempatan untuk menyanyi dan mengekspresikan diri di tengah rangkaian acara. Suasana pun berlangsung meriah dengan keterlibatan warga pasar.
Lomba menghias pasar ini sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur para pedagang setelah menempati bangunan baru Pasar Godean usai sebelumnya menjalani masa relokasi sementara.
Lomba Hias Pasar Jadi Upaya Meramaikan Pasar Godean
Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah I Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Robertus Esthi Raharja Prasetya, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai acara tematik untuk meramaikan pasar.
“Tema besarnya sebenarnya adalah meramaikan pasar,” ujar Robert kepada tim redaksi Suara.com saat diwawancarai pada Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, momentum Agustus dimanfaatkan untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus sebagai bentuk syukur karena para pedagang telah berpindah dari tempat relokasi sementara ke bangunan Pasar Godean yang baru.
Kegiatan tersebut diinisiasi Paguyuban Pedagang Pasar Godean dengan dukungan 11 kelompok komoditas. Dalam pelaksanaannya, kelompok-kelompok tersebut kemudian dibagi menjadi enam kelompok gabungan, yakni tiga kelompok di lantai satu dan tiga kelompok di lantai dua.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean, Sri Kundari, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan saja. Menurutnya, berbagai kegiatan di pasar diperlukan untuk mendorong semakin banyak masyarakat datang berbelanja.
“Harapan kami setelah pindah ke gedung baru ini, aktivitas pasar bisa makin ramai,” kata Sri.
Pedagang Berharap Gedung Baru Bawa Lebih Banyak Pengunjung
Sri yang telah berjualan komoditas fashion di Pasar Godean selama sekitar 30 tahun mengatakan kondisi pasar setelah berpindah ke gedung baru memang mengalami sejumlah perubahan. Ia menilai fasilitas pasar kini jauh lebih baik dan bersih dibandingkan sebelumnya.
Dari sisi kunjungan, Sri mengatakan jumlah pengunjung juga mengalami peningkatan dibandingkan ketika pedagang masih berada di lokasi relokasi sementara. Namun, kondisi setiap pedagang tidak sepenuhnya sama.
“Ada pedagang yang pengunjungnya bertambah, ada yang stabil, dan ada juga pelanggan lama yang masih mencari-cari posisi lapak baru pedagangnya,” ujarnya.
Karena itu, kegiatan seperti lomba menghias pasar dinilai menjadi salah satu upaya untuk membuat suasana pasar lebih hidup sekaligus menarik kembali masyarakat untuk berkunjung.
Dalam sambutannya, Robert juga menekankan bahwa lomba tersebut diharapkan agar kegiatan ini menumbuhkan rasa memiliki di kalangan pedagang terhadap tempat mereka berdagang.
Pasar yang bersih dan nyaman, menurut Robert, diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk kembali berkunjung. Pada akhirnya, peningkatan kunjungan tersebut diharapkan ikut berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan pedagang.
Semangat menjaga pasar juga diharapkan berlanjut setelah perlombaan selesai. Disperindag menyebut Pasar Godean telah memiliki agenda rutin bersih-bersih bersama setiap Jumat Pon.
Dari Lomba Hias Pasar Menuju GEMPAR di Pasar Godean
Bagi para pedagang, harapan terhadap pasar baru tersebut pada akhirnya sederhana, yaitu pasar kembali ramai dan kegiatan ekonomi mereka semakin hidup.
Sri mengatakan para pedagang berharap keberadaan gedung baru dan berbagai kegiatan yang digelar dapat mendorong peningkatan kunjungan sekaligus perekonomian.
“Semoga Pasar Godean ini semakin ramai pengunjungnya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para pedagang,” ujarnya.
Lomba menghias pasar pun menjadi salah satu cara pedagang menyambut fase baru Pasar Godean. Di tengah dekorasi merah putih, hiburan, dan aktivitas jual beli, perayaan tersebut di samping memang menjadi bagian dari agenda HUT RI ke-81, ia juga simbol rasa syukur setelah perjalanan panjang relokasi menuju pasar baru.
Semangat untuk kembali meramaikan pasar rakyat tersebut juga sejalan dengan GEMPAR atau Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat oleh Yoursay.id, sebuah kampanye yang mengajak masyarakat untuk kembali berkunjung dan berbelanja di pasar rakyat.
GEMPAR juga akan hadir di Pasar Godean pada Senin, 24 Agustus. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk ikut merasakan kembali suasana pasar rakyat sekaligus mendukung para pedagang dan pelaku usaha yang menggantungkan penghidupannya dari aktivitas perdagangan di pasar.
Jadi, buat kamu yang ingin ikut meramaikan pasar rakyat, jangan lewatkan kegiatan GEMPAR di Pasar Godean. Catat tanggalnya dan ikut menjadi bagian dari gerakan untuk membuat pasar rakyat kembali ramai, hidup, dan menjadi ruang ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga
-
Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme
-
Fenomena Sunday Scaries: Membedah Horor Hari Senin Bagi Para Pekerja
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
Artikel Terkait
-
Jelang HUT ke-81 RI, 81 Pesawat hingga Rafale Bakal Hiasi Langit Istana Merdeka
-
5 Contoh Undangan Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 via WA: Praktis, Singkat, dan Sopan
-
Istana Ungkap Sejumlah Menteri Aktif Masuk Daftar Penerima Tanda Kehormatan, Siapa Saja?
-
30 Kata-Kata Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang Benar untuk HUT Ke-81 RI
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
News
-
Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?
-
Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'
-
Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja
Terkini
-
Anime Welcome to Demon School, Iruma-kun Umumkan Proyek Film Pertama
-
Nasib Tragis The Transporter: Ditinggal Jason Statham, 2 Aktor Penggantinya Gagal Total!
-
Rangkul Kekurangan! KickFlip Ungkap Indahnya Masa Muda di Lagu Puzzle Piece
-
Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi
-
Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme