Drama Korea terbaru JTBC "King the Land" telah menayangkan episode pertamanya pada Sabtu (17/6/2023). Sebelum dirilis secara resmi, drama yang dibintangi oleh YoonA SNSD dan Junho 2PM ini sangat dinantikan oleh para penggemarnya.
Namun, setelah penayangan perdananya, banyak penonton yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap "King the Land" setelah menonton episode pertama drama tersebut. Menyadur Koreaboo, inilah 3 kekurangan dari episode pertama drama Korea King the Land menurut penonton.
1. Adegan dan dialog yang kuno
Setelah menyaksikan episode pertama, penonton menganggap drama "King the Land" terasa kuno dan tidak relevan dengan zaman sekarang. Penonton bahkan menyebut drama ini dengan sebutan kkondae, yang merupakan kata slang dalam bahasa Korea untuk menyebutkan sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman.
2. Alur yang lambat
Walaupun dihiasi oleh wajah-wajah pemain yang spektakuler, alur episode pertama terasa sangat lambat dan penonton dijebak untuk menyaksikan budaya Korea yang kuno dan adegan club yang sangat acak. Selain itu, beberapa dialog juga dianggap norak.
Dalam episode yang berdurasi sekitar 1 jam tersebut, tidak banyak hal yang membuat penonton merasa tertarik karena adegannya hanya itu-itu saja. Namun, penonton sedikit terhibur dengan penampilan YoonA dan Junho yang memberikan akting terbaik mereka.
3. Penggambaran profesi yang cenderung stereotyping
Menurut penonton, profesi perhotelan dalam drama "King the Land" digambarkan dengan stereotip yang cenderung ketinggalan zaman.
Hal itu membuat penonton merasa sedang menyaksikan drama klise tahun 2000an dalam resolusi yang lebih tinggi.
"Sebagai seseorang yang bekerja di hotel, aku merasa kesal," tulis salah satu penonton.
"Aku hanya menyukai adegan di mana keduanya bertemu. Penulisnya tidak melakukan pekerjaan dengan baik," penonton lain menyahut.
"Aku sudah lama tidak melihat drama seburuk ini, jadi ini tidak menyegarkan untuk ditonton," ujar penonton yang lain.
Sementara itu, drama "King the Land" menceritakan tentang kisah percintaan antara Gu Won (Junho) dan Cheon Sa Rang (YoonA). Gu Won merupakan sosok pria yang hampir tidak pernah tersenyum, sedangkan Cheon Sa Rang terkenal dengan keramahannya dan senyuman manisnya.
Gu Won dan Cheon Sa Rang memiliki kehidupan dan sifat yang bertolak belakang. Gu Won sangat kharismatik, cerdas, dan seolah memiliki segalanya. Sementara itu, Cheon Sa Rang merupakan gadis biasa murah senyum yang bekerja sebagai staff hotel di The King Hotel, di mana Gu Won adalah pewaris hotel tersebut.
Drama ini akan mengisi slot drama weekend Sabtu dan Minggu dan ditayangkan di JTBC dan platform streaming Netflix. Meskipun menuai kritikan di penayangan perdananya, beberapa orang masih penasaran dengan kelanjutan kisah Gu Won dan Cheon Sa Rang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?
-
Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui
-
Green Mothers' Club: Obsesi pada Anak Berprestasi dalam Standar Parenting
-
Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural
Artikel Terkait
-
Tayang Episode Pertama, Drama Korea 'King The Land' Tuai Kritikan Penonton
-
Sinopsis dan Link Nonton 'King the Land', Drakor Lee Junho 2PM dan YoonA SNSD
-
Tayang Malam Ini, 3 Alasan Menantikan Drama Korea 'See You in My 19th Life'
-
Sinopsis King the Land, Rekomendasi Drama Korea Weekend ini
-
3 Rekomendasi Film dan Serial Drama Korea yang Rilis Juni 2023
Entertainment
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027
-
Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance
-
Jung Chaeyeon Perankan 3 Karakter di Drakor M: Reboot, Siap Tayang 2027
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam