Punya kemampuan melihat masa depan terdengar menggiurkan. Kita bisa tahu apa yang akan terjadi dan mungkin saja bisa menghindari hal-hal buruk yang menunggu di depan. Namun, kemampuan tersebut bisa terasa seperti beban besar jika orang yang nasibnya terbaca adalah seseorang yang baru saja membuat hati berdebar.
Situasi itulah yang dialami Park Sung A dalam drama Korea Head Over Heels. Di balik kesehariannya sebagai siswi SMA, Sung A dikenal sebagai Fairy Cheonji, sosok peramal yang didatangi orang-orang untuk mencari jawaban tentang masa depan mereka. Kehidupan rahasianya berjalan cukup baik sampai Bae Gyeon Woo datang bersama ibunya untuk meminta ramalan.
Pertemuan tersebut rupanya membawa sesuatu yang tak pernah Sung A duga. Di tengah rasa tertariknya kepada Gyeon Woo, ia justru mendapati kenyataan bahwa hidup pemuda itu tak akan berlangsung lama.
Lantas, bagaimana Head Over Heels mengolah premis tersebut menjadi kisah yang menarik untuk ditonton? Simak ulasan lengkapnya.
Kehidupan Ganda Sung A dan Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Head Over Heels mengikuti kehidupan Park Sung A (Cho Yi Hyun), seorang siswi SMA yang memiliki identitas lain sebagai Fairy Cheonji. Di malam hari, ia menjalankan pekerjaannya sebagai peramal yang cukup dikenal.
Dengan wajah yang sebagian tertutup, Sung A menerima orang-orang yang datang untuk mengetahui berbagai hal tentang kehidupan mereka, mulai dari keberuntungan hingga masalah kesehatan dan masa depan.
Rutinitas tersebut berubah setelah Bae Gyeon Woo (Choo Young Woo) datang bersama ibunya untuk menemui Fairy Cheonji. Bagi Sung A, pertemuan itu terasa berbeda karena ia langsung tertarik kepada Gyeon Woo. Namun, rasa suka tersebut segera bercampur dengan kegelisahan setelah ia melihat bahwa pemuda itu memiliki nasib buruk yang sudah menunggunya.
Menariknya, Gyeon Woo kemudian muncul sebagai murid pindahan di sekolah Sung A. Pertemuan yang awalnya terjadi di ruang peramalan pun berlanjut ke kehidupan sehari-hari mereka sebagai teman sekolah.
Situasi ini membuat Sung A berada dalam posisi yang serba salah. Ia mengenal Gyeon Woo sebagai seseorang yang disukainya, tetapi juga mengetahui sesuatu tentang dirinya yang bahkan Gyeon Woo sendiri tidak tahu.
Takdir Tidak Lagi Terasa Seperti Garis Akhir
Head Over Heels menarik menempatkan takdir sebagai sesuatu yang bisa dipertanyakan. Sung A terbiasa membaca nasib orang lain dan seharusnya memahami bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali manusia. Namun, pengetahuannya tersebut justru membuatnya sulit bersikap pasrah ketika berhadapan dengan nasib Gyeon Woo.
Keputusan Sung A untuk menyelamatkan Gyeon Woo juga terasa masuk akal dari sisi karakternya. Ia tidak hanya bertindak karena rasa suka, tetapi karena sudah melihat kemungkinan buruk yang akan terjadi. Ada dorongan emosional yang membuatnya ingin mencoba sesuatu, meskipun ia sendiri belum tentu tahu apakah takdir memang bisa diubah.
Meski begitu, gagasan tentang melawan takdir sebenarnya bukan sesuatu yang baru dalam drama Korea. Hanya saja, yang membuatnya drama ini menarik adalah posisi Sung A sebagai seorang peramal.
Romansa Remaja dengan Sentuhan Supernatural
Menurut saya, Head Over Heels punya perpaduan genre yang cukup fresh. Nuansa kehidupan sekolah membuat ceritanya terasa ringan, sementara unsur peramalan dan ancaman kematian memberikan lapisan konflik yang lebih serius.
Cho Yi Hyun juga mampu membawa karakter Sung A yang punya dua sisi berbeda. Ia bisa tampil sebagai remaja yang sedang mengalami rasa suka, tetapi juga harus menjalankan peran sebagai Fairy Cheonji yang terlihat lebih misterius.
Sementara itu, hubungan Sung A dan Gyeon Woo menjadi bagian yang membuat cerita terus berkembang. Ada rasa penasaran tentang bagaimana keduanya akan semakin dekat, terlebih Sung A menyimpan informasi besar mengenai masa depan Gyeon Woo.
Penonton pun tidak hanya dibuat menunggu perkembangan hubungan mereka, tetapi juga menantikan apakah usaha Sung A benar-benar bisa mengubah sesuatu.
Secara keseluruhan, Head Over Heels menawarkan premis yang menarik untuk penonton yang menyukai romansa remaja dengan bumbu supernatural. Jika kamu mencari drama dengan kisah cinta yang ringan tetapi tetap memiliki konflik tentang pilihan dan takdir, Head Over Heels layak masuk daftar tontonan.
Baca Juga
-
BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?
-
Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
-
Behind Every Star: Sisi Gelap Ambisi di Balik Gemerlap Industri Hiburan
Artikel Terkait
-
Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
Ulasan
-
Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja
-
The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu
-
Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga
-
Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo
Terkini
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
-
Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi
-
Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk
-
Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!
-
Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya