FIFTY FIFTY akhirnya merilis lagu barunya yang bertajuk "Barbie Dreams" yang merupakan OST film live action "Barbie" yang dibintangi oleh Margot Robbie dan Ryan Gosling. Lagu ini dinyanyikan oleh FIFTY FIFTY berkolaborasi dengan rapper Kaliii.
Pada Jumat (7/7/2023), FIFTY FIFTY merilis lagu "Barbie Dreams" di berbagai platform streaming musik. Soundtrack lengkap untuk film "Barbie" akan dirilis pada 21 Juli mendatang, hari yang sama dengan film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop di Amerika Serikat.
Sayangnya, lagu tersebut dirilis ketika FIFTY FIFTY tengah terlibat kontroversi akibat perseteruan grup tersebut dengan agensinya, ATTRAKT. Baru-baru ini, dilaporkan bahwa syuting video klip untuk lagu tersebut telah dibatalkan sehubungan dengan kontroversi tersebut.
"Barbie Dreams" direkam oleh FIFTY FIFTY sebelum adanya perselisihan dengan ATTRAKT. Akibat kontroversi tersebut, lagu tersebut tidak memiliki video klip dan hanya ada versi audio.
Dilansir dari Koreaboo (7/7/2023), netizen Korea atau K-Netz sangat menyayangkan tindakan FIFTY FIFTY yang terlalu gegabah. Padahal, menurut mereka mengakui bahwa lagu "Barbie Dreams" sangat bagus. Jika FIFTY FIFTY tidak terlibat kontroversi dengan agensinya, lagu tersebut akan membantu memperkuat dan menaikkan popularitas girl group tersebut.
"Mereka menyabotase diri mereka sendiri untuk mencari jalan pintas untuk terkenal. Setelah mendengarkan lagunya, seandainya mereka loyal dengan agensinya, mereka pasti akan semakin kuat," tulis salah satu netizen.
"Terlepas dari apakah kalian menyukai lagunya atau tidak, itu adalah prestasi luar biasa bagi grup K-Pop untuk menyanyikan OST untuk film yang dirilis secara global, tetapi mereka merusaknya. Sangat disayangkan," sahut netizen yang lain.
"Jika mereka tetap bertahan dengan agensinya, mereka akan diundang ke acara Barbie, dan mereka akan menjadi lebih populer. Mereka benar-benar merusaknya sendiri," netizen lainnya menimpali.
"Suara mereka menyegarkan. Jika video klipnya keluar, aku rasa itu akan menjadi populer," tulis salah satu netizen lain.
Beberapa waktu yang lalu, FIFTY FIFTY mengajukan tuntutan untuk penangguhan kontrak dengan agensi mereka, ATTRAKT. Setelah itu, mereka mengajukan klaim hak merek dagang untuk nama grup FIFTY FIFTY maupun nama panggung mereka.
Tindakan FIFTY FIFTY tersebut menuai spekulasi bahwa keempat member tersebut ingin memisahkan diri dari agensi dan tetap menjalankan kegiatan sebagai grup FIFTY FIFTY. Bagaimana menurutmu?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Park Ji Hyun Jadi Idol K-Pop di Film Wild Sing, Intip Detail Karakternya
-
Dirasuki Roh Wanita Joseon, Ini Karakter Lim Ji Yeon dalam My Royal Nemesis
-
Minji NewJeans Muncul usai Lama Vakum, Pertanda Comeback? Ini Kata ADOR
-
K-Pop Mulai Tergeser? Musik Lokal Jadi Raja Baru di Asia Tenggara
-
Suka Phantom Lawyer? Ini 7 Drama Korea tentang Hantu yang Tak Kalah Seru
Artikel Terkait
-
Dicap Manfaatkan Momen, Lagu Baru Happy Asmara 'Sadar Posisi' Melejit Jadi Trending
-
Maia Estianty Takjub dengan Rumah Bergaya Eropa Punya Putri Ariani untuk Beraktivitas di Jakarta: Ini Pemberian Rudy Salim?
-
NCT Dream Tampilkan Musik Sensual untuk Lagu Poison dari Album ISTJ
-
TXT Ungkap Kesan Kolaborasi dengan Jonas Brothers di Lagu 'Do It Like That'
-
Redam Isu Boikot, Bunga Zainal Angkat Bicara Soal Perannya di KJC yang Diganti oleh Syahnaz Sadiqah: Bener-Bener Karena...
Entertainment
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Park Ji Hyun Jadi Idol K-Pop di Film Wild Sing, Intip Detail Karakternya
-
Proyek Bangunan Ternyata Butuh Tumbal? Fakta Menarik di Film Tumbal Proyek
-
Berjudul The One Piece, Anime Versi Remake Akan Tayang 2027 di Netflix
Terkini
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah