Video klarifikasi yang diunggah oleh Syahnaz dan Jeje di akun YouTube mereka berdua menyita perhatian banyak pihak. Setelah sebelumnya netizen menunggu video klarifikasi dari keduanya, kini akhirnya kedua suami istri ini membicarakan masalah perselingkuhan yang sempat gempar beberapa waktu lalu.
Seorang pakar ekspresi pun berusaha membaca ekspresi yang ditampilkan oleh Syahnaz ketika ia mengaku menyesal dengan apa yang telah terjadi.
Video singkat analisis pakar ekpresi ini diunggah oleh akun Instagram @lambegosiip pada Senin (10/07/2023).
BACA JUGA: Nathalie Holscher Ternyata Sudah Lama Ingin Lepas Hijab: Aku Bertahan karena Mualaf Sendiri
Dalam kesempatan tersebut, si pakar ekpresi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisisnya, ia menyimpulkan ekpsresi yang menunjukkan khawatir kehilangan tidak ada pada wajah Syahnaz.
“Kalau kita perhatikan ketika Syahnaz bicara, tentang bahwa dia memang salah segala macem, kalau kita perhatikan kita tutup nih wajah kan ada wajah bagian atas ada wajah bagian bawah, wajah bagian bawah ketika dia ngomong dia menyesal, dia gak bersyukur punya keluarga yang begini begini, punya suami yang baik dan sebagainya, itu ada banyak dalam prosesnya itu dia tarikan garisnya itu ke arah atas. Ini adalah bentuk senyum tertahan,” ujarnya mengawali penjelasannya.
Ia juga menjelaskan bahwa Syahnaz memang terlihat menyesal, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah alasan dibalik rasa penyesalan tersebut.
“Jadi buat saya, bukan masalah gak nyesel ya, menyesalnya iya, pertanyaannya adalah menyesalnya karena apa, seringkali saya bilang orang menyesal itu bisa menyesal karena memang dia menyadari kesalahannya, tapi juga bisa nyesel karena ketahuan,” terangnya kemudian.
Para netizen dan warganet pun ramai memberikan komentar mereka mengenai hasil analisis pakar ekpresi ini.
“Gak perlu pakai pakar, netizen se Indonesia juga bisa lihat, mana yang minta maaf dengan tulus atau gak. Yang saya salut, suaminya tetap tegus mempertahankan,” ujar seorang netizen dengan nama akun @fan***.
“Tetap kasihan Lady, traumanya akan diinget sampe kapanpun, mental seorang ibu yang kamu rusak apa pernah kamu pikirin, Jeje egois gak ngajarin istrinya minta maaf sama orang yang udah dia jahatin. Klarifikasi cuman untuk bagusin nama mereka, semangat ya kak Lady, karma berlaku suatu saat nanti dia akan merasakan yang lebih lebih dari kak Lady,” ujar seorang warganet dengan nama akun @eno***.
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
-
Didominasi Genre Self-Help, Intip 4 Buku Rekomendasi Sungjin DAY6!
Artikel Terkait
-
Rangkuman Video Klarifikasi Syahnaz dan Jeje Soal Isu Selingkuh dengan Rendy Kjaernett, Tak Ada Permintaan Maaf untuk Lady Nayoan
-
Lady Nayoan Mantap Berpisah dengan Rendy Kjaernett, Jeje Govinda Disebut Tak Punya Harga Diri Lantaran Pilih Bertahan
-
Gegara Adik Raffi Ahmad, Lady Nayoan Gugat Cerai Rendy Kjaernett, Publik: Selamat Syahnaz Berhasil Merusak
-
Raffi Ahmad Ngarep Syahnaz Dapat Hikmah Usai Kepergok Selingkuh: Namanya Juga Manusia
-
Resmi Digugat Cerai Lady Nayoan, Rendy Kjaernett Minta Maaf ke Anak: Papa Hancurkan Kebahagiaan Kalian
Entertainment
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan
-
Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia