Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Possible Love (X/soompi)
Anggia Khofifah P

Film terbaru sutradara Lee Chang Dong, Possible Love, berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi Silver Lion Grand Jury Prize dalam ajang Venice International Film Festival ke-83. Kemenangan tersebut diumumkan pada upacara penutupan festival di Venesia pada 12 September waktu setempat dan menjadi pencapaian bersejarah bagi perfilman Korea Selatan.

Possible Love tercatat sebagai film Korea pertama yang memenangkan Silver Lion Grand Jury Prize di salah satu festival film tertua dan paling bergengsi di dunia tersebut. Sebelumnya, sutradara Kim Ki Duk menjadi sineas Korea terakhir yang meraih penghargaan utama di Venice melalui kemenangan Golden Lion untuk Pieta pada 2012. Sementara itu, Lee Chang Dong sendiri pernah memenangkan Silver Lion untuk kategori Best Director lewat film Oasis pada 2002.

Penghargaan terbaru ini sekaligus menjadi momen penting bagi Lee Chang Dong setelah 24 tahun kembali ke Venice. Dalam pidato penerimaan penghargaan, sang sutradara menyampaikan rasa terima kasih kepada juri, penyelenggara festival, tim produksi, para pemain, hingga Netflix yang mendanai proyek tersebut. Ia juga mengapresiasi penulis pendamping Oh Jung Mi yang membantu menghidupkan kembali cerita yang sebelumnya sempat lama tertunda.

Lee Chang Dong mengatakan bahwa Possible Love dibuat untuk mempertanyakan peran dan kemampuan sinema dalam menghubungkan manusia di tengah perubahan zaman. Menurutnya, film tersebut lahir dari kegelisahan mengenai dunia ketika pekerjaan mulai menghilang dan hubungan antarmanusia semakin renggang. Ia memandang penghargaan yang diterima sebagai dorongan untuk terus mengajukan pertanyaan mengenai persoalan tersebut melalui film.

Dari sisi cerita, Possible Love mengikuti kehidupan dua pasangan dengan latar belakang yang sangat berbeda. Sul Kyung Gu berperan sebagai Ho Seok, seorang pekerja pabrik yang kehilangan pekerjaannya, sedangkan Jeon Do Yeon memerankan istrinya, Mi Ok. Keduanya masih berusaha menjalani kehidupan setelah mengalami dampak dari tindakan keras aparat dalam aksi mogok buruh.

Di sisi lain, Zo In Sung dan Cho Yeo Jeong memerankan pasangan dari kalangan berada. Cho Yeo Jeong berperan sebagai Ye Ji, seorang pembuat film dokumenter yang mempertemukan keempat karakter tersebut melalui proyek dokumentasi. Pertemuan mereka kemudian membuat kehidupan, perbedaan kelas sosial, trauma, hingga keinginan yang selama ini tersembunyi mulai saling berkelindan.

Venice International Film Festival mencatat bahwa film tersebut mendapat sambutan hangat ketika melakukan world premiere. Possible Love menerima standing ovation selama sekitar tujuh menit, sementara sejumlah kritikus internasional turut memberikan respons positif. Mengutip laporan The Korea Times, The Hollywood Reporter memujinya sebagai refleksi mendalam mengenai trauma dan kerinduan, sedangkan International Cinephile Society memberikan rating 4,5 dari 5 bintang.

Selain Silver Lion, Possible Love juga meraih FIPRESCI Prize untuk kategori film terbaik dalam kompetisi. Musik garapan Jung Jae Il turut memperkuat atmosfer emosional film. Komposer tersebut sebelumnya dikenal melalui karyanya dalam Parasite dan serial Netflix Squid Game.

Kemenangan di Venice menjadi modal penting bagi perjalanan Possible Love menuju panggung internasional. Film ini telah dipilih sebagai perwakilan resmi Korea Selatan untuk kategori Best International Feature Film dalam ajang Academy Awards mendatang.

Setelah tayang perdana di Korea Selatan pada 23 September, Possible Love dijadwalkan menjalani limited Oscar-qualifying theatrical run di Amerika Serikat mulai 23 Oktober. Film yang didanai dan didistribusikan secara internasional oleh Netflix tersebut kemudian akan tersedia secara global melalui layanan streaming pada 6 November.