Beberapa waktu lalu, Marshanda membuka sesi pertanyaan di akun instagramnya melalui instastory. Ia bertanya kepada para followersnya apakah mereka memiliki pertanyaan seputar healing atau mental health.
“Ada pertanyaan apa soal healing / mental health?” tanya Marshanda pada bagian question box.
Seperti dikutip dari unggahan akun instagram @lambegosiip pada Rabu (19/07/2023), seseorang bertanya kepada Marshanda tentang bagaimana cara memanajemen atau mengatur perasaan agar kita tidak terlalu tenggelam di dalamnya.
Marshanda pun menjelaskan jawabannya degan detail dan jelas. Ia juga menggunakan analogi uap di dalam panci yang tertutup untuk menggambarkan perasaan yang terus dipendam.
“Gue adalah orang yang gak percaya dengan terminologi berlarut larut. Jadi kalo ada yang bilang jangan terlalu dipikirin ya, jangan terlalu baper, jangan terlalu dirasa rasain ya, nanti berlarut larut loh, dengan kata lain tenggelam dalam perasaan negatif gitu,” ujar Marshanda memulai penjelasannya.
BACA JUGA: Tajir Abis, Solois IU Hadiahkan Barang Mahal Ini pada Teman-temannya
Ia juga mengatakan bahwa rasa tidak nyaman dan perasaan yang mengganggu kita itu ada karena ingin diakui keberadaannya,
“Rasa itu pengen dilihat. Perasaan itu seperti uap dalam panci tertutup. Kalo misalnya dia disimpan aja ketutup di dalam sistem badan kita, dalam sistem emosi kita, kita press seakan akan gak ada, dia tetap ada di dalam, dia gak akan ke mana mana. Tetap panas, tetap uap, yang kayak kita lagi rebus air misalnya,” terang Marshanda lebih lanjut.
Mantan istri Ben Kasyafani ini juga mengungkapkan pendapatnya bahwa perasaan itu memang harus diungkapkan dan dilepaskan.
“Buka tutup panci itu, uapnya akan keluar. Setelah keluar apa, dia gak keliatan lagi, dia hilang ke udara, menyatu dengan udara, udah gak ada. Itulah emosi, itulah perasaan. Feelings itu perlu hidup, perlu diberi nyawa dengan cara kita rasain,” jelasnya kemudian.
Jawaban Marshanda ini pun mendapat respon yang beragam dari para netizen dan warganet di kolom komentar.
“Keren sih menurutku pemikirannya, poin pentingnya ‘ you need to feel what you want to heal, feeling itu harus lived (dihidupkan) for it to leave (supaya dia bisa pergi)’,” ujar seorang netizen dengan nama akun @pra***.
“Chacha ini cerdas dan di akun beliau sangat berfaedah dalam hal sosiologi dan psikologi. Setidaknya dia personal yang jujur akan segala kekurangan yang dimiliki. Salut,” ujar netizen lainnya dengan nama akun @seb***.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia
-
Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati
-
Mengingat Kembali Kelamnya Tragedi Orde Baru Lewat 3 Novel Fiksi Ini
Artikel Terkait
Entertainment
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan Ini, Ada Laut Bercerita hingga The Intern
-
Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang
Terkini
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif