Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Dandelion (X/NetflixAnime)
Anggia Khofifah P

Kabar menggembirakan datang bagi para penggemar karya-karya Hideaki Sorachi. Melalui keterangan resmi yang dikutip dari Netflix, karya debut sang kreator berjudul Dandelion dipastikan akan diadaptasi menjadi serial anime dan tayang eksklusif di Netflix mulai April 2026.

Dandelion merupakan one-shot manga yang pertama kali terbit di majalah Weekly Shonen Jump pada tahun 2002. Karya ini sebelumnya meraih Honorable Mention dalam ajang Tenkaichi Manga Awards ke-71 yang diselenggarakan oleh Shueisha.

Setelah publikasi perdananya, Dandelion juga dimasukkan ke dalam volume pertama manga Gintama, yang kemudian melambungkan nama Sorachi sebagai salah satu mangaka dengan gaya komedi paling khas di industri.

Secara cerita, Dandelion berfokus pada dua "malaikat" dari Federasi Malaikat Jepang, tepatnya di divisi Departemen Pengiriman (Send-Off Department).

Tetsuo Tanba dan Misaki Kurogane bertugas melacak arwah penasaran yang belum dapat berpindah ke alam baka karena penyesalan atau urusan yang belum selesai.

Alih-alih menyelesaikan tugas dengan tergesa-gesa seperti divisi lain, pasangan dari Klan Dandelion Divisi ke-21 ini memilih pendekatan berbeda: mereka mendengarkan kisah setiap arwah dengan empati dan membantu mereka menemukan kedamaian sebelum benar-benar berpulang.

Karakter Tetsuo Tanba digambarkan sebagai pria bermulut tajam dengan raut wajah selalu cemberut. Sekilas ia tampak cuek dan tidak peduli, namun di balik sikapnya tersimpan empati mendalam terhadap para arwah yang ia temui.

Sementara itu, Misaki Kurogane tampil dengan sosok yang terlihat muda dan feminin, tetapi memiliki kekuatan luar biasa. Ia bahkan dirumorkan pernah menenangkan arwah legendaris Musashi Miyamoto.

Adaptasi anime ini akan diproduksi oleh studio NAZ dengan total tujuh episode. Kursi sutradara dipercayakan kepada Daisuke Mataga, yang sebelumnya terlibat dalam berbagai proyek anime populer.

Komposisi seri ditangani Yosuke Suzuki, desain karakter oleh Ai Asari, dan musik digubah oleh Yuki Hayashi, komposer yang juga dikenal lewat sejumlah judul besar. Untuk pengisi suara utama, Chikahiro Kobayashi akan memerankan Tetsuo Tanba, sementara Megumi Han mengisi suara Misaki Kurogane.

Menariknya, versi anime ini tidak hanya mengadaptasi materi asli, tetapi juga akan menghadirkan sejumlah episode orisinal serta mengungkap latar belakang kedua karakter utama yang belum pernah ditampilkan dalam manga one-shot-nya. Dengan demikian, Dandelion versi anime diharapkan memberikan pengalaman baru, bahkan bagi pembaca lama.

Dalam pernyataannya yang dikutip Japan Anime News, Sorachi mengungkapkan perasaan campur aduk terhadap proyek ini. Ia mengaku jarang membaca ulang karya debutnya karena merasa malu, namun Netflix justru "menggali kembali" karya tersebut dan mengembangkannya menjadi anime. Meski demikian, ia juga melihat kesempatan ini sebagai peluang untuk kembali mengunjungi karakter-karakter yang ia ciptakan dua dekade lalu.

Sambil menunggu Dandelion, penggemar di Indonesia juga dapat menantikan penayangan film kompilasi terbaru Gintama berjudul Gintama: Yoshiwara in Flames.

Melalui akun resmi X (sebelumnya Twitter), CBI Pictures mengumumkan bahwa film tersebut akan segera tayang di bioskop Indonesia. Film ini mengadaptasi ulang arc legendaris Yoshiwara in Flames dengan tambahan adegan animasi baru serta kemunculan karakter yang sebelumnya tidak hadir dalam versi serial.

Dengan hadirnya Dandelion sebagai anime eksklusif Netflix pada April 2026, publik akan diajak melihat kembali akar kreativitas Hideaki Sorachi.

Bagi penggemar lama maupun penonton baru, serial ini menjadi kesempatan menarik untuk menyaksikan bagaimana benih gaya komedi dan drama yang kelak menyempurnakan Gintama ternyata telah tumbuh sejak karya pertamanya.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS