Dalam wawancara dan pemotretan untuk Majalah Elle, Ji Chang Wook dan Wi Ha Joon membahas drama terbaru mereka, “The Worst of Evil”.
Berlatar tahun 1990-an, “The Worst of Evil” adalah drama aksi kriminal baru tentang investigasi yang dilakukan terhadap sebuah kartel besar yang berbasis di Gangnam yang bertanggung jawab atas perdagangan narkoba ilegal antara Korea, Jepang, dan China.
Ji Chang Wook akan berperan sebagai Park Joon Mo, seorang detektif yang menyamar dan menyusup ke Aliansi Gangnam untuk melakukan penyelidikan berbahaya, sedangkan Wi Ha Joon akan memerankan Jung Ki Chul, pemimpin Aliansi Gangnam yang terkenal dengan kekejamannya.
“Premis dari penyelidikan yang menyamar mungkin tampak lumrah. Namun, begitu saya membaca naskah ‘The Worst of Evil’, saya merasa bahwa drama tersebut pasti memiliki warna yang unik. Saya yakin ini akan menjadi drama aksi kriminal yang sangat baru dan berbeda, dengan nuansa yang jauh lebih muda dibandingkan drama sebelumnya dalam genre yang sama,” ungkap Ji Chang Wook seperti dikutip dari Soompi (24/9/2023).
Selanjutnya, Ji Chang Wook berpendapat bahwa ia selalu mengharapkan kepercayaan dari sutradara dan staf di lokasi syuting. Sebuah drama atau serial tercipta karena kerja sama dari banyak orang, sehingga ia selalu berusaha menanamkan kepercayaan dan menyampaikan inspirasi.
Ji Chang Wook kemudian ditanya mengenai kesannya saat bekerja dengan Wi Ha Joon.
BACA JUGA: Sukses Bintangi Drama 'Moving,' Lee Jung Ha Ungkap Chemistry dengan Lawan Mainnya
“Kerja tim saya dengan Wi Ha Joon sangat hebat. Ada perbedaan dalam gaya akting kami, tapi kami menciptakan chemistry antara dua karakter kami, yang ditempatkan dalam hubungan yang sangat berisiko dan berbahaya dalam cerita. Anda dapat dengan aman menantikannya,” tutur Ji Chang Wook.
Tak mau kalah, Wi Ha Joon juga memuji sikap dan semangat Ji Chang Wook saat syuting "The Worst of Evil". Menurut Wi Ha Joon, Ji Chang Wook selalu bersikap cerita di lokasi syuting, dan sangat perhatian dengan semua orang.
"Saya dapat dengan jelas melihat bagaimana dia mampu mencapai posisinya sekarang sebagai seorang aktor. Dia selalu ceria dan usil di lokasi syuting, tapi di saat yang sama, dia sangat memperhatikan semua orang. Bahkan secara pribadi, dia memberikan pengaruh positif pada saya,” ujar Wi Ha Joon.
Saat ditanya apakah ada kesamaan antara kepribadiannya di kehidupan nyata dan karakternya, Wi Ha Joon menjawab, “Kami tidak mudah mengungkapkan perasaan kami, dan kami memiliki rasa tanggung jawab yang kuat terhadap orang-orang kami.”
Terakhir, Wi Ha Joon ditanya tentang bagaimana dia menentukan apakah seseorang berada di sisinya, Wi Ha Joon berbagi, "Ini bukan aturan, tapi kesamaan yang dimiliki oleh orang-orang yang selalu berada di sisimu adalah bahwa mereka meningkatkan nilaimu dan menghormatimu."
Wi Ha Joon juga menambahkan bahwa dirinya merupakan tipe orang yang menyukai dan mempercayai orang-orang yang tidak takut untuk berkata jujur kepadanya, walaupun kejujuran itu menyakitkan.
Sementara itu, “The Worst of Evil” akan tayang perdana pada 27 September mendatang di Disney+. Jangan sampai ketinggalan, ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sinopsis Drama Excitatio: Okultisme dan Teror Mematikan di Sekolah
-
Park Min Young Comeback Drama Kantoran 'Nine to Six', Jadi Bos Perfeksionis
-
Usung Genre Legal Comedy, Lee Je Hoon Comeback lewat The Long Shot Trial
-
Film The Second Child: Rahasia Shadow Fairy Tale yang Penuh Teka-teki
-
Drama Korea Teach You a Lesson: Kala Pendidikan Butuh Reformasi Ekstrem
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis Hai Jawani Toh Ishq Hona Hai, Film Romcom Terbaru Varun Dhawan
-
Sinopsis Crossroad, Drama Medis Jepang yang Dibintangi Mio Imada
-
Angkat Kisah Nyata, Kim Min Ha Perankan Pembelot Korut di Film 'Hana Korea'
-
Tembus Festival Cannes, Film HOPE Kisahkan Teror Alien di Perbatasan DMZ
-
LE SSERAFIM, ILLIT, KATSEYE Siap Rilis Lagu Kolaborasi ICONIC BY MISTAKE
Terkini
-
VW ID. Buzz dan Cara Volkswagen Merawat Warisan VW Kombi di Era Listrik
-
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban: Ancaman Nyata Ramalan Kematian!
-
Less Waste Hulu ke Hilir: Mengapa Pencegahan Sampah Harus Jadi Prioritas?
-
Mencintai Kehidupan dengan Bekerja: Refleksi Almustafa Karya Kahlil Gibran
-
Menambal Kebocoran Sistemis: Menakar Solusi Less Waste dari Hulu ke Hilir