Toprak Razgatlioglu menjadi salah satu pembalap yang paling disorot pada MotoGP 2026, hal tersebut dikarenakan Toprak merupakan salah satu rookie alias pembalap baru di MotoGP tahun ini.
Setelah menorehkan kesuksesan besar di ajang World Superbike (WorldSBK), pembalap asal Turki itu akhirnya mewujudkan impiannya tampil di kelas utama bersama Prima Pramac Yamaha, menggantikan posisi Miguel Oliveira.
Kedatangannya tak hanya disambut oleh para pencinta MotoGP, tapi juga ekspektasi tinggi karena statusnya sebagai juara WorldSBK tiga kali. Banyak orang berharap kedatangannya mampu memberi warna baru pada persaingan MotoGP 2026.
Sebelum hijrah ke MotoGP, Toprak telah mengukir prestasi luar biasa di WorldSBK. Dia meraih gelar juara dunia pertamanya pada musim 2021 bersama Yamaha sekaligus menghentikan dominasi Jonathan Rea pada saat itu.
Kemudian, setelah pindah ke BMW, Toprak kembali menunjukkan kelasnya dengan merebut gelar juara pada 2024 dan 2025, Toprak juga mencatat rekor kemenangan beruntun serta menjadi pembalap tersukses Yamaha dan BMW di ajang WorldSBK, membuat namanya dikenal sebagai salah satu pembalap hebat di kejuaraan tersebut.
Dengan bekal tiga gelar dunia itu, tak heran banyak pihak berharap Toprak bisa langsung bersaing dengan pembalap-pembalap top di MotoGP. Namun sejak awal musim, pembalap bernomor 7 tersebut mengakui bahwa tahun pertamanya merupakan musim pembelajaran.
Ternyata benar, paruh pertama musim ini membuktikan bahwa proses adaptasi dari motor Superbike ke MotoGP bukan perkara mudah. Setelah menjalani setengah dari keseluruhan seri, Toprak belum menunjukkan hasil yang signifikan atau bahkan cenderung tertinggal.
Toprak beberapa kali kesulitan menembus zona poin dan masih berkutat di papan bawah klasemen. Hingga pertengahan musim, Toprak hanya mengoleksi 12 poin dan berada di posisi ke-21 klasemen sementara.
Hasil tersebut tentu meleset dari harapan sekaligus menunjukkan bahwa adaptasinya terhadap Yamaha YZR-M1 masih membutuhkan waktu lebih lama.
Masalahnya semakin diperparah oleh Yamaha dan masalah mereka dengan motor tersebut. Seperti yang kita ketahui, bahwa tahun ini Yamaha menggunakan jenis mesin baru, yakni V4. Mesin V4 Yamaha tertinggal jauh dalam pengembangan dan para pembalap terperosok ke barisan belakang.
Lantas, apakah dengan rentetan hasil buruk ini menandakan Toprak salah jalan dengan hijrah ke MotoGP? Tentu tidak. Toprak mengakui bahwa hal ini menjadi tantangan sekaligus risiko bagi Yamaha karena menggunakan mesin baru berarti sama dengan memulai dari awal lagi.
Dia yang baru bergabung ke MotoGP bersamaan dengan momen pergantian mesin Yamaha, mau tidak mau harus bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan diri.
“Ketika Anda mengubah sesuatu yang radikal seperti tata letak mesin, dibutuhkan banyak waktu untuk memulai kembali. Dibutuhkan banyak waktu untuk mencari tahu semua hal yang Anda kira sudah Anda ketahui tetapi ternyata tidak berfungsi dalam konfigurasi mesin yang berbeda," ujar Toprak, dilansir dari laman MotoGP News.
Lebih lanjut, rekan setim Jack Miller tersebut mengaku bahwa tidak banyak yang bisa diharapkan darinya bahkan hingga musim 2027. Itu artinya, 2 tahun kontrak pertamanya di MotoGP sudah diprediksi akan tidak memuaskan.
“Jadi ya, ini musim yang gagal. Dari yang saya pahami, tidak banyak harapan untuk tahun 2027. Saya pikir tahun 2028 seharusnya jauh lebih baik," tambahnya.
Di sisi lain, ada kabar baik dari Yamaha yang katanya akan melakukan peningkatan di paruh kedua musim 2026. Ini diharapkan mampu mendobrak performa para pembalap mereka, termasuk Toprak.
Kemudian, di tahun depan MotoGP akan beralih menggunakam ban Pirelli yang mana lebih familiar dengan Toprak dibandingkan Michelin. Ini bisa menjadi senjata yang cukup ampuh bagi Toprak untuk bisa bangkit di sisa kontraknya bersama Yamaha.
Baca Juga
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Artikel Terkait
-
Misteri Motor Listrik Murah Yamaha Sedikit Terkuak, Mirip Gear Ultima Versi Rajin Ngegym
-
7 Motor Kuat Nanjak dan Angkat Barang Berat tapi Irit Bensin, Harga 5 Jutaan
-
Pindah ke Honda, Ini Perjalanan Fabio Quartararo Selama 7 Tahun di Yamaha
-
Sisa Setengah Musim, Ini 5 Transfer Pembalap Paling Heboh di MotoGP
-
Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi
Hobi
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
Terkini
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan
-
Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan
-
Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan