Dalam belantika sastra Indonesia, genre techno-thriller atau konspirasi sejarah masih tergolong jarang dieksplorasi secara mendalam. Namun, kehadiran novel Negara Kelima karya E. S. Ito pada tahun 2005 berhasil mendobrak dominasi kisah romansa dan drama sosial yang biasa beredar di pasaran.
Ditulis oleh Eddri Sumitra seorang alumnus SMA Taruna Nusantara dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang dikenal memiliki pemikiran kritis sejak masa kuliah, novel setebal 517 halaman ini menyajikan ramuan ketegangan yang memikat dengan memadukan unsur misteri pembunuhan, konspirasi politik, dan sosiologi masyarakat pasca-reformasi.
Melalui narasi yang dinamis, penulis mengajak pembaca menelusuri sejarah Nusantara dari sudut pandang yang sama sekali baru dan tidak konvensional. Daya tarik utama dari novel ini terletak pada keberanian penulisnya dalam mengaitkan kepulauan Indonesia dengan mitos legendaris benua Atlantis yang hilang. Alih-alih menyajikannya sebagai dongeng mistis penuh fantasi, E. S. Ito membingkai teori ini menggunakan pendekatan geografis, catatan sejarah kuno, dan logika ilmiah yang meyakinkan.
Sinopsis Novel Negara Kelima
Alur cerita Negara Kelima bergulir ketika Lidya, putri dari Komisaris Besar Riantono yang menjabat sebagai kepala Detasemen Khusus Anti-Teror, ditemukan tewas mengenaskan di sebuah hotel kelas melati di Jakarta. Di tubuh korban, tepatnya pada bagian ulu hati, terukir gambar piramida misterius yang diduga merupakan simbol dari Kelompok Patriotik Radikal.
Kelompok bawah tanah ini sebelumnya telah memicu kegemparan publik melalui pesan subversif di dunia maya yang menyatakan bahwa Indonesia yang korup harus dibubarkan dan digantikan oleh tatanan baru bernama "Negara Kelima".
Penyelidikan segera dilakukan, namun tersangka dari kelompok KePaRad yang berhasil ditangkap hanya bungkam dan justru memberikan teka-teki rumit mengenai konsep lima negara. Kasus pembunuhan yang awalnya ditangani oleh Inspektur Satu Rudi Djatmiko dari bagian Reserse ini kemudian diambil alih secara sepihak oleh unit Detsus Anti-Teror demi kepentingan reputasi dan birokrasi.
Merasa ada yang tidak beres dengan penanganan resmi tersebut, Rudi memutuskan untuk melakukan penyelidikan pribadi secara diam-diam. Namun, sebelum sempat menyingkap tabir konspirasi tersebut, Rudi justru berakhir tewas terbunuh secara misterius. Tragisnya, sahabat karib Rudi di kepolisian yang bertugas di bagian data, Inspektur Satu Timur Mangkuto, difitnah sebagai pembunuhnya berdasarkan bukti sidik jari yang direkayasa.
Sadar bahwa dirinya tidak akan mendapatkan keadilan di tengah kepolisian yang korup, Timur memutuskan untuk melarikan diri demi membersihkan namanya sekaligus membalas kematian sahabatnya. Dalam pelariannya, Timur dibantu oleh rekannya bernama Genta, tanpa menyadari bahwa Genta sebenarnya adalah agen penyusup dari KePaRad.
Pencarian jawaban kemudian mempertemukan Timur dengan Eva Duani, seorang sejarawati cerdas yang juga merupakan mantan kekasih mendiang Rudi. Bersama Eva, pelarian Timur yang awalnya merupakan upaya penyelamatan diri berubah menjadi misi pemecahan teka-teki sejarah yang sangat kompleks.
Teka-teki yang mereka pecahkan perlahan mengungkap bahwa "Negara Pertama" merujuk pada peradaban Atlantis yang tenggelam akibat letusan dahsyat Gunung Krakatau pada akhir Zaman Es. Sementara itu, negara kedua hingga keempat merujuk pada era kejayaan Nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit, yang dihubungkan dengan jalur perdagangan kuno serta ekspansi Alexander Agung di tanah Minangkabau.
Timur dan Eva harus berlomba dengan waktu untuk memecahkan sandi "Negara Kelima" sebelum mereka tertangkap oleh aparat kepolisian yang korup atau dimanfaatkan oleh faksi radikal yang ingin memicu revolusi besar di Indonesia.
Kelebihan
Penulis berhasil membawakan fakta sejarah konvensional dengan teori alternatif secara rapi, sehingga mampu membangkitkan rasa bangga kolektif pembaca terhadap masa lalu bangsa Indonesia. Selain itu, kritik sosial yang berani terhadap bobroknya moral aparat penegak hukum dan labilnya gerakan radikal pemuda pasca-reformasi memberikan dimensi sosiologis yang sangat kuat dan relevan.
Gaya penulisan thriller yang dinamis juga sukses menjaga rasa penasaran pembaca dari bab ke bab.
Kekurangan
Di sisi lain, novel ini tidak luput dari kekurangan. Teka-teki sejarah yang disajikan terkadang terlalu rumit dan padat dengan istilah-istilah akademis, sehingga berpotensi membingungkan pembaca yang tidak terbiasa dengan literatur sejarah kuno.
Beberapa bagian cerita, khususnya penjelasan mendalam mengenai transisi dari negara kedua hingga keempat, terasa bertele-tele dan sedikit mengaburkan ketegangan konflik utama.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, novel Negara Kelima karya E. S. Ito merupakan sebuah pencapaian yang patut diapresiasi dalam kesusastraan thriller sejarah di Indonesia. Melalui jalinan cerita yang berani menggugat narasi sejarah arus utama, novel ini berhasil menyadarkan pembaca akan pentingnya menghargai benda bersejarah dan tidak begitu saja memercayai sejarah yang ditulis demi kepentingan penguasa.
Novel ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang menyukai kisah detektif, teori konspirasi, dan rekonstruksi sejarah Nusantara. Bagi pembaca yang mendambakan petualangan intelektual yang menegangkan sekaligus mencerahkan, buku ini adalah pilihan wajib yang tidak boleh dilewatkan.
Identitas Buku
- Judul: Negara Kelima
- Penulis: E. S. Ito
- Penerbit: Serambi
- Tanggal Terbit: 1 November 2005
- Tebal: 520 Halaman
Baca Juga
-
Review Drama Shine on Me, Perjalanan Move On sampai Menemukan Cinta Baru
-
Review Drama Love Designer, Kisah Cinta Seorang Designer dan Bos E-Commerce
-
Ulasan Novel Playing Victim, Skenario Palsu yang Berujung Pertaruhan Nyawa
-
Drama Straight to Hell, Ketika Rasa Takut Seseorang Dijadikan Bisinis Gelap
-
Ulasan Novel Kendat, di Balik Konspirasi Kematian Berantai di Kota P
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ferris Wheel at Night: Misteri Pembunuhan dan Wajah Kelam Kehidupan Elite
-
Hal Baik Berakhir Baik: Bukan Sekadar Motivasi, tapi Teman Menenangkan Hati
-
Ulasan Free Wifi: Drama Komedi tentang Flexing dan Validasi Media Sosial
-
Review Drama Shine on Me, Perjalanan Move On sampai Menemukan Cinta Baru
-
Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?
Terkini
-
Film La La Land Rayakan Anniversary 10 Tahun, Poster Terbaru Jadi Sorotan
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
-
4 Ide OOTD Summer Dress ala Aktris Korea yang Mudah Ditiru, Stylish Abis!
-
Nam Joo Hyuk Jadi Pria Misterius dengan Masa Lalu Kelam di Drama Heartbeat
-
Perempuan dan Tren Aktif Olahraga: Gaya Hidup Sehat atau Tekanan Body Goals?