Kekalahan Putri Ariani yang hanya menduduki juara keempat di ajang America's Got Talent (AGT) menimbulkan perdebatan. Banyak pihak yang kecewa jika penyanyi asal Indonesia ini hanya bertengger diposisi empat.
Salah satu konten kreator bule turut mengomentari kekalahan Putri Ariani. Ia mengaku kecewa mengetahui Putri harus tersingkir di final AGT.
BACA JUGA: Merasa Diprank? Bella Bonita Pilih Denny Caknan Gegara Dianggap Dewasa: Kayak Bayi Ternyata
"Teman-teman saya kecewa, saya sedih. Putri Ariani tersingkir di Final. Kalian kesal? Saya juga sedikit kesal," ucap konten kreator bule ini dikutip dari unggahan ulang akun TikTok@indonesia.netizen, Jumat (29/9/2023).
Ia memberikan persepsi bahwa kekalahan Putri Ariani ini sebuah manipulasi.
"Guys, saya tahu kenapa dia kalah, dan itu semua dimanipulasi," ujarnya.
"Kalian pikirkan hal ini, program America's Got Talent perlu menghasilkan uang. Jadi menurut kamu itu tergantung pada suara? Menurut saya tidak demikan, menurut saya itu bohong," sambungnya.
Konten kreator bule ini mengatakan pemenang AGT sudah diatur oleh pihak kasino Las Vegas yang telah mensponsori acara.
"Mereka menjadikan The Dog Guy pemenangnya karena kasino Las Vegas mensponsori seluruh pertunjukan. Jutaan dolar berasal dari sponsor yang akan memamerkan produk ini di kasino," ungkap bule tersebut.
"Kasino berhak menentukan siapa yang menang. Mereka bilang, 'Oke guys, kami menginginkan produk yang paling dapat dipasarkan," imbuhnya.
Logika yang digunakannya mengapa pemberi spomnsor tidak memilih Putri Ariani sebab sang penyanyi tak cukup menarik untuk tampil di kasino Las Vegas.
"Apakah mereka ingin datang dan mendengarkan Putri Ariani bernyanyi? Menurut dia tidak akan menarik banyak orang menonton di Vegas," tuturnya.
Bule ini yakin meski Putri Ariani kalah tetapi akan menjadi penyanyi yang bersinar.
"Lagipula dia akan menjadi lebih besar dari sebelumnya. Jadi, dia tidak kalah. Dia menang lebih banyak dibanding kekalahannya," pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jurnalisme di Era Sosial Media Apakah Masih Relevan?
-
Mengumpulkan Kembali Puing-puing Sisa Kehancuran, Pasca Banjir Aceh
-
Banjir Bandang Sumatra: Dari Langkah Cepat Hingga Refleksi Jangka Panjang
-
Meski Bencana Banjir di Aceh dan Sumatra Sudah Surut, Tugas Kita Belum Usai
-
3 Film Korea Tayang Januari 2026, Comeback Han So Hee hingga Choi Ji Woo
Artikel Terkait
Entertainment
-
3 Film Korea Tayang Januari 2026, Comeback Han So Hee hingga Choi Ji Woo
-
Franchise Nanoha Rayakan 2 Dekade dengan Pengumuman Anime Baru, Tayang Juli
-
NCT Wish Bintangi Variety Show, Mulai Petualangan Baru di 'ON THE MAP'
-
Sinopsis Papa Zola The Movie, Film Animasi Keluarga tentang Ayah luar biasa
-
Bantah Cari Jabatan, Tompi Klarifikasi Pertemuannya dengan Wapres Gibran
Terkini
-
Jurnalisme di Era Sosial Media Apakah Masih Relevan?
-
Mengumpulkan Kembali Puing-puing Sisa Kehancuran, Pasca Banjir Aceh
-
Banjir Bandang Sumatra: Dari Langkah Cepat Hingga Refleksi Jangka Panjang
-
Meski Bencana Banjir di Aceh dan Sumatra Sudah Surut, Tugas Kita Belum Usai
-
Tren Childfree dan Anti-Nikah: Apa yang Sebenarnya Dicari Gen Z?