Setelah lama bungkam, Arie Kriting akhirnya angkat bicara tentang sang mertua, Nursyah yang kerap kali menghinanya di publik.
Baru-baru ini, Arie Kriting diundang pada sebuah podcast yang ditayangkan oleh akun YouTube Kasisolusi. Dalam video yang berjudul “Arie Kriting Tanggapi Kondisi Belum Aman Sama Mertua: Saya Gak Bisa Membencinya Karena Ini”, komika asal Kendari, Sulawesi Tengah ini akhirnya angkat bicara setelah lama bungkam menanggapi sensasi dari Nursyah.
Meski biasa terlihat tegar dan kuat, namun suami dari aktris Indah Permatasari ini mengaku sedih lantaran mendapatkan panggilan tidak mengenakkan dari Nursyah.
Sebelumnya, Nursyah seringkali menyebut Arie Kriting adalah tukang santet dan dukun sadis. Diduga, panggilan tersebut dilontarkan sang mertua lantaran tidak memberikan restu pada pernikahan Arie Kriting dan Indah Permatasari meski sudah dilangsungkan pada 12 Januari 2021 lalu.
Melalui podcast tersebut, Arie Kriting mengaku bahwa dia juga merasa sedih kala sang mertua menjelek-jelekannya.
“Ya masuk di telinga pasti, namanya manusia. Diproses di otak dulu sebenarnya. Saya nggak segampang itu, nggak cuma masuk kuping kanan keluar kuping kiri,” ungkapnya dikutip dari Youtube pada Selasa (17/10).
Tak hanya itu, komika berambut keriting itu juga mengaku bahwa dirinya sempat menangis ketika mendengar ucapan dari sang mertua.
“Nangis-nangis dikit pun ada, ‘Duh, sedih banget dikatain begini,” lanjut Arie Kriting.
Akan tetapi, Arie tak terus menerus menyimpan kesedihan di dapalam hatinya. Ia pun mencoba untuk melihatnya dari sisi positif dan tidak membawa kalimat tersebut ke dalam hatinya.
“Manusiawi lah itu, yang penting jangan dimasukin ke hati,” kata Arie Kriting.
Meski Arie Kriting masih terus mendapatkan sindiran dari sang mertua, akan tetapi komika tersebut mengaku tidak mau mengungkapkan perasaannya soal Nursyah ke publik.
Bukan tanpa alasan, Arie berpendapat menurutnya jika ia memberikan pernyataan klarifikasi yang terjadi justru akan membuat hal tersebut semakin runyam, bahkan bisa menutup jalan silaturahmi kepada ibu kandung dari sang istri. Meski demikian, Arie pun mengaku tidak membenci Nursyah.
“Nggak bisa kalau harus membenci atau memusuhi orang yang kamu punya kewajiban untuk menghormati atau mencintainya. Kalau misalnya saya klarifikasi satu dan lain hal, kemudian itu memupuk rasa kecewa di hati saya, perlahan pintu untuk berbakti itu akan tertutup. Itu yang saya tidak mau,” jelas Arie Kriting dikutip dari YouTube yang sama.
Menurut pengakuannya pula, dia masih sabar menunggu agar sang ibu mertua dapat berdamai dan menerimanya dengan sepenuh hati.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Makin Blak-blakan, Aaliyah Massaid Akui Bucin Ke Thariq Halilintar: Kamu Juara di Hati Aku
-
Mengenal Li Ran, Princess Eropa dari Asia Pertama, Istri dari Pangeran Charles Belgia
-
Fans Fuji Kecewa Konten Eksklusif Tersebar: Jadi Percuma Bayar
-
Nyanyi 'Cundamani' di Hadapan Happy Asmara, Celetukan Niken Salindry Bikin Ngakak Satu Venue
-
ARMY Next Level! Wanita Ini Pamer Rumah Berkonsep BTS, Semua Serba Ungu
Artikel Terkait
-
Sederet Figur Publik Angkat Suara soal Pengesahan Revisi UU TNI
-
ASN Lombok Utara Diduga Jadi Korban Pemerasan Polisi, Arie Kriting Buka Suara
-
Arie Kriting Soroti Kasus Kematian ASN Lombok Utara yang Diduga Jadi Korban Pemerasan Polisi
-
Dianggap Bukan Hal Baru, Arie Kiriting Soroti Visi dan Misi Ifan Seventeen Sebagai Dirut PFN
-
Ifan Seventeen Jadi Dirut PT Produksi Film Negara, Arie Kriting: Kita Harus Sadar Kapabilitas
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?