Berbicara tentang kesuksesan, salah satu hal yang menjadi kunci untuk menggapainya adalah produktivitas. Sebab sebuah keahlian tidak bisa terbentuk secara instan. Semuanya butuh proses, konsistensi, dan disiplin untuk meraihnya. Dan produktivitas adalah jalan untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan tersebut.
Untuk meraih produktivitas, ada sebuah buku yang cukup menarik di antara banyak buku yang membahas hal ini. Yakni buku berjudul 'Productivity Hacks' yang ditulis oleh Darmawan Aji. Buku ini membahas tentang 80 inspirasi untuk mendongkrak produktivitas pribadi.
Sebenarnya, ada cukup banyak referensi yang membahas tentang produktivitas. Tapi buku yang satu ini barangkali menjadi judul yang akan saya rekomendasikan ke orang lain.
Bukunya memang underrated dan jarang diulas. Hal yang dibahas di dalamnya pun bukan teori produktivitas yang baru. Namun, isinya lebih mengarah pada 'hacks' atau cara cerdas yang dibahas secara singkat, padat, dan mudah dimengerti. Hal tersebut memungkinkan pembaca untuk lebih mudah mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus menunggu untuk menyelesaikan keseluruhan isi buku.
Bisa dikatakan, hacks yang dibahas adalah rangkuman dari banyak buku pengembangan diri yang membahas produktivitas. Mulai dari hacks tentang teknik menata pikiran, membentuk pola pikir, melatih disiplin, tips menjadi ahli, sukses karier, membuat rencana dan tujuan, dan menciptakan kebiasaan.
Pembahasan tentang teknik produktivitas pun cukup lengkap. Ada pembahasan seni beres-beres ala Marie Kondo, teknik produktivitas metode Pomodoro, deep work, mindfulness, grit and growth mindset, hingga cara mengatasi decision fatigue saat kita dihadapkan dengan banjir informasi.
Di antara semua teknik tersebut, ada beberapa poin yang bagi saya cukup menarik. Di antaranya adalah pembahasan tentang cara menikmati momen untuk meraih kebahagiaan.
Menurut penulis, banyak orang menganggap bahwa kebahagiaan ditentukan oleh konten dari momen demi momen. Sehingga mereka mencari konten (baca: kegiatan, aktivitas, benda) untuk mengisi momen demi momen dalam hidupnya. Mereka mengasumsikan konten tersebut akan membawa kebahagiaan. Padahal, kebahagiaan itu sebenarnya bukan ditentukan oleh kontennya, melainkan oleh fokus dalam menjalani momennya.
Selain menikmati momen, hal yang saya garisbawahi adalah pentingnya disiplin sebagaimana yang dikatakan penulis berikut.
"Disiplin adalah tentang kesabaran. Bagaimana kita sabar mencapai tujuan-tujuan yang lebih kecil sebelum mewujudkan tujuan yang lebih besar." (Halaman 109)
Kalau ingin sukses, kuncinya itu utamanya bukan tentang kompetensi, keahlian, atau kecerdasan. Yang paling pertama, kita harus disiplin dulu. Percuma jika kompeten tapi tidak punya kemauan yang kuat, percuma jika ahli tp tdk persiapan, dan percuma cerdas jika tidak bisa mendisiplinkan diri, tanpa kemampuan disiplin, kita tidak akan menjadi apa apa.
Misalnya pelari maraton, mereka itu nggak serta merta bisa lari 10 km. Tapi mereka membangun kemampuan tersebut dengan latihan latihan kecil mulai dari 1 km, 2 km, 5 km, hingga 10 km.
Terakhir adalah pembahasan tentang menjadi ahli dalam suatu bidang. Di era kemajuan AI ketika kecerdasan buatan ini bisa menggantikan peran manusia untuk berpikir, kita memang harus mengembangkan keahlian yang langka dan berharga agar tidak mudah tergantikan. Meski memang untuk meraihnya tidak mudah. Tapi jika ingin bertahan, mau tidak mau kita harus berjuang.
"Jadilah seseorang yang begitu hebatnya sehingga anda terlalu berharga untuk diabaikan." (Halaman 202)
Secara umum, kelebihan buku ini adalah ramah untuk pembaca pemula. Isinya praktis, banyak tips yang mudah diterapkan, dan membaca buku ini setara dengan membaca beberapa buku self-help karena merangkum banyak insight berharga.
Adapun kekurangannya adalah tidak membahas materi secara detail. Isinya juga hanya mengangkat teori yang sudah ada sehingga tidak ada pembahasan yang terbilang baru.
Namun terlepas dari hal tersebut, buku ini cukup inspiratif. Bagi Sobat Yoursay yang butuh bacaan untuk mendongkrak produktivitas, Productivity Hack ini bisa menjadi salah satu rekomendasi bacaan yang layak untuk disimak!
Baca Juga
-
Pahlawan Ekonomi Kreatif: Tetap Cuan Meski Tanpa Kerja Kantoran
-
Pecandu Buku, Gerak Laku Penuntut Ilmu: Literasi untuk Membangun Peradaban
-
Resep Kaya ala Orang Cina: Ketika Strategi yang Tepat Terlihat Seperti Hoki
-
Jangan Kalah Sama Monyet: Kumpulan Gagasan di Era Disrupsi
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
Artikel Terkait
-
Lalita Karya Ayu Utami: Novel Rumit yang Menggoda untuk Diselami Ulang
-
Of Love and Other Demons: Kritik Tajam terhadap Takhayul dan Prasangka
-
Di Balik Sorotan Kamera: Pertarungan Moral dalam Novel Take Four
-
Eighty Six: Ketika Manusia Dijadikan Mesin Perang oleh Negaranya Sendiri
-
Mendengar Suara Korban Teror Gas Sarin Tokyo dalam Buku Underground
Ulasan
-
Tanah Bangsawan: Rahasia Kelam di Balik Identitas Ganda Seorang Pemuda Eropa
-
Membaca Realitas Pekerja Kota Besar dari Lagu Hatchu!! Karya Salma Salsabil
-
Merinding! Menapaki Masjid Al Ghamamah di Madinah, Saksi Bisu Salat Id Pertama Rasulullah
-
Please Look After Mom: Novel yang Mengajarkan Arti Kehadiran Ibu
-
Berasa Nonton Langsung! Review Film Konser 3D Billie Eilish yang Bikin Merinding
Terkini
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?
-
Era Baru Dimulai, Anime The Ghost in the Shell Resmi Umumkan Tayang 7 Juli
-
Dari Gombalan SMA ke Realita Kampus, Dilan ITB 1997 Punya Vibe yang Berbeda
-
Realme C100 Bisa Tahan Seharian Lebih, Ada Faktor Lain di Balik 8000 mAh
-
Kyoto Animation Garap Film Anime The Credits Roll Into The Sea, Tayang 2027