Ivan Gunawan menumpahkan semua isi hati atas teguran KPI menyinggung penampilannya disebut bergaya perempuan. Ia menegaskan bahwa penampilannya di televisi sejak dulu sudah begitu.
Penampilan demikian sudah menjadi karakternya bahkan jauh sebelum lembaga penyiaran tersebut berdiri.
BACA JUGA: Nathalie Holscher Ngaku Mimpi Sule Minta Balikan di Tengah Isu Putus dari Ladislao Camara
"Sebelum mereka ada, aku udah ada duluan di televisi. Dan aku enggak pernah merubah karakter aku," kata Ivan Gunawan dalam kanal YouTube pribadinya dikutip pada Sabtu (20/1/2024).
Igun sapaan akrabnya lantas membandingkan penampilannya dulu dan sekarang saat mengisi acara televisi. Ia menyebut jika penampilannya di era tahun 2010 ke bawah lebih terlihat bergaya perempuan.
Tak lain karena tuntutan karakter yang harus dimainkannya saat itu memang sosok feminim.
"Mungkin di tahun 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010 karakter aku di televisi itu perempuan banget. Kayak dulu ada Madam Igun, Nona Igun," ungkapnya.
BACA JUGA: Celine Evangelista Diduga Sindir Stefan William Jadikan Momen Bareng Anak Alat Kampanye
Penampilan seperti itu justru yang membuat Ivan Gunawan mendapatkan popularitas.
"Dan itu semua aku benar-benar mendapatkan popularitas di situ. Dan pada waktu itu memang belum ada yang namanya sosial media, Instagram tuh, TikTok, apalagi Pinterest segala macam itu enggak ada," tutur desainer kondang ini.
Ivan Gunawan merasa penampilannya sekarang malah banyak berubah. Ia tak lagi berdandan dengan gaya perempuan sebab sadar dengan usia semakin menua dan merasa malu juga.
Tanpa harus ditegur KPI, Ivan Gunawan tahu batasan cara berpakaian harus seperti apa.
"Sebenarnya kenapa aku enggak berdandan lagi seperti pada zaman dahulu kala. Ya mungkin semakin usia ya, semakin usia makin tua jadi punya malu juga. Jadi sekarang ini aku kayaknya tahu batasan cara berpakaian aku seperti apa," tandas pria berusia 42 tahun ini.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan
-
Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia