Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 adalah film drama Indonesia tahun 2024 yang disutradarai oleh Benni Setiawan berdasarkan novel Ancika: Dia yang Bersamaku di Tahun 1995 karya Pidi Baiq. Film produksi MD Pictures dan Enam Sembilan Production ini dibintangi oleh Zee JKT48 dan Arbani Yasiz.
Film ini berkisah tentang Dilan (Arbani Yasiz), mantan ketua geng motor yang kini menjadi mahasiswa. Dilan jatuh cinta pada Ancika (Zee JKT48), seorang siswi SMA yang berprestasi dan tidak menyukai geng motor.
Ancika adalah sosok yang sangat berbeda dengan Milea, mantan pacar Dilan. Ancika adalah sosok yang dewasa dan mandiri, sedangkan Milea adalah sosok yang polos dan penuh kejutan.
Ancika pun tidak menyukai Dilan karena Dilan adalah seorang mantan ketua geng motor. Namun, Dilan terus berusaha untuk mendapatkan hati Ancika.
Di tengah perjuangan Dilan untuk mendapatkan hati Ancika, mereka juga harus menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan latar belakang, perbedaan prinsip, dan gejolak pra-reformasi yang sedang terjadi di Indonesia.
Ulasan Singkat Film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995
Berikut beberapa ulasan tentang film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995. Simak yuk!
1. Cerita yang menarik
Cerita film ini cukup menarik untuk diikuti. Menyajikan kisah cinta yang unik dan berbeda dari kisah cinta Dilan dan Milea di trilogi Dilan sebelumnya.
2. Penokohan yang kuat
Penokohan dalam film ini juga kuat. Dilan dan Ancika adalah sosok yang kompleks dan memiliki karakter yang menarik.
3. Penggambaran latar yang apik
Berhasil menggambarkan latar tahun 1995 dengan apik. Penggambaran kota Bandung tahun 1995 dalam film ini sangat detail dan memanjakan mata.
4. Tempo cerita yang terlalu lambat
Tempo cerita film ini terasa terlalu lambat di beberapa bagian. Hal ini membuat film ini terasa kurang greget dan kurang menarik bagi penonton yang menyukai film dengan tempo yang cepat.
5. Akhir cerita yang terlalu mudah ditebak
Akhir cerita film ini terasa terlalu mudah ditebak. Hal ini membuat film ini terasa kurang mengejutkan dan kurang menggugah emosi penonton.
Bisa saya simpulkan, film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 adalah film yang cukup baik. Film ini menyajikan kisah cinta yang unik dan berbeda dari kisah cinta Dilan dan Milea di trilogi Dilan sebelumnya. Akan tetapi, film ini memiliki beberapa kekurangan, seperti tempo cerita yang terlalu lambat dan akhir cerita yang terlalu mudah ditebak.
Baca Juga
-
Review Serial My Royal Nemesis: Suguhkan Intrik Selir dengan Twist Modern
-
Review A Sad And Beautiful World: Romansa Drama di Beirut yang Menggugah
-
Ulasan Serial The Palu Family: Sajikan Episodic Horror yang Berbasis Fakta!
-
Review We Are Jeni: Film Dokumenter tentang Disosiatif Identity Disorder
-
Review The Square: Konfrontasi Dramatis antara Seni dan Realitas Primal!
Artikel Terkait
-
Deretan Film Favorit Anies Sepanjang Masa: Dari November 28, Cut Nyak Dien hingga Attack on Titan
-
Tarif Sewa TIM Dinaikkan, Anies: Kegiatan Kebudayaan Harusnya Difasilitasi Bukan Dibebani
-
Cara Anies Perangi Pembajakan Film: Penegakan Hukum dan Membentuk Kesadaran
-
Anies Baswedan: Film Bukan Biaya, Tapi Investasi
-
Majukan Industri Film Indonesia, Anies: Negara Harus Alokasikan Anggaran sebagai Investasi
Entertainment
-
Manga GIGANT Karya Hiroya Oku Resmi Diadaptasi jadi Film Anime Layar Lebar
-
10 Film Horor Terbaru dengan Skor Tertinggi Versi Rotten Tomatoes
-
Sandiaga Uno Resmi Jadi Kakek, Atheera Uno Melahirkan Anak Pertamanya
-
10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga
-
Beragam Genre, Ini 5 Drama China Paling Populer di Bulan Mei 2026
Terkini
-
Bikin Penonton Ikut Sedih, Begini Sisi Tragis Yoon Yi Rang di Perfect Crown
-
Samsung Kini Jual HP Refurbished Resmi, Harga Flagship Jadi Makin Worth It!
-
Etika Berkomunikasi bagi Pemandu Acara: Pelajaran dari Panggung LCC Kalbar
-
Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi
-
Film The Square, Pria Modern yang Sibuk Pencitraan dan Krisis Emosional