Nama Taylor Swift kembali muncul di kolom pencarian X atau Twitter usai sempat diblokir atas kasus pengeditan foto porno Artificial Intelligence (AI) yang menyerupai dirinya.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Operasional Bisnis X, Joe Benarroch, yang menyebut bahwa pihaknya telah meningkatkan keamanan terkait penyebaran konten hasil editan tersebut.
"Akses pencarian (nama) Taylor Swift di aplikasi telah diaktifkan kembali dan kami akan terus waspada terkait langkah penyebaran konten ini, sekaligus akan langsung menghapusnya di mana pun kami menemukannya," tutur Benarroch, diberitakan oleh Variety, dikutip pada Rabu (31/02/2024).
Kasus hilangnya nama Taylor Swift di pencarian X ini telah berlangsung sejak akhir pekan lalu tepatnya pada Sabtu (27/1). Namun, sejumlah penggemar menyebut bahwa tindakan X itu hanya memblokir nama Taylor Swift saja. Sementara kata kunci "Taylor AI Swift" masih dapat dicari di kolom pencarian.
Joe Benarroch menyatakan tindakan tersebut hanya bersifat sementara dan akan dilakukan dengan sangat hati-hati karena pihaknya memprioritaskan keselamatan yang terancam akibat masalah tersebut.
Konten pornografi hasil AI itu mulai merebak di jagat maya sejak Rabu (24/01/2024) lalu yang langsung diblokir oleh publik hingga akun pengunggah tersebut di-suspend.
Sementara itu, serikat aktor SAG-AFTRA turut angkat bicara dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat (26/1). Menurut mereka, gambar tersebut merupakan konten yang mengganggu, berbahaya, dan sangat mengkhawatirkan.
"Pengembangan dan penyebaran gambar palsu – terutama yang bersifat cabul – tanpa persetujuan yang bersangkutan harus dianggap ilegal," ungkap SAG-AFTRA dalam keterangan resminya.
Pemerintah AS bahkan ikut mempertimbangkan masalah ini. Menurut Variety, Presiden Joe Biden disebut akan mendukung undang-undang terkait konten ponografi AI. Hal ini juga diungkapkan oleh Juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre yang menuturkan kekhawatiran pemerintah AS atas peredaran gambar AI ilegal.
“Kami khawatir dengan laporan peredaran gambar yang baru saja Anda sebutkan. Tentu saja harus ada undang-undang, untuk mengatasi masalah ini," lanjut mereka.
Dalam sebuah postingan pada tanggal 25 Januari, tim Keamanan X mengatakan bahwa perusahaan mereka “secara aktif menghapus” semua konten AI ilegal yang teridentifikasi, yang menurut mereka “sangat dilarang” untuk dibagikan di platform tersebut.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
5 Drama Korea Terbaru Bulan November 2026, Ada The Remarried Empress!
-
Sinopsis Fjord, Terpilih Jadi Film Terbaik Cannes Film Festival 2026
-
Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan Ini, Ada Laut Bercerita hingga The Intern
-
Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini
Artikel Terkait
-
Cara Menggunakan Copilot Pro, Tak Kalah Mudah dari OpenAI dan ChatGPT
-
Lolos Lewat Casting, Ini Profil dan Biodata M. Adhiyat Pemeran Dilan 1983: Wo Ai Ni
-
Netflix Ketakutan soal Ancaman AI, Ini Katanya
-
Fitur AI di Samsung Galaxy S24 Tak Lagi Gratis?
-
Elon Musk Cetak Sejarah, Pertama Kalinya Tanam Chip di Otak Manusia
Entertainment
-
Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix
-
Netflix Umumkan Tanggal Tayang Blue Eye Samurai Season 2, Simak Sinopsisnya
-
Puncaki Chart Musik Korea, Rescene Janji Tuk Melangkah Bersama di Lagu With
-
Sinopsis Focker in-Law: Film Komedi Ariana Grande, Tayang 25 November
-
Witch on the Holy Night Dapat Adaptasi Manga, Mulai Serialisasi 11 November
Terkini
-
Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari
-
Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa
-
Trend Renting Generation: Gaya Hidup Serba Nyewa, Solusi atau Jebakan?
-
November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan
-
Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya